Indonetwork.co.id (Bandung) – Dalam rangka membangun ekosistem Industri Digital di tanah air, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Deputi Infrastruktur menggelar Bekraf Developer Conference. Acara tersebut merupakan kolaborasi bersama Dicoding Indonesia, diadakan di Trans Luxury Hotel, Bandung beberapa waktu lalu.

Kali ini, Bekraf mendatangkan sejumlah stake holder yang berperan dalam membangun ekosistem Industri Digital di Indonesia untuk merumuskan roadmap dalam menumbuhkan potensi developer lokal, agar mampu menciptakan produk yang bersaing dikancah dunia.

Baca juga: Bekraf Berikan Panduan Startup Dapatkan Pembiayaan Modal Usaha

Adapun 300 tokoh-tokoh yang hadir dalam acara ini diantaranya adalah  akademisi, developer aplikasi, developer games, asosiasi, komunitas, industri dan pemerintah.

“Kami berharap nantinya setiap tokoh dari latarbelakang yang berbeda bisa saling mengisi. Sehingga, mereka bisa memprioritaskan hal apa saja yang harus dilakukan,” ungkap Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Sungkari.

Dalam paparanya Hari mengatakan bahwa, kunci kesuksesan setiap para Developer Aplikasi dan Game adalah bekerjasama.

“Pertukaran informasi dan jejaring yang terbentuk di konferensi ini diharapkan dapat membuat para pelaku dapat bergerak bersama dan menghasilkan kolaborasi yang konsisten, berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Dari bertumbuhnya ekosistem industri digital, diproyeksikan potensi e-commerce di Indonesia pada tahun 2020 akan mencapai 130 miliar dolar AS.

“Proyeksi ini tentunya akan jadi pemacu bagi pelaku industri kreatif digital tanah air untuk segera menyiapkan langkah besar. Dengan begitu, pelaku industri bisa menjadi pemain utama dikancah industri tersebut,” kupas Hari.

Mensiasati itu semua, pihaknya kini juga tengah menyiapkan roadmap yang terukur guna menciptakan talenta developer lokal, konsisten dalam pengembangan aplikasi dan permainan digital yang berkualitas dan go international.

Karena itu Bekraf dan Dicoding Indonesia diharapkan mampu mendorong pemangku kepentingan industri digital tanah air untuk bisa membangun eksositem ini lebih baik.

Dalam konferensi ini hadir founder Educa Studio yang sudah menghasilkan ratusan game edukasi, Andi Taru. Kepada peserta, Andi akan berbagi pengalaman dan inspirasi serta membuka cakrawala tentang proses yang ditempuh dalam mengembangkan games yang sustainable serta langkah-langkah apa saja yang bisa dioptimalkan.

“Pertukaran informasi dan jejaring yang terbentuk di konferensi ini diharapkan dapat membuat para pelaku dapat bergerak bersama dan menghasilkan kolaborasi yang konsisten dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Hari Sungkari.

Dedy Mulyadi