Indonetwork.co.id (Tokyo) – Potensi kerja sama Indonesia dan Jepang dalam sektor energi terbuka lebar. Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat beberapa hari lalu di Tokyo, Jepang.

Salah satu kerja sama yang dilakukan, penandatanganan kontrak kerja sama antara Presiden JAG Energy co.ltd, Yusuke Masuda dan PT. Awina Sinergi Indonesia, Ananda Setiyo Ivannanto.

Baca juga: Buka Akses Ekspor Produk Teh, Indonesia Jajaki Pasar Eropa

“Dalam kontrak kerja sama disebutkan bahwa PT. Awina Sinergi Indonesia akan memasok bahan bakar pembangkit listrik tenaga bio massa berupa cangkang kelapa sawit sebanyak 100.000 ton per tahun yang dimulai tahun 2018,” ungkap Mendag.

Selain penandatanganan MoU, Mendag didampingi Utusan Khusus Presiden untuk Jepang, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), dan Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), juga menerima audiensi PT. Awina Sinergi Indonesia dan JAG Energy Co. Ltd Jepang.

Dalam pertemuan tersebut JAG Energy co.ltd berharap, PT. PT. Awina Sinergi Indonesia dapat menyuplai bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga bio massa.

Mendag juga mengutarakan agar JAG energy co.ltd dapat berinvestasi di sektor Pembangkit Listrik Tenaga Bio Massa di Indonesia atau energi terbarukan lainnya.

Agenda dilanjutkan dengan pertemuan Mendag dan Toyota Motor. Dalam pertemuan tersebut Mendag mengutarakan agar service after sales dapat dipegang oleh perusahaan lokal.

Enggar berharap, Indonesia menjadi production hub, bukan hanya pasar bagi Toyota. “Ini dapat menggenjot ekspor dari pabrik Toyota yang berlokasi di Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, Toyota Motor menyampaikan akan terus bekerja sama dengan Indonesia dan meningkatkan investasinya di Indonesia.

One on One Business Matching
Dalam kunjungan kali ini, Kemendag juga memfasilitasi one on one business matching, mempertemukan 19 pelaku usaha Indonesia dengan importir atau distributor Jepang.

One on one business matching dibagi ke dalam lima sektor usaha, yaitu makanan dan produk herbal, tekstil dan produk tekstil, kertas dan produk kertas, manufaktur (ban, pupuk) dan energi terbarukan, serta aneka produk kreatif (mainan, fesyen, furnitur, teknologi, dekorasi rumah) dan jasa tenaga kerja.

Gelaran bisnis itu dibuka oleh Dirjen PEN, diikuti oleh PT Bustabica Bumi Pasemah (kopi), PT Coco Sugar Indonesia (gula kelapa), PT Berkah Haramain (kopi), Kasaba Pratama (bumbu, produk herbal, keripik), UD Cahaya Kencana (mie, kerupuk udang, aneka camilan).

Beberapa perusahaan lain yang turut serta PT Sinde Budi Sentosa (produk herbal), UD Ray Agri Indonesia (jagung, blewah jepang), PT Iroha Sidat Indonesia (olahan hasil laut), PT Rezeki Inthi Artha (tuna, buah-buahan), PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (tekstil dan produk tekstil), PT Tjiwi Kimia (perlengkapan alat tulis), dan perusahaan lain.

Adapun produk Indonesia yang diminati buyer Jepang antara lain kakao dan produk tuna kaleng dari PT Rezeki Inti Graha, Coco sugar organic produk PT Coco Sugar Indonesia dan kopi produksi PT Berkah Haramain mendapat calon buyer dari AEON.

Mainan produksi PT Chateda produsen juga mendapat calon buyer yang berminat memesan mainan anak edukasi berkarakter.

Hal yang menarik adalah terjadinya deal antara sesama peserta yaitu Kasaba Pratama dengan Sinde Budi Pratama sebesar Rp 190 juta untuk produk bumbu.

Dedy Mulyadi