Indonetwork.co.id (Semarang) – Kali pertama yang dilakukan dunia perbankan di Indonesia, Bank Sinarmas mengajak masyarakat, khususnya anggota pejuang online menjadi agen pembiayaan kredit mikro.

Micro Secured Loan Dept Head Bank Sinarmas, Zaheri M Nur Harun mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaring potensi bisnis. Bank Sinarmas menjadi bank pertama memberikan kredit mikro melalui agen.

Baca juga: Bekraf Pertemukan Lima Perbankan Syariah Dengan 200 Pelaku Usaha

Menurut Zaheri, dibukanya peluang menjadi agen penyaluran kredit ini, karena Sinarmas melihat potensi kredit mikro yang cukup besar di masyarakat, terlebih di komunitas-komunitas bisnis.

Sejak pertama kali dibuka pada 2016 sampai sekarang, jumlah agen sudah mencapai 2.000 lebih masyarakat yang bergabung menjadi agen, tersebar di seluruh Indonesia dan akan terus ditambah.

“Siapa saja bisa menjadi agen, Ibu rumah tangga, bahkan nasabah Sinarmas sendiri bisa dan tidak ada syarat apapun,” ucapnya saat melakukan kegiatan Silaturahmi Keliling Pejuang Online di Kota Semarang.

Zaheri menjelaskan, tugas para agen hanya memberikan informasi atau petunjuk jalan kepada bank bahwa ada masyarakat yang ingin mengajukan pembiayaan. Selebihnya, petugas bank yang akan melakukan verfikasi, pendataan, sampai pencairan dana jika disetujui pengajuan kreditnya.

“Jika pinjaman sudah cair akan ada komisi bagi agen. Komisinya disesuaikan dengan nominal pinjaman yang dicairkan. Dengan begitu agen memiliki tambahan penghasilan,” tuturnya.

Menurutnya, semua produk pembiayaan bisa ditawarkan oleh agen. Mulai dari Sinarmas Kredit Usaha Kecil (KUK) dengan plafon mulai Rp10 juta sampai Rp500 juta, Sinarmas UMK dengan plafon Rp100 juta sampai Rp2 miliar, kredit usaha rakyat (KUR) dan produk-produk lainnya.

Semester I Pembiayaan Mikro Bank Sinarmas Naik 15%
“Dengan adanya agen, penyaluran kredit mampu meningkatkan portofilio pembiayaan Bank Sinarmas sampai 15%, khususnya untuk pembiayaan mikro. Sampai semester I portofolio pembiayaannya sudah mencapai Rp2 triliun,” kupas Zaheri.

Senior Vice President Bank Sinarmas Ragional Jateng dan DIY, Yoseph Hari Pramono menambahkan, wilayah Jateng dan DIY memiliki jumlah agen paling banyak yakni 1.600 agen. “Potensi pembiayaan khususnya mikro di Jateng dan DIY sangat besar karena merupakan basisnya UMKM di Indonesia,” tambahnya.

Agen ini mampu meningkatkan pembiayaan mikro. Terbukti, saat ini pembiayaan mikro sudah mencapai Rp341 miliar dari target Rp300 juta tahun ini. Karena itu, pihaknya saat ini terus mendorong agar pembiayaan bisa mencapai Rp500 miliar. “Kita sudah over target, dan akan kita push sampai Rp500 miliar,” terang Yoseph.

Dedy Mulyadi