Strategi pemasaran perusahaan harus terus beradaptasi dengan situasi pasar. Dan acap kali strategi tersebut mengalami perubahan, risiko terjadinya kegagalan merek semakin besar.

Pada dasarnya, strategi merek harus menyeimbangkan antara warisan perusahaan dengan situasi terkini. Beberapa faktor yang telah membuat merek menjadi mapan, tetap harus di pertahankan, namun di sisi lain tetap perlu di benahi melalui strategi-strategi yang lebih modern.

Inilah mengapa tak jarang perusahaan jadi kehilangan arah dalam menentukan identitas inti mereknya. Bagaimana cara untuk mengetahui hal ini? Jika sudah memburuk, apa yang dapat di lakukan untuk memperbaiki situasi?

hilang fokus pada strategi merek - generasi millenial

Baca juga: Mengapa generasi millenial tak setia terhadap merk

Berikut adalah tanda-tanda peringatan hilang fokus pada strategi merek perusahaan Anda:

Lupa akan pesan dan kesan tertentu yang telah di tonjolkan

Ketika merek sudah mencapai tingkat kemapanan, tak jarang, manajemen dan karyawan menjadi lupa mengapa branding yang di lakukan berpengaruh terhadap kesuksesan. Sebuah upaya harus di lakukan untuk mengingatkan, dan apabila perlu, memberi mereka pendidikan ulang mengenai tujuan utama yang terkait dengan merek perusahaan, seperti:

  • Mengkomunikasikan visi, misi dan nilai-nilai perusahaan kepada calon konsumen dan kader perusahaan
  • Menanamkan visi yang kuat dalam pemikiran karyawan untuk memotivasi mereka ketika sedang bekerja
  • Memberi kesempatan bagi tokoh-tokoh penting di industri Anda untuk mempromosikan pesan branding kepada pengikutnya
  • Meningkatkan biaya produk dan jasa

Jika pesan yang di sampaikan merek perusahaan Anda kabur, maka calon konsumen akan sulit menangkap kelebihan khas (unique value proposition) yang di tawarkan, dan alasan mengapa mereka harus membeli produk Anda. Jika merek tidak di tanggapi secara positif oleh dunia luar, maka dampaknya akan menyebar ke tubuh perusahaan.

Upaya perusahaan untuk meningkatkan angka penjualan dengan diversifikasi

Upaya untuk memperbanyak jenis produk memang sangat bermanfaat untuk menambah portofolio perusahaan dan melejitkan angka penjualan baru.

Namun, jika inovasi Anda melenceng terlalu jauh dari bidang atau genre produk awal yang berkaitan dengan merek, maka bahaya akan bermunculan.

Hasilnya, konsumen menjadi kebingungan dan pesan yang hendak di sampaikan pun menjadi kacau karena salah persepsi. Banyak perusahaan berlomba-lomba menjadi “generalis” seperti halnya Unilever namun, tidak semua berhasil dengan mulus.

Pakar branding, Mark Di Somma memperingatkan bahwa sebaiknya perusahaan fokus untuk membangun kedekatan dengan pasar, bukan keragaman.

Perusahaan Anda terlalu banyak membanjiri pasar dengan pesan merek yang tidak konsisten

Ada banyak media yang dapat di manfaatkan sebagai ruang pengiriman pesan merek perusahaan kepada target pasar. Oleh karenanya, perusahaan tergoda untuk memperbaiki dan bahkan mengubah inti dari pesan. Mereka meyakini, dengan melakukan hal demikian, maka akan lebih banyak konsumen yang datang.

Namun, justru sebaliknya, hal tersebut malah menciptakan inkonsistensi dan melemahkan daya tarik merek secara keseluruhan.

Contohnya, slogan “Just Do It” milik Nike yang sangat sederhana namun di kenal luas di seluruh dunia. Slogan tersebut sudah di pakai hampir 30 tahun lamanya dan belum pernah di ganti.

Lain halnya dengan Reebok yang sudah mengganti slogannya sebanyak 14 kali pada periode yang sama.

Pesan visual yang di tampilkan terlihat usang dan keluar jalur

Strategi pesan bukan hanya soal komunikasi verbal dan rancangan produksi. Elemen visual juga berperan penting, sebagaimana manusia adalah makhluk visual. Hilang fokus pada strategi merek juga paling mudah terasa apabila di lihat lewat pesan visual yang di tampilkan. Misalnya, pada situs web.

Jika situs web Anda terlihat terlalu tua dan tidak menampilkan banyak informasi, besar kemungkinan calon konsumen yang berkunjung kesana akan merasa perusahaan dan produk Anda tidak dapat di andalkan.

Slider mengingatkan: “(Calon konsumen) dapat berpindah ke pesaing lain yang memiliki pesan yang lebih segar dan tepat, dengan hanya melakukan satu atau dua klik. Kabar baiknya, Anda hanya perlu melakukan perubahan kecil-kecilan pada gambar, font, konten dan warna untuk menyegarkan pesan yang di tonjolkan.”