Indonetwork.co.id (Jakarta) – Selain menargetkan nilai transaksi sebesar USD 1,1 miliar pada gelaran pameran dagang internasional terbesar di Indonesia. Kementerian Perdagangan juga bakal mengumumkan perusahaan-perusahaan sebagai nomine penerima penghargaan Primaniyarta 2017.

Setelah melalui proses seleksi dan evaluasi, diputuskan sejumlah 33 perusahaan nomine dari 133 perusahaan yang lolos pada tahap seleksi administrasi.

Baca juga: Jaring Pembeli Internasional, TEI 2017 Targetkan 1.100 Peserta

“Tahap seleksi telah selesai pada Rabu, 20 September 2017. Sehingga diputuskan 33 perusahaan sebagai nomine penerima Primaniyarta 2017,” ungkap Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Arlinda di Jakarta (27/9).

Kemarin, pihaknya juga telah melakukan penjurian oleh Tim Juri independen yang terdiri atas kalangan profesional, akademisi dan media untuk menetapkan 20 perusahaan penerima Primaniyarta 2017.

Arlinda menambahkan, penerima Primaniyarta 2017 akan diumumkan pada pembukaan Trade Expo Indonesia 2017, Rabu, 11 Oktober 2017 di Hall Nusantara, Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang, Banten.

Primaniyarta merupakan penghargaan tertinggi dari Pemerintah Indonesia kepada eksportir yang dinilai paling berprestasi di bidang ekspor dan dapat menjadi teladan bagi eksportir lainnya.

Primaniyarta Motivasi Eksportir
Tujuan pemberian penghargan Primaniyarta adalah memotivasi eksportir sekaligus mendorong pertumbuhan jumlah pelaku ekspor yang berdaya saing, sehingga pada akhirnya dapat memacu kinerja ekspor nonmigas Indonesia.

Pameran dagang internasional terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) akan digelar untuk yang ke-32 kalinya. TEI 2017 akan digelar pada 11-15 Oktober 2017 di ICE BSD. Kemendag menargetkan nilai transaksi sebesar USD 1,1 miliar di TEI tahun ini.

Dalam hal ini Kementerian Perdagangan juga berkoordinasi dengan 132 kantor perwakilan Indonesia di luar negeri, 23 atase perdagangan, 19 Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), 1 Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia, serta 1 Konsul Perdagangan untuk menjaring buyer asing.

“Upaya ini menjadi tindak lanjut reorientasi dan reposisi atase perdagangan dan ITPC, yang tidak hanya menjadi marketer tapi juga menjadi customer service bagi buyer di negara akreditasi mereka yang menjadi mitra pelaku usaha Indonesia,” kata Arlinda.

Dedy Mulyadi