Indonetwork.co.id (Tangerang) – Menurut cerita pria satu ini, Indonetwork dikenalnya sejak tujuh tahun lalu. Waktu itu, kantor Indonetwork masih di Surabaya.

Buat dirinya, media online satu ini mempunyai peran penting dalam keberlangsungan pengembangan bisnisnya itu, banyak data untuk bisa diolah menjadi peluang usaha.

Baca juga: Ingin Sukses Jadi Pengusaha Jasa Pengiriman, Terapkan Trik Berikut Ini

“Member yang bergabung di Indonetwork memiliki beragam jenis usaha. Artinya, ini peluang buat saya untuk memperluas jaringan. Saya memberanikan menjadi member prioritas, karena Indonetwork saya menemukan banyak calon konsumen,” ucap ungkap Don Alex, Owner PT Mex Internasional.

Menurutnya, memilih jalur online sudah menjadi keharusan menghadapi era serba digital. Bukan hanya menjual barang secara digital, menawarkan jasa pengiriman pun sudah serba online.

Sejak saat itu, Don Alex merasakan hasil yang luar biasa. Hampir semua klien bisnisnya didapatkan dari media online satu ini. “Memanfaatkan teknologi digital marketing tidak membutuhkan banyak tenaga kerja,” kupas Don Alex.

“Percaya atau tidak, di Jakarta saya hanya memiliki tiga karyawan, di Timor Leste ada empat karyawan dan diperbatasan Indonesia saya menempatkan orang khusus hanya tiga orang,” paparnya tersenyum.

Artinya kata Don Alex, dengan sumber daya terbatas ternyata bisa menghasilkan sesuatu yang maksimal. Beda dengan konsep kerja yang pernah dilakukannya sebelum bergabung di Indonetwork.

“Dulu selagi berkantor di Tanah Abang, saya mempunyai 400 karyawan. Meski permintaan tidak pernah berhenti, tapi hasil yang didapatkan justru tidak sebanding dengan besar pengeluarannya,” ungkapnya.

Karena itu, beliau memutuskan untuk merubah sistem yaitu memilih jalur online marketing.” Saya tidak butuh banyak tenaga kerja untuk kelancaran bisnis ini. Dengan tenaga terbatas, justru hasil yang didapat lebih maksimal. Apalagi dibantu oleh media online, makin mudah perluasan jaringannya,” pungkas Don Alex bangga.

Terapkan Cara Kerja Hand to Hand
“Strategi bisnis seperti ini tidaklah mudah, asalkan mau mendalami pasti akan menemukan jalan yang tepat, seperti sistem saya ini,” ucapnya memberi contoh.

Supaya menjadi yang terbaik, Don Alex berusaha semaksimal mungkin menerapkan cara kerja hand to hand. Artinya, tidak mempercayai pihak lain untuk mewakilkan menangani proses pengiriman.

“Sebisa mungkin jasa pengiriman yang kami tawarkan bisa memuaskan pelanggan yang menggunakan jasa Mex Internasional.  Saya menempatkan dua mobil di Timor Leste dan satu mobil di lintas batas negara. Jika ada masalah di titik tertentu, kendaraan tersebut siap membantu,” imbuhnya.

Menariknya lagi, Don Alex berani menjamin proses pengiriman lebih cepat dari yang ditawarkan cargo lain. Dengan strategi tertentu, pihaknya bisa memastikan paket yang dikirim lebih cepat dari waktu yang ditawarkan.

Menurutnya, strategi ini belum dimiliki pihak lain. Karena reputasinya cukup baik, dirinya jadi lebih mudah mengekspor ke wilayah Timor Leste. Bersyukur sejauh ini tidak ada komplain yang terkait soal pengiriman barang ke negeri tersebut.

“Saya juga bisa memastikan kondisi barang, sekarang ini zamannya serba digital. Anda bisa diketahui posisi barang dengan cepat dan mudah. Karyawan saya cukup memotret dengan handphone dan mempostingnya ke saya,” tandasnya.

Dalam menjalankan bisnisnya itu, konsumen yang datang untuk meminta Don Alex menangani jasa pengiriman itu lebih banyak dari perusahaan.

Meski mendominasi perusahaan, ada pula dari pihak individu, hanya saja tuturnya persentase lebih kecil ketimbang perusahaan. Hampir 90% pangsa pasar Mex Internasional, sisanya eksportir perorangan yang memiliki bisnis di Timor Leste.

Dedy Mulyadi