Salah satu mentor kami mendorong untuk mengingat kalimat ini:

“Seseorang tidak bisa membandingkan pemimpin yang sudah tahu arah jalannya, dengan pemimpin lain yang baru melangkahkan satu kaki dan sedang melangkahkan kaki yang lain untuk bergerak menuju jalan tersebut.”

memaksimalkan peluang - infografik

Kami ingin membagikan kalimat tersebut dengan Anda karena kami yakin bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang terus melangkah maju untuk mempertahankan organisasi perusahaan di jalan yang benar.

Personal yang terus mengembangkan diri

Mereka juga terus memperbaiki diri dan berkembang untuk menyesuaikan situasi pasar dan situasi kerja yang terus berubah. Kesempatan memang tersebar luas, namun hanya segelintir orang saja yang menyadarinya.

checklist-icon

Baca juga: Cara meningkatkan kepercayaan diri secara instan

Organisasi dan pemimpinnya harus memperluas pengamatan mereka untuk melihat keadaan sekitar, baik di bawah maupun di luar jangkauan alamiahnya. Ini supaya kesempatan-kesempatan yang ada di luar sana tidak terlepas dari genggaman mereka.

Pemimpin  terus mengeksplorasi batas-batas baru dan keluar dari zona nyaman. Mereka harus mengembangkan rasa keingin tahuan yang tinggi dan tidak pernah menganggap peluang datang dengan sendirinya.

Sikap yang mereka tunjukkan harus sama seperti jiwa pengusaha, yakni dengan mengindentifikasi waktu yang tepat dan kedalaman peluang yang terlihat supaya bisnis perusahaan dapat selalu meraih momentum yang tepat untuk kembali ke jalur yang benar dan terus tumbuh.

Pemimpin juga harus mampu melipatgandakan potensi kesuksesan dengan membagikan peluang yang di dapat perusahaan dengan orang-orang di sekitarnya.

Namun sebelum melakukan hal tersebut, pemimpin dan organisasi harus menyadari dirinya sendiri. Berikut ini adalah hal-hal yang harus di perhatikan oleh mereka untuk memaksimalkan peluang bisnis.

Membebaskan diri dari krisis identitas

Sebelum mengembangkan identitas kepemimpinan dan membentuk karakter orang di sekitarnya, seorang pemimpin harus terlebih dahulu membebaskan dirinya dari krisis identitas.

Hal ini penting untuk di lakukan sebelum mereka memamerkan nilai khas yang di miliki dan memanfaatkannya secara konsisten demi kemaslahatan perusahaan.

Tanpa identitas yang kuat, pemimpin akan rentan terkena konflik internal dan memicu ketegangan dengan orang-orang di sekitarnya.

Mereka menjadi cepat berpuas diri dan kehilangan empati terhadap orang lain. Selain itu, mereka tidak akan menyadari cara untuk memaksimalkan potensi yang di miliki untuk mendorong kesuksesan kolektif di tempat kerja, yang nantinya berpengaruh pada komunikasi dengan rekanan luar perusahaan dan pangsa pasar.

Menentukan identitas kepemimpinan

Identitas kepemimpinan yang kuat dapat memberikan kejelasan dan memperkuat keselarasan di seluruh tubuh organisasi. Kepemimpinan seperti ini, mampu melihat perbedaan unik yang di miliki oleh setiap orang dan kemudian memanfaatkannya untuk menangkap peluang bisnis yang belum terlihat sebelumnya.

Orang-orang di sekitar Anda akan mulai menyadari bagaimana identitas kepemimpinan tertentu dapat mempengaruhi evolusi bisnis ketika pemimpin yang bersangkutan dapat menerjemahkan cara berpikir mereka dan dampak kontribusi yang mereka ciptakan di lingkungan kerja.

Pemimpin harus mampu bereaksi secara lebih proaktif untuk menggali potensi orang lain dan dirinya sendiri.

Mengidentifikasi dan mendekatkan kesenjangan peluang

Kesenjangan dalam mengeksekusi peluang terjadi ketika pemimpin tidak cukup inovatif dan lebih cenderung menggunakan cara-cara lama untuk melakukan pekerjaan.

Jika bisnis sedang terisolasi maka hal tersebut mengindikasikan kurangnya pendekatan yang di lakukan pemimpin terhadap bisnis di luar dan organisasi perusahaan di dalam.

Pemimpin yang bereaksi secara lamban untuk merespon kebutuhan bisnis yang terus berubah, akan cenderung mengeluarkan keputusan-keputusan yang berisiko. Hal yang harus di lakukan pemimpin untuk memaksimalkan peluang bisnis adalah dengan bergerak secara lincah dan cepat.

Jika tidak, maka kesenjangan peluang yang terjadi di perusahaan akan melebar karena kurangnya kecakapan dalam merespon ancaman kompetitif, mengidentifikasi tren yang tak terduga, dan isu-isu bisnis yang harus mereka pecahkan.