Indonetwork.co.id (Da Nang, Vietnam) – Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan, sekaligus mewakili Menteri Perdagangan, Iman Pambagyo menegaskan bahwa, para Menteri Ekonomi APEC berkomitmen meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang dinamis dan inklusif.

Komitmen ini disepakati pada Pertemuan Tingkat Menteri APEC atau APEC Ministerial Meeting (AMM) ke-29 dengan mengusung tema “Creating New Dynamism, Fostering a Shared Future” yang berlangsung kemarin (8/11) di Da Nang, Vietnam.

Hadir sebagai pimpinan sidang yaitu Wakil Perdana Menteri Vietnam, Pham Binh Minh dan Menteri Industri dan Perdagangan Vietnam, Tran Tuan Anh.

Baca juga: Pelaku Bisnis Ajak UMKM Manfaatkan Strategi Marketing di Era Digital

“Dalam AMM, para Menteri Ekonomi APEC berdiskusi mengenai kondisi terkini perekonomian global dan komitmen APEC, untuk terus menjadi pelopor pertumbuhan ekonomi melalui perdagangan dan investasi yang dinamis di kawasan Asia Pasifik,” ungkap Iman.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan prioritas tuan rumah Vietnam, yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, inklusif dan inovatif, integrasi ekonomi regional, penguatan UMKM, serta peningkatan ketahanan pangan dan pertanian yang berkelanjutan.

Selain itu, lanjut Iman, isu lain yang akan dibahas pada AMM, seperti dukungan APEC terhadap sistem perdagangan multilateral/WTO, perkembangan menjelang pencapaian Bogor Goals 2020, rencana realisasi Free Trade Area of the Asia Pacific (FTAAP), perdagangan jasa, investasi, tren ekonomi digital, rantai nilai global, dan konektivitas rantai pasok di Asia Pasifik.

Iman menyampaikan, menuju tahun 2020 ekonomi APEC secara individual dituntut untuk terus melakukan dan menyelesaikan aksi konkret, membuka jalan bagi perdagangan juga investasi bebas di kawasan Asia Pasifik. Ini merupakan salah satu tujuan Bogor Goals.

Tren Ekonomi Digital Peluang UMKM
“Bogor Goals 2020 sudah di depan mata. Di 2018, APEC akan meninjau sejauh mana upaya ekonomi APEC, baik individual maupun kolektif. Indonesia sebagai salah satu ekonomi berkembang di APEC masih terus bekerja keras untuk secara konsisten menjalankan komitmen pencapaian Bogor Goals. Harapannya, kita bisa meraih peluang dan keuntungan dari keterbukaan tersebut,” ujar Iman.

Isu lain yang patut diperhatikan yaitu perkembangan tren ekonomi digital, perdagangan berbasis elektronik atau e-commerce. Isu tersebut perlu diantisipasi tidak hanya sebagai tantangan, namun juga peluang potensial bagi Indonesia, termasuk pemanfaatan perkembangan teknologi oleh UMKM.

“Selama kita mengedepankan peningkatan kapasitas dan fasilitasi UMKM agar mampu menerobos pasar regional maupun global. Berkembangnya e-commerce, maka ada kesempatan bagi UMKM memasarkan produk,” pungkas Iman.

“Konsekuensinya adalah bagaimana Ekonomi APEC dapat saling berbagi praktik terbaik penguatan infrastruktur digital sebagai acuan bagi seluruh ekonomi untuk menerapkan kebijakan perdagangan yang adil dan menyejahterakan semua,” tandasnya.

Dedy Mulyadi