Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki keanekaragaman ikan hias baik berasal dari air laut maupun tawar, hampir semua dapat di budidaya. Namun jika kita timbang mana yang lebih mudah, pilihan akan jatuh kepada ikan hias air tawar.

Teknologi yang di gunakan pun tidak terlalu rumit, di sertai biaya murah dan terjangkau.

Jenis ikan hias air tawar paling populer

Berkaitan dengan permintaan pasar yang cenderung stabil dan jumlah peminat tinggi, tentu hanya ada beberapa jenis saja yang dapat Anda kembangbiakkan.

Arwana merupakan salah satu jenis sangat di gemari oleh masyarakat Indonesia dan sering kita jumpai pada perairan Kalimantan hingga Papua.

budidaya ikan hias air tawar - arwana

Meski saat ini sudah banyak peternak yang membudidaya ikan air tawar tersebut, harga jualnya tetap tinggi hingga mencapai jutaan rupiah.

Berikutnya, yaitu ikan cupang (hidup di perairan kawasan Asia Tenggara). Di bandingkan dengan arwana, cupang lebih mudah di pelihara sebab tidak membutuhkan peralatan khusus.

Bagi peternak pemula, budidaya ikan hias jenis cupang dapat di pilih sebagai sarana pembelajaran.

budidaya ikan hias air tawar - cupang

Guppy berasal dari Amerika selatan dan tengah. Namun pada tahun 1920 ternyata ikan itu juga di temukan di Indonesia. Teknik budidayanya pun tergolong mudah. Demikian pula pangsa pasarnya, juga sangat luas.

budidaya ikan hias air tawar - guppy

Koi bernama latin Cyprinus carpio L, merupakan ikan hias yang sangat terkenal di negara Jepang. Keindahan warna pada tubuhnya merupakan daya tarik utama tersendiri. Selain metode pemeliharan tidak sulit, ikan ini mudah kita pasarkan dan selalu memberi keuntungan cukup besar.

Selain itu masih ada beberapa jenis ikan lagi seperti discus, louhan, koki dan sebagainya.

budidaya ikan hias air tawar - koi

Teknik dasar budidaya ikan hias air tawar

Semua bisa Anda kembangbiakkan dengan sistem serupa. Tetapi, agar budidaya ikan hias air tawar tersebut bisa berjalan lancar, sebaiknya pahami dulu beberapa teknik dasar.

1. Persiapan Wadah

Wadah atau tempat yang akan di pakai biasanya berupa kolam (berbahan dasar semen, plastik atau terpal, bak dari fiber glass dan akuarium). Ukurannya dapat kita sesuaikan dengan jenis ikan hias yang mau di budidaya.

Selain tidak boleh bocor, wadah tersebut harus di lengkapi dengan sistem pengairan baik, sehingga air bisa terus mengalir tanpa ada genangan.

Wadah ini terdiri dari beberapa jenis yaitu wadah untuk merawat induk, pemijahan, pendederan, penetasan telur, pembesaran serta wadah untuk menampung hasil panen.

2. Menciptakan lingkungan seperti habitat asli

Setiap jenis ikan hias mempunyai daya tahan hidup yang tidak sama. Namun secara umum kemampuan hidup terpengaruhi oleh kondisi air, suhu serta tingkat keasaman atau PH, kesadahan dan kandungan oksigen.

Lingkungan paling cocok adalah air dengan suhu sekitar 24 hingga 30 derajat celcius. Adapun PH-nya 6 sampai 7 dengan kedalaman air sekitar 30 sampai 60 cm. Lalu kandungan oksigen yang terlarut, harus kurang dari 3 ppm.

Airnya dapat Anda ambil dari sungai, tanah dan PAM. Sebelum di gunakan, endapkan air terlebih dahulu selama setengah hingga 1 hari penuh.

Bertujuan agar air tersebut bisa memiliki kandungan oksigen cukup dan memasukan gas-gas lain yang sebelumnya hilang.

Jika PH belum sesuai dengan yang kebutuhan, Tambahkan larutan kapur bordo atau kapur pertanian ke air. Penggunaan takaran dosisnya harus Anda atur sehingga tidak terlalu asam atau sebaliknya, terlalu basa.

Kesadahan air merupakan satu petunjuk yang berhubungan dengan kandungan mineral dalam air seperti seng, kalsium dan magnesium.

Tinggi rendahnya kesadahan di pengaruhi oleh lingkungan sekitar seperti mikroorganisme atau tanaman yang tumbuh di sekitar sumber air.

Kesadahan paling cocok untuk budidaya ikan hias air tawar adalah sekitar 70 hingga 100 HD.

Selanjutnya air tersebut harus bebas dari segala jenis kandungan nitrit. Kandungan nitrit ini, umum berasal dari kotoran ikan, sisa pakan dan lumut serta tanaman mati dan terdekomposisi pada siklus nitrogen.

Jika tidak di bersihkan, dapat membuat ikan hias tidak tumbuh dan berkembang biak dengan baik. Lebih daripada itu, juga mudah terserang penyakit.

3. Memilih Induk

Indukan harus memiliki usia matang dan dalam kondisi sudah siap untuk di pijah. Artinya adalah alat kelamin atau gonad-nya sudah mampu membuahi induk jantan dan betina.

Kematangan dan kesiapan gonad bisa Anda ketahui melalui beberapa cara. Untuk yang jantan, biasanya akan mengeluarkan sperma saat tubuh di urut menuju alat kelamin.

cara budidaya lele

Baca juga: Cara mudah budidaya ikan lele pada kolam tanah

Lalu untuk betina, perutnya lebih gendut dan ketika kita raba akan terasa halus dan lembek. Selain itu alat kelamin atau gonad yang siap di buahi, akan terlihat lebih menonjol dan saat di urut sering mengeluarkan telur.

Indukan setiap jenis ikan hias harus memiliki bentuk tubuh sempurna dan selalu dalam kondisi sehat serta bebas dari penyakit.

Indukan dapat di peroleh melalui peternak lain atau menghasilkan sendiri.

4. Pemijahan

Pemijahan dapat di lakukan dengan 2 metode, yaitu eksternal dan internal.

Metode eksternal merupakan sistem pemijahan pada ikan hias yang berkembangbiak melalui proses beranak. Sedangkan metode internal melalui proses bertelur.

Dari kedua metode tersebut, yang harus di ketahui adalah tidak semua varian mampu memijah atau berkembangbiak sendiri secara alami. Karena itu, tetap butuh suntikan hormon sebagai perangsang atau induced spawning. Selain itu, bisa pula di bantu dengan stripping atau pemijatan.

Dalam proses kali ini, hindari pemijahan yang berasal dari 1 keturunan saja atau sering di sebut inbreeding.

Kemudian dengan cara bertelur, biasanya telur akan jadi larva dalam waktu kurang lebih 24 jam sejak keluar dari tubuh sang induk. Proses penetasan dan inkubasi dapat di lakukan pada kolam permanen, corong, happa atau akuarium.

Selama proses tersebut berlangsung, angkat induknya semua atau hanya sisakan satu induk saja di dalam wadah penetasan.

Lebih dari itu, ada sebagian jenis ikan hias yang butuh aerasi.

5. Pemberian Pakan

Jenis pakan pun ada 2 macam yaitu pakan buatan dan alami. Pakan buatan merupakan pakan asli terbuat dari bahan alami namun berbentuk pellet. Kandungan proteinnya lebih mudah di atur dan di sesuaikan dengan kebutuhan.

Sedangkan pakan alami merupakan pakan yang berasal dari kutu air, cacing sutera, jentik nyamuk, artemia, kodok, serangga serta ikan lain baik yang masih hidup atau mati.

Harga pakan alami ini lebih murah, tetapi tidak bisa kita hitung pemakaian kandungan proteinnya.

Setelah menjadi larva, benih ikan sudah bisa berenang. Sebelum usia menginjak 1 minggu, sebaiknya tidak usah di beri pakan karena masih memiliki cadangan, berasal dari yolksack atau kuning telur.

Jika sudah, jenis makanan yang dapat di berikan adalah cacing sutera, kutu air, infusoria, artemia (sekali lagi, di buat secara alami atau buatan). Yang harus Anda pastikan adalah pakan tersebut harus memiliki ukuran lebih kecil di banding mulutnya.

Saat mulai membesar, jenis pakan bisa di tambah dengan jentik nyamuk, kodok kecil atau serangga, ikan hidup atau mati serta pelete.

Pemberiannya di lakukan setiap pagi dan sore hari.

6. Pembesaran, perawatan dan pendederan

Pada masa pembesaran, kepadatan penyebaran benih harus terus di perhatikan agar tidak terlalu padat. Jika seperti itu, proses pertumbuhannya bisa terhambat.

Akan tetapi sebaliknya, jika terlalu jarang malah akan menimbulkan dampak lain seperti berkurangnya efisiensi penggunaan media budidaya yang mengakibatkan terjadinya pemborosan.

Salah satu masalah sering muncul dalam media air adalah kualitasnya yang cenderung menurun. Penurunan tersebut bersumber dari kotoran atau sisa pakan. Agar air tersebut kembali ke keadaan semual, harus di lakukan pembersihan.

Caranya, bukalah pipa saluran pembuangan. Jika media pemeliharaan tidak memiliki saluran pembuangan, Anda dapat menggunakan selang untuk menyedot.

Setelah itu, setengah volume air dalam wadah di buang kemudian ganti dengan air yang telah di endapkan (seperti telah di jelaskan sebelumnya) selama kurang lebih 1 minggu.

Berdasarkan hal itu, setiap peternak sebaiknya memiliki tempat khusus untuk mengendapkan air berupa tandon.

Meski terlahir atau menjadi larva secara bersamaan, pada umumnya pertumbuhan ikan hias tidak bisa selalu sama. Jadi harus di lakukan penyortiran atau pendederan berdasarkan ukuran tubuh sekaligus jenis kelamin.

Bertujuan agar terhindar dari terjadinya pemijahan dini. Pemijahan atau perkawinan yang terlalu cepat, akan berdampak terhadap proses pertumbuhan yang lambat sehingga tubuh ikam tidak dapat berkembang secara normal.

7. Pengendalian hama dan penyakit

Jenis hama yang paling sering muncul adalah ular, larva capung, katak, keong dan burung. Jadi media budidaya harus mendapat perlindungan optimal dari serangan hewan-hewan tersebut.

Sedangkan penyakitnya, umum berasal dari pakan yang kotor. Sebelum di berikan, pakan tersebut harus terjamin kebersihannya. Selain itu, dosis tidak boleh terlalu banyak.

Pemberian pakan terlalu berlebihan akan menimbulkan endapan di dasar air, yang akan mengubah suhu, kesadahan, PH dan kandungan oksigen di luar batas keseimbangan.

Perubahan tersebut selanjutnya akan memunculkan serangan penyakit.

Jenis penyakit biasanya menyerang bagian luar dan dalam tubuh, insang hingga lendir.

Terakhir untuk panen, budidaya ikan hias air tawar tidak memiliki patokan maupun standar pasti, sebab setiap jenis ikan memiliki masa pertumbuhan berbeda.

Bahkan ada beberapa jenis ikan yang sudah dapat di jual dengan harga tinggi meski ukuran tubuhnya masih kecil. Jadi tinggal Anda sesuaikan saja dengan permintaan pembeli atau sang agen penjual.