Indonetwork.co.id (Jakarta) – Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat Republik Indonesia yang diwakili oleh Direktur Jenderal Cipta Karya, Ir Sri Hartoyo Dipl. SE, ME secara resmi membuka pameran dan  konferensi industri lanskap dan penghijauan EXPO URBANSCAPE & Greenery 2018 yang  diselenggarakan untuk pertama kalinya di Indonesia.

Green Building Council Indonesia menjadi tuan rumah  EXPO URBANSCAPE & Greenery 2018 ini berkolaborasi dengan PT Media Artha Sentosa sebagai penyelenggara.

Baca juga: Selain Manufaktur, Indonesia Bakal Perkuat Ekspor Industri Pertanian

“EXPO URBANSCAPE & Greenery diharapkan dapat menjadi wadah bagi profesional industri lanskap, pembuat kebijakan, pelaku industri, akademia dan masyarakat luas.  Sehingga mereka bisa berbagi  informasi,  saling   belajar  dan menginspirasi demi kehidupan urban yang lebih sehat, hijau dan  berkelanjutan,” ungkap Teddy Halim, Direktur PT Media Artha Sentosa.

Menurutnya, pameran tersebut akan menonjolkan berbagai produk penghijauan, taman dan area hijau. Sementara konferensi, seminar dan berbagai presentasi yang digelar bersamaan akan memberikan peluang belajar bagi  pesertanya.

“Green Building Council Indonesia merancang program konferensi di EXPO URBANSCAPE & Greenery 2018 ini dengan menghadirkan sejumlah pembicara  pakar di  bidangnya,” ucap Naning Adiwoso, Chairperson Green Building Council  Indonesia.

“Berbagai isu makro lanskap dan penghijauan akan dibahas di sini. Target  kami,  setiap  peserta dapat pulang dengan wawasan baru dan  inspirasi baru,” kata Naning.

urbanscape-indonetwork-dedy mulyadi-dok2

EXPO URBANSCAPE & Greenery 2018 menghadirkan lebih dari 60 peserta pameran, 1 konferensi utama, 3 seminar dan 5 presentasi selama 3 hari.  Termasuk pula partisipasi dari Kementerian Pekerjaan Umum  dan Perumahan Rakyat, mengajak salah satu kabupaten yang menjadi bagian dari Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) yaitu Kabupaten Luwu Utara.

“Kementerian PUPR turut mendukung dan berupaya mengimplementasikan konsep berkelanjutan melalui program strategis pembangunan Kebun Raya  dan Program Pengembangan  Kota Hijau  (P2KH). Kita sadari bahwa, komponen lanskap bukan sekedar penunjang, namun merupakan bagian utama yang  mendukung penerapan konsep infrastruktur hijau, dalam mewujudkan hasil  pembangunan yang  berkelanjutan,” papar Sri Hartoyo, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR RI.

Baca juga: Indonesia Genjot Sektor Industri Manufaktur ke Australia

Menurutnya, penataan lanskap yang baik tidak hanya dapat memberikan nilai lebih dari sisi estetika, namun juga dapat berkontribusi terhadap pengelolaan sumber daya  air, tanah dan udara bagi terciptanya keseimbangan ekosistem.

“Semoga EXPO URBANSCAPE & Greenery dapat menjadi sumber ide dan inspirasi bagi semua yang berpartisipasi dan menghadiri. Kita harus terus disiplin dan berupaya untuk melestarikan kota,” kata Teddy Halim.

Pelu diketahui bahwa, menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 2050 diprediksi sekitar 66% dari populasi dunia akan menghuni area urban. Hal ini didorong dengan tren gaya hidup milenial yang juga lebih memilih untuk tinggal di area  urban dibanding generasi sebelumnya yang menghuni area  suburban.

Dengan perubahan tren ini, area urban menjadi semakin padat dan terjadi berbagai pergeseran keseimbangan ekologi yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan  kesehatan masyarakat.

Dedy Mulyadi