Indonetwork.co.id (Jakarta) – Sedikitnya 730 proyek properti bakal ditampilkan di ajang Indonesia Properti Expo (IPEX) mulai 22-30 September 2018 di Jakarta Covention Center (JCC) Senayan.

Dalam kesempatan tersebut, 200 pengembang properti menyambut sangat antusias terkait aturan baru pada loan to value (LTV) yang dinilai mampu mendorong penjualan di pameran IPEX 2018 nanti.

“Pelonggaran rasio LTV untuk kredit properti dan rasio financing to value (FTV) untuk pembiayaan properti ini diharapkan bisa membantu konsumen memiliki rumah serta mempermudah pengembang dalam penyediaan hunian,” ujar Leo Pengembang Harvest City.

Menurut Executive Vice President Non Subsidized Mortgage Lending Division Bank BTN, Suryanti Agustinar, relaksasi LTV kedua adalah pelonggaran jumlah fasilitas kredit atau pembiayaan melalui mekanisme inden.

“Sedangkan relaksasi terakhir adalah penyesuaian pengaturan tahapan dan besaran pencairan kredit atau pembiayaan,” pungkasnya.

Vice President PT Adhouse Clarion Events, Igad Permana, dalam kesempatan itu mengatakan pengunjung yang sedang cari rumah maupun apartemen bisa datang di pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) dengan tiket masuk secara gratis.

“Ini merupakan kesempatan emas bagi pencari properti, karena banyak harga promo menarik dan kesempatan itu hanya di pameran IPEX selama berlangsung,” ujarnya.

Manager Sales Development, Bank BTN Romeo Daniel, menjelaskan terkait berbagai program yang disuguhkan pada pameran IPEX nanti.

“Kemudahan itu diantaranya, Suku Bunga / Margin Murah, Uang Muka Ringan, Diskon Provisi, Diskon Administrasi, dan Diskon Premi Asuransi,” ujar Romeo.

Lebih lanjut dikatakan Romeo Daniel, IPEX 2018, terdiri dari ratusan Stand Peserta Komersil, dan stand Peserta FLPP.

“Subsidi bunga pengembang merupakan join promo antara Bank BTN dengan pengembang sehingga menciptakan suku bunga menarik yang bisa ditawarkan kepada konsumen,” papar Romeo Daniel.

Selain banyak promo bagi para pengunjung pameran, Romeo juga menjelaskan tentang KPR simple.

Menurut Romeo Daniel, Program KPR dengan kebijakan penyederhanaan (simplifikasi) persyaratan dokumen aplikasi kredit khusus untuk konsumen cicilan bertahap dari proyek pengembang tertentu yang potensial.