Indonetwork.co.id (Jakarta) – Ketersediaan barang dengan harga murah bagi para pedagang pasar rakyat dan pemilik warung dari ritel modern adalah salah satu program yang tengah ditingkatkan Kementerian Perdagangan Indonesia.

Satu diantaranya adalah melakukan kerja sama antara Indogrosir dan Alfamart, yang ke depannya akan diikuti oleh grosir-grosir lainnya.

Baca juga: Kemendag Revisi Target Pertumbuhan Ekspor Naik Menjadi 11%

“Kerja sama yang telah terjalin antara ritel modern dengan pasar rakyat atau warung akan dievaluasi dan ditingkatkan. Dengan dimikian pedagang di pasar rakyat dan warung mendapatkan opsi untuk memperoleh barang dengan harga yang murah,” ungkap Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita.

Kemendag berupaya untuk membuka akses terhadap sumber dana untuk  permodalan. Termasuk menindaklanjuti dengan Otoritas Jasa Keuangan  terkait  pinjaman atau pembiayaan dalam usaha skala mikro (microfinancing) dan urun dana untuk permodalan (crowdfunding).

“Kami juga akan mengadopsi Sistem Informasi Perdagangn Antarpulau (SIPAP)  yang dikembangkan Provinsi Jawa Timur. SIPAP akan mencakup komoditas bahan pokok yang tersedia dan yang dibutuhkan di masing-masing daerah,” terang Enggar.

“Penerapan SIPAP ini diharapkan dapat memperpendek mata rantai penjualan komoditas,” tandas Mendag.

Pasarkan Produk UKM di Laman Pemasaran Virtual
Di era penjualan daring, Mendag akan merumuskan kebijakan e-dagang yang mendorong terciptanya persaingan usaha yang setara antara pemasaran daring dan luring.

Enggar menekankan bahwa, laman pemasaran virtual (marketplace) harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memasarkan produk-produk Indonesia, terutama produk-produk UKM, ke luar negeri.

Kondisi yang terjadi saat ini, kata Mendag, laman pemasaran virtual masih didominasi pemasaran produk-produk impor ke Indonesia.

“Kemendag akan segera merumuskan langkah-langkah untuk membantu usaha kecil dan menengah (UKM) yang sudah terseleksi menjual produknya di laman pemasaran virtual dan bersaing dengan produk-produk impor lainnya. Pasar di dalam negeri harus diisi dengan produk-produk dalam negeri. Ini sebagai tindak lanjut dari perintah Presiden Joko Widodo,” tandasnya.

Opsi lain yang tengah dipersiapkan adalah pemanfaatan Pusat Logistik Berikat (PLB) sebagai tempat masuknya produk-produk impor dari e-dagang. “Tujuan pemanfaatan PLB adalah untuk mengetahui jenis barang pada e-dagang untuk pengenaan pajak. Ini ditujukan bagi perusahaan e-dagang yang tidak memiliki perwakilan di Indonesia,” jelas Mendag.

Dedy Mulyadi