Indonetwork.co.id (Ambon) – Bertempat di Swiss-Belhotel Ambon, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan seri kelas keuangan bertema “Kelas Manajemen Keuangan Usaha Ekonomi Kreatif.”

Bekraf bukan hanya menggelar seminar tentang manajemen keuangan usaha, tetapi juga memberikan pendalaman materi bagi 100 pelaku ekonomi kreatif (ekraf) Ambon untuk membuat laporan keuangan.

Baca juga: Bekraf Pertemukan Lima Perbankan Syariah Dengan 200 Pelaku Usaha

“Acara ini adalah salah satu upaya Bekraf meningkatkan akses pembiayaan pelaku ekraf. 100 pelaku ekraf yang  ikut acara ini telah diseleksi dengan kriteria melakukan usaha selama satu tahun, memiliki brand, dan berencana ekspansi usaha,” ucap Direktur Akses Perbankan Bekraf, Restog K. Kusuma.

Hadir dalam acara tersebut salah satunya Kepala Dinas Pariwisata Ambon, menginformasikan ekraf di Ambon sekaligus memberikan sambutan. Gelaran itu dibuka oleh Direktur Akses Perbankan Bekraf, Restog K. Kusuma.

Dalam kesempatan itu, Bekraf memberikan pemahaman kepada pelaku ekraf tentang pentingnya manajemen keuangan usaha, sehingga pelaku ekraf dapat mengembangkan usahanya.

Berikan Pemahaman Manajemen Keuangan
Track record keuangan usaha bukan hanya bisa digunakan untuk mengakses pembiayaan ke perbankan, tetapi juga menjadi dasar menentukan ekspansi usaha.

Praktisi keuangan sekaligus CEO Financial Wisdom, Adjie Wicaksana, menjadi narasumber di seminar manajemen keuangan usaha. Adjie menjelaskan, pentingnya menyeimbangkan aset dan hutang.

Adjie juga melengkapi penjelasan dengan neraca, laba rugi, dan arus kas serta simulasi pembukuan keuangan.

Bekraf juga menghadirkan pengusaha sukses, Nilam Sari, pemilik Kebab Baba Rafi, untuk menceritakan wawasan dan tantangannya dalam menjalankan usaha kuliner miliknya. Diharapkan, 100 pelaku ekraf yang hadir ini termotivasi dan berusaha ekspansi usaha.

Kelas Manajemen Keuangan Usaha Ekonomi Kreatif ditutup dengan penjelasan dari Bank Negara Indonesia (BNI) tentang permodalan dan pembiayaan perbankan, produk pembiayaan BNI, dan persyaratan yang perlu dipenuhi pelaku ekraf untuk mengakses pembiayaan perbankan.

“Perbankan juga kami undang. Sehingga, pelaku ekraf bisa paham apa saja yang mereka perlukan untuk mengakses pembiayaan perbankan dalam mengembangkan usaha mereka,” ujar Restog.

Dedy Mulyadi