Indonetwork.co.id (Surabaya) – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita akan mengadopsi konsep Jawa Timur Fair (Jatim Fair) untuk dapat diimplementasikan di seluruh Provinsi di Indonesia.

Hal ini dikemukakan Mendag saat memberikan sambutan pada pembukaan Jatim Fair 2017 yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-72 Provinsi Jawa Timur 2017, Kamis (5/10) di Grand City, Surabaya, Jawa Timur.

“Untuk mengadopsi konsep Jatim Fair, Kementerian Perdagangan akan menjadi koordinator pelaksana yang mengembangkan konsep ini menjadi sistem perdagangan antarprovinsi dan antarpulau,” ungkap Enggartiasto.

Baca juga: Jatim Jadi Proyek Percontohan Pengembangan Ekonomi Syariah

Menurutnya, dengan dukungan Kemendag dalam hal regulasi, diyakini konsep ini nantinya dapat menciptakan pola supply and demand yang baik, memotong mata rantai, dan mewujudkan stabilitas harga.

Jatim Fair 2017 Bukukan Transaksi Rp750 Miliar Dalam Waktu Singkat
Jatim Fair kali ini merupakan penyelenggaraan tahun yang ke-8. Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyampaikan, pada Jatim Fair 2017 telah dihasilkan transaksi sebesar Rp 750 miliar dalam waktu satu setengah jam pada hari pembukaan pameran

Selama ini, lanjut Mendag, kegiatan serupa Jatim Fair telah dilakukan di daerah-daerah lain di Indonesia, namun penyelenggaraannya belum lengkap dan belum terkoordinasi dengan baik.

“Untuk itu, Kemendag sebagai koordinator akan mengundang para pemerintah daerah untuk mendengarkan paparan dari Gubernur Jawa Timur mengenai penyelenggaraan Jatim Fair,” jelasnya.

Penerapan konsep Jatim Fair di provinsi-provinsi di Indonesia tidak hanya bermanfaat sebagai ajang promosi potensi daerah, tetapi juga sebagai upaya menghasilkan transaksi dan mendorong provinsi-provinsi lain di Indonesia mengembangkan nilai tambah untuk produk-produk daerahnya.

Mendag juga mengapresiasi kerja keras Pemerintah Provinsi dan para pelaku usaha di Jawa Timur yang berhasil mencatatkan surplus perdagangan dengan Singapura.

“Jawa Timur berhasil mencatatkan surplus perdagangan dengan Singapura. Padahal secara nasional, neraca perdagangan Indonesia masih defisit terhadap Singapura,” tegasnya.

“Surplus Jawa Timur terhadap Singapura ini didukung oleh visi Pemerintah Provinsi untuk menjual dan menghasilkan produk bernilai tambah. Ini yang perlu ditiru oleh para kepala daerah lainnya,” tandas Mendag.

Pada pembukaan Jatim Fair 2017 ini, Mendag juga mengimbau para pelaku toko modern untuk membantu dan mengangkat para pengusaha kecil. Menurut Mendag, UMKM harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri serta mampu terus meningkatkan kapasitas sehingga dapat didorong untuk ekspor.

“Saya meminta toko modern untuk memberikan kesempatan bagi UMKM secara periodic mempromosikan produk-produknya dengan memberikan tempat di pusat perbelanjaan tanpa memungut biaya. Ini saatnya kita membantu UMKM agar dapat maju bersama,” kata Mendag.

Menurutnya, UMKM yang diberikan kesempatan mempromosikan produknya di pusat perbelanjaan besar menyatakan terjadi peningkatan transaksi penjualan lebih dari 80% di tiga hari pertama.

“Para pelaku usaha yang telah sukses hendaknya mengembalikan sebagian kesuksesannya untuk kemajuan daerahnya masing-masing,” pungkas Mendag.

Dedy Mulyadi