Di banding jenis lainnya, nila termasuk ikan yang mempunyai masa pertumbuhan lebih cepat. Selain itu juga mudah beradaptasi serta berkembang biak di daerah mana saja.

Pada habitat asli, ikan ini hidup di rawa-rawa, sungai air tawar, waduk dan danau. Nila memiliki nilai kandungan gizi tinggi dan bisa di konsumsi oleh siapa saja.

(Tahapan) cara budidaya ikan nila

Bukan itu saja, budidaya ikan nila juga sangat mudah di lakukan jika sudah memahami teknik dan caranya. Nilai ekonomis hasil panennya tergolong tinggi, karena dagingnya yang empuk dapat di olah menjadi berbagai jenis masakan dengan cita rasa yang begitu nikmat.

cara budidaya ikan nila - gambar 1

Baca juga:  Begini caranya budidaya jamur tiram paling tepat

Siklus dari masa tebar benih hingga masa panen tergolong singkat, hanya butuh waktu antara 3 hingga 6 bulan saja. Nah, berikut di bawah ini langkah-langkah yang harus Anda persiapkan:

1. Menyiapkan kolam

Jenis kolam yang dapat di gunakan sebagai tempat budidaya ikan adalah kolam semen (beton), tanah, kolam terpal, air payau dan jaring apung. Di antara beberapa pilihan tersebut, sebagian besar peternak lebih suka memilih kolam tanah.

cara budidaya ikan nila - kolam beton

Sumber: Budidaya-nila.blogspot.co.id (kolam beton)

Biaya pembuatannya sangat mudah dan tidak membutuhkan pengeluaran terlalu tinggi.

Kolam tanah merupakan lokasi perkembangbiakan beberapa jenis hewan dan tanaman alami. Keduanya adalah sumber pakan alami yang sangat bagus untuk ikan nila. Kondisi tersebut akan memberi keuntungan lain bagi peternak, Karena dapat mengurangi ongkos belanja pelet atau pakan buatan.

Sebelum budidaya ikan nila di jalankan, ada beberapa tahapan persiapan yang harus Anda garap.

Pertama, dasar kolam ikan di keringkan secara alami selama 3 sampai 7 hari sesuai intensitas sinar matahari yang masuk ke kolam.

Proses penjemuran dapat di akhiri ketika tanah di dasar kolam sudah mulai retak atau pecah-pecah namun saat di injak masih meninggalkan bekas injakan kaki sekitar 1 hingga 2 cm. Jadi tidak usah terlalu lama sampai tanah menjadi keras seperti batu.

Dari pengeringan, lanjut ke proses pembajakan memanfaatkan cangkul dengan kedalaman sekitar 10 cm. Melalui pekerjaan ini, semua jenis kotoran, kerikil dan sampah lainnya akan tersingkir dari kolam, termasuk endapan lumpur hitam yang sering menimbulkan aroma busuk.

Endapan ini adalah sisa pakan ikan tertinggal dari siklus budidaya ikan nila sebelumnya. Jadi untuk kolam baru dan pertama kali di pakai, biasanya tidak ada endapan yang perlu di bersihkan.

Kadar keasaman kolam

Untuk kolamnya sendiri umumnya mempunyai tingkat keasaman yang sangat rendah, tidak lebih dari 6 pH. Sementara itu untuk budidaya ikan nila, tingkat keasaman yang di butuhkan sekitar 7 sampai 8 pH.

Karena itu, kolam harus di netralkan melalui pengapuran dengan kapur pertanian atau dolomit. Dosisnya harus sesuai dengan tingkat keasaman tanah.

panduan bisnis online

Baca Juga: Peluang bisnis online yang patut Anda coba

Untuk tanah yang pH-nya 6, di butuhkan 500 kilogram kapur untuk lahan kolam seluas 1 ha. Apabila pH-nya sekitar 5 sampai 6, perlu menggunakan kapur sebanyak 500 sampai 1500 kg. Jika pH tanah lebih rendah lagi, misalnya 4 sampai 5, butuh 1 sampai 3 ton dolomit.

Kapur pertanian atau dolomit tersebut harus di aduk lebih dulu hingga merata sebelum Anda tabur ke dasar kolam. Saat di tabur, dolomit sebisa mungkin masuk ke permukaan tanah sampai dengan kedalaman sekitar 10 cm.

Setelah itu diamkan kolam kembali selama 2 atau 3 hari agar dolomit dapat lebih meresap, kemudian lanjutkan dengan pemupukan. Pupuk dasar yang di gunakan untuk kolam adalah pupuk organik misalnya kandang atau kompos.

Tujuan dari penggunaannya adalah untuk menyuburkan tanah kembali. Selain itu, untuk memberi nutrisi bagi tumbuhan dan hewan renik yang nantinya jadi sumber pakan alami ikan.

Adapun dosisnya, per 1 ha butuh 1 sampai 2 ton. Setelah di tebarkan secara merata, kolam di biarkan sekali lagi selama 1 sampai 2 minggu.

Jika di rasa perlu. dapat kita tambahkan pupuk kimia jenis urea berdosis 50 sampai 70 kg per hektar dan pupuk TSP sebanyak 25 sampai 30 kg serta diamkan 1 atau 2 hari.

Setelah semuanya beres, kolam dapat di genangi air sedikit demi sedikit atau bertahap. Pada awal permulaan, air yang di alirkan ke dalam kolam cukup sekitar 10 atau 20 cm saja kemudian biarkan selama 3 sampai 5 hari.

Tujuannya agar cahaya matahari bisa masuk sampai dasar kolam. Dengan cara seperti ini, ganggang dan organisme air juga dapat tumbuh sempurna. Berikutnya, isi kolam dengan air lagi hingga mencapai ketinggian sekitar 60 sampai 75 cm.

2. Memilih dan menebar benih

Memilih benih merupakan salah satu tahapan terpenting dalam budidaya ikan nila karena hal ini jadi faktor penentu atas keberhasilan panen. Jika ingin memperoleh hasil panen yang lebih optimal, kami sarankan untuk memilih benih ikan nila yang jenis kelaminnya jantan.

Alasannya, ikan ini bisa tumbuh lebih cepat di bandingkan nila betina. Bahkan prosentasenya mencapai 40%. Bukan itu saja, nila yang menggunakan konsep monosex atau berkelamin sama justru lebih produktif ketimbang konsep campuran.

Nila merupakan jenis ikan yang mempunyai karakter mudah kawin atau memijah. Jadi ketika 2 jenis kelamin di jadikan satu dalam kolam yang sama, energi yang di miliki ikan cepat habis terpakai saat masa kawin. Dampaknya adalah, pertumbuhan tubuh ikan akan terhambat bahkan tidak bisa gemuk.

cara budidaya ikan nila - pemijahan

Sumber: bpbiat.wordpress.com (pemijahan)

Membedakan benih antara jantan dan betina bukanlah pekerjaan sulit. Ikan jantan memiliki alat kelamin runcing dan menonjol. Tubuhnya terlihat lebih pipih jika di lihat dari arah samping. Perutnya berwarna kemerahan atau kehitaman dan di bagian dagunya berwarna hitam mengkilap. Selain itu gerakannya lebih agresif daripada nila betina.

Untuk nila betina, alat kelaminnya berbentuk oval dan memiliki 3 jenis lubang ugenital yaitu dubur, lubang urine dan lubang untuk mengeluarkan telur.

Bentuk tubuhnya cenderung bulat dan memanjang. Warna di bagian perut dan dagu putih transparan. Gerakan tubuhnya lebih lambat di banding nila jantan.

Setiap 1 meter persegi kolam dapat Anda pakai untuk menebar bibit sebanyak 15 sampai 30 ekor. Tapi sebelum di lakukan, harus ada proses adaptasi agar bisa di pilih jenis mana yang bisa hidup dan menyesuaikan diri dengan habitat kolam.

Sehingga resiko adanya kematian benih ikan dapat kita tekan atau di minimalisir.

Benih sebaiknya di pilih dengan ukuran antara 3 sampai 5 cm. Benih ikan sehat di tandai dengan warna cerah, gerakan lincah dan selalu memberi respon yang sangat aktif saat di beri pakan.

Tekniknya, wadah yang telah berisi benih kita masukan ke dalam kolam dan biarkan hingga selama beberapa jam.

Setelah itu buka wadahnya dan miringkan agar ikan bisa masuk dalam kolam dengan sendirinya. Biasanya ikan yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan kondisi kolam akan kembali lagi ke dalam wadah.

3. Pemeliharaan

Ada beberapa tahapan pemeliharaan pada budidaya ikan nila hingga memasuki masa panen. Tahapan pertama yang paling penting adalah pengaturan air. Tujuannya agar ikan bisa tumbuh secara maksimal.

Kualitas air dalam kolam harus terus Anda pantau. Misalnya jika kandungan oksigen dalam kolam mengalami penurunan sebab mempunyai kandungan H2S dan NH2 yang lebih tinggi. Hal ini terjadi ketika air kolam memunculkan aroma busuk dan menyengat.

Jika muncul tanda-tanda seperti itu air harus segera di ganti. Keluarkan air dari kolam sekitar sepertiganya, lalu aliri dengan air baru. Selain itu dalam kondisi normal, pergantian air tetap di lakukan dengan debit 1 liter per detik untuk kolam seluas 100 meter persegi.

Tahapan pemeliharaan berikutnya yaitu pemberian pakan.

Jenis pakan terbaik pada budidaya ikan nila adalah pelet berkandungan protein sebesar 20 sampai 30%. Hewan tersebut setiap hari butuh asupan pakan sekitar 3% dari berat tubuhnya.

Pakan ini dapat Anda tebar pada kolam setiap pagi dan sore hari.

4. Pecegahan penyakit dan hama

Nila adalah jenis ikan kuat dan tahan banting. Meski demikian, jika di pelihara dalam jumlah banyak, resiko munculnya serangan penyakit tetap akan ada. Secara garis besar, ada 2 macam penyakit yang bisa menyerang ikan nila yaitu penyakit infeksi dan non infeksi.

Untuk penyakit jenis infeksi, bersifat menular namun dapat kita cegah melalui beberapa metode dan cara. Misalnya memasang filter atau penyaring pada saluran sanitasi, dapat mengurangi tingkat kepadatan pemeliharaan dan isolasi terhadap ikan-ikan yang sudah terlanjur terkena serangan penyakit.

Baca juga:  Cara mudah budidaya ikan lele pada kolam tanah

Sedangkan untuk penyakit bersifat non infeksi, sering muncul karena beberapa sebab. Misalnya kualitas air yang tidak sehat, teknik pemberian pakan tidak benar, keracunan dan faktor genetika.

Kemudian untuk hamanya, yang paling sering pembudidaya temukan dan memiliki dampak tidak bagus terhadap budidaya ikan nila antara lain adalah notonecta. Masyarakat awam sering menyebut serangan ini dengan istilah beberasan. Serangan hama ini menimbulkan bintik-bintik warna putih seperti beras.

Pemberantasannya, adalah dengan menggunakan minyak tanah dan siramkan ke kolam.

Hama lainnya adalah larva cybister yang lebih di kenal sebagai ucrit. Berwarna kehijauan dan memiliki taring sebagai penjepit mangsa serta sengatan di belakang tubuhnya. Hama ini selalu cepat bergerak dan menyerang benih ikan yang masih kecil.

Agar serangan hama tidak muncul, kolam harus rajin Anda bersihkan dari sampah organik dan gulma.

5. Proses panen

Dari proses penebaran benih hingga panen, budidaya ikan nila membutuhkan waktu sekitar 6 bulan per 1 siklus.

Dalam kurun waktu tersebut, dalam kondisi normal, ikan nila sudah memiliki bobot tubuh sebesar setengah kilogram.

cara budidaya ikan nila - panen ikan nila

Dengan ukuran bobot demikian, sudah memenuhi syarat untuk di jual ke pasar luar negeri. Di mancanegara biasanya ikan tersebut di olah kembali menjadi filet dan di kalengkan.

Lain halnya jika segmen penjualan adalah pasar lokal, dengan bobot 200 gram saja ikan nila sudah boleh di tangkap. Sehingga masa panennya juga butuh waktu yang lebih singkat, yakni hanya sekitar 3 atau 4 bulan saja. Waktu terbaik untuk panen adalah pagi atau sore hari.

Sebelum di panen, pastikan ikan selalu dalam kondisi yang sehat dan segar.

Untuk pengirimannya, dapat memakai bongkahan es batu sebagai media guna menjaga kesegarannya. Namun jika keadaan memungkinkan sebaiknya kirim dalam kondisi masih hidup.