Setiap hari, kebanyakan orang di sibukkan dengan beragam prioritas yang tiada habisnya. Sampai-sampai, mereka lupa untuk memberi dirinya nutrisi.

Penelitian menunjukkan, hanya 20 persen pegawai kantoran yang mengambil jam makan siang untuk mengisi pencernaannya.

Mengatur jadwal makan siang untuk produktitivitas

Kami ingin memperingatkan bahwa hal ini sangat berbahaya untuk jangka panjang. Untuk itu, Anda harus rela mengubah kebiasaan ini dan mengatur jadwal makan siang secara teratur.

Baca juga: Tips untuk mencegah kebiasaan buruk demi produktivitas

Penelitian juga menunjukkan bahwa jam makan siang yang rutin akan membawa manfaat psikologis sehingga otak akan merasa lebih gembira dan lebih siap dalam mengerjakan tugas produktif. Berikut alasannya:

1. Makan siang teratur baik untuk otak Anda

Setiap kali Anda menyelesaikan tugas kecil-kecilan, otak akan mengeluarkan hormon dopamin yang membuat Anda merasa gembira dan tenang. Jadi, jika Anda dapat merencanakan jadwal makan siang ke dalam beberapa bagian secara terprediksi, maka hormon tersebut akan keluar setiap kali menyelesaikan bagian-bagian tersebut.

Jadwal makan siang yang teratur juga dapat memberi motivasi bagi diri sendiri bahwa kita sudah menyelesaikan setengah hari dan layak mendapatkan ganjaran yang setimpal.

2. Merasa lebih terkendali

Dalam bekerja, Anda di tuntut untuk bersikap sigap terhadap permintaan sesama anggota tim, dan tunduk kepada klien serta atasan. Hal-hal semacam ini merusak sifat pengendalian diri yang sudah menjadi kebutuhan biologis manusia untuk mempertahankan hidupnya.

Makan siang yang terencana akan mengembalikan Anda ke posisi pengendali karena seluruh aspeknya hanya di atur oleh Anda seorang.

3. Butuh istirahat

Penyelesaian tugas dan pengambilan keputusan kerja yang tiada henti membutuhkan tenaga. Otak butuh asupan bahan bakar supaya tetap bekerja optimal.

Jadi, jika tidak mengistirahatkan tubuh, maka nutrisi dan energi yang tersimpan akan terkuras lebih cepat. Anda pun jadi kurang bersemangat, kurang kreatif, dan memiliki emosi yang lebih labil.

Jadwal makan siang akan memberi waktu luang bagi otak untuk beristirahat dan mengisi ulang dayanya.

4. Makan siang sendiri bagus untuk mengendalikan asupan nutrisi

Ketika tidak merencanakan makan siang, kemungkinan besar Anda akan jajan di kantin perusahaan atau lebih buruknya lagi, makan makanan ringan yang bernutrisi rendah namun berkalori tinggi.

Makanan ringan seperti keripik banyak mengandung sodium dan zat penyedap rasa dalam tingkat yang cukup membahayakan. Jika terlalu banyak di konsumsi, maka zat tersebut akan merusak keseimbangan gula darah dan membuat kita lebih mudah lelah, stres dan depresi.

5. membantu Anda berinteraksi secara bebas

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial. Berada di tengah-tengah orang banyak akan meningkatkan peluang untuk bertahan hidup lebih lama.

Jadwal makan siang yang teratur akan memberi Anda kebebasan dalam berinteraksi dengan anggota tim yang lain, atau bahkan anggota keluarga

6. Makan siang terencana membuat hari-hari lebih terprediksi dan stabil

Manusia lebih nyaman jika semua hal dapat di perkirakan. Maka dari itu, membuat kegiatan secara terencana adalah salah satu cara efektif untuk menghilangkan stres.

Jika Anda tidak tahu kapan untuk makan, maka pekerjaan bisa saja melenceng dari perkiraan. Jadwal makan siang yang terencana dapat berfungsi sebagai tonggak titik perencanaan aktivitas lain.

7. Memberi “jam kebebasan” di tengah kesibukan kerja

Mengatur jadwal makan siang secara jelas dan definitif akan memungkinkan Anda untuk menjelaskan kapan pastinya Anda dapat di mintai pertanggungjawaban kerja dan kapan tidak. Karena mereka sudah paham akan jadwal tersebut, maka tidak perlu khawatir apabila sewaktu-waktu mereka membutuhkan.

Kebanyakan kaum profesional di era modern punya prinsip “terserah” dalam menentukan jadwal makan siang. Secara psikologis, hal tersebut sama saja seperti minum sup dengan menggunakan sumpit.

Rancanglah kestabilan diri Anda di lingkungan kerja dengan menuliskan jadwal terperinci sehingga dapat memberi manfaat positif yang lebih banyak bagi perusahaan dan diri sendiri.