Satu dasawarsa silam, percakapan video lewat ponsel di anggap sebagai hal yang membuang tenaga dan banyak memakan pulsa. Maklum, kecepatan internet saat itu jauh lebih lamban dan mahal. Sehingga aplikasi yang menawarkan layanan seperti ini tidak terlalu laku di pasaran.

Sekarang? Snapchat, sebuah aplikasi percakapan video yang di gagas oleh seorang mahasiswa dropout ini malah akan membuat penawaran saham perdananya (IPO) dengan nilai taksiran $25 miliar (324 triliun rupiah).

Internet perangkat seluler telah berkembang sedemikian pesat dan seluruh dunia saat ini sudah berbondong-bondong untuk menikmati jaringan 4G. Namun, generasi komunikasi tidak akan berhenti sampai di situ, karena 5G saat ini sedang di gagas. Mungkin nantinya di masa depan, konsep Internet of Things (IoT) akan berkembang lebih dari apa yang kita duga saat ini.

Kita sudah banyak mendengar soal teknologi mobil tanpa sopir (self-driving cars), pesawat tanpa awak (drone) dengan kamera 360 derajat, kulkas serta mesin cuci yang bisa berkomunikasi dua arah dan sebagainya. Konsep ini akan dapat berjalan dengan mulus di jaringan 5G, karena teknologi ini mampu “menawarkan kapasitas yang tak terbatas sejauh mata memandang.”

jaringan 5g untuk bisnis - ilustrasi

Sumber: Rcrwireless.com

Kemunculan teknologi Internet of Things nantinya membutuhkan elemen-elemen rantai bisnis baru untuk melancarkan pengoperasiannya.

Dari sinilah 5G kemudian memunculkan jenis bisnis dan jasa baru yang tak terbayangkan sebelumnya.

Richard Adler, seorang pakar informatika dan anggota Institute for the Future (IFTF) mengatakan kecepatan jaringan 5G akan mendorong layanan on-demand dan komunikasi pembelajaran di tingkat pribadi, daerah, nasional, global, dan bahkan antar planet.

Adler membuat perbandingan ketika telepon, televisi kabel, dan iTunes App Store di ciptakan pada masanya. Industri-industri baru bermunculan dari hadirnya teknologi tersebut, dan 5G akan membuka potensi yang jauh lebih luas di masa mendatang.

Contohnya saja di bidang keamanan siber. Karena sifatnya yang baru, jaringan 5G akan menjadi peluang bagi peretas-peretas jahat untuk memanfaatkan kelengahan pengguna. Maka, industri keamanan siber akan berinovasi supaya kelemahan tersebut tertutupi dan melindungi pengguna.

Adler menyebutnya sebagai pengusaha imajinatif, yakni wirausahawan yang menciptakan layanan diluar kemampuan industri saat ini.

Perlu di ketahui bahwa jaringan 5G memiliki frekuensi gelombang yang jauh lebih tinggi ketimbang 4G. Hasilnya, kecepatan komunikasi meningkat drastis, namun area jangkauannya menjadi lebih sempit. Hal ini akan mengharuskan operator seluler untuk membangun infrastruktur komunikasi lebih dari sekadar menara sinyal konvensional, dan berinovasi untuk memanfaatkan tiang atau bangunan tinggi misalnya.

Pemerintah negara-negara maju sudah menginvestasikan banyak modal untuk menggali potensi jaringan 5G ke depannya. Pada Juli silam, National Science Foundation di Amerika Serikat mengucurkan dana sebesar $400 juta (5,1 triliun rupiah) untuk melakukan riset 5G.

Namun, Adler berpendapat, pemerintah nasional dan daerah harus bekerjasama dengan perusahaan swasta dan lembaga peneliti untuk memastikan bahwa infrastruktur yang dibutuhkan dapat terpasang secepatnya dan dengan biaya yang efektif.

Produk fisik dan digital di masa depan akan di luncurkan tidak lagi secara terpisah namun sebagai sebuah ekosistem. Yang di maksud dengan ekosistem di sini adalah ketersediaan suatu produk utama beserta aksesoris tambahan dan barang-barang pendamping. LG, Samsung, dan Sony sudah mencoba untuk meluncurkan produk elektronik dengan cara ini.

Jaringan 5G juga kemungkinan akan “memaksa” operator seluler untuk menstandarisasi pemakaian kartu SIM elektronik yang memungkinkan pengguna berpindah operator tanpa harus membuka dan memasang kartu fisik. Samsung dan Apple adalah pionir terdepan dalam perancangan teknologi ini. Jam tangan pintar Samsung Gear S2 dan iPad 9.7 inci generasi berikutnya akan dilengkapi dengan kartu SIM elektronik.

Bayangkan, dari sekian banyak teknologi baru di atas, bisnis Anda akan mengalami percepatan dan efisiensi luar biasa. Jika Anda bisa tanggap dalam merespon perubahan zaman di bidang teknologi, niscaya, pasar-pasar potensial yang berkaitan dengan jaringan 5G bisa Anda manfaatkan sebagai daya ungkit dalam mendorong kapitalisasi bisnis.