Indonetwork.co.id (Hong Kong) – Tanpa banyak diketahui, jejaring para profesional senior yang bergerak di bidang hubungan pemerintahan dan korporasi, PublicAffairsAsia yang berkedudukan di Hong Kong, untuk pertama kalinya menganugerahkan piagam kepada seorang pejabat pemerintah Indonesia.

PublicAffairsAsia menyerahkan piagam “2017 Gold Standard Award for Policy-Maker of the Year” kepada Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kementerian Perdagangan, Iman Pambagyo, pada 30 November 2017 lalu di Foreign Correspondents’ Club, Hong Kong.

Baca juga: Bantu UKM Perluas Jangkauan, Smesco Jajaki Pasar Singapura

Piagam kategori perorangan ini diserahkan kepada Iman setelah para juri mempertimbangkan kandidat lainnya yakni Gubernur Tokyo dan seorang Senator dari Australia.

Para juri memutuskan bahwa, piagam tersebut layak diberikan kepada Iman karena peranannya dalam berbagai perundingan perdagangan yang telah dan sedang berlangsung.

Iman terpilih karena dirinya jadi peran kunci dalam memimpin perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dalam lima tahun ini. Dipercaya akan mengubah peta kebijakan ekonomi negara-negara peserta RCEP.

Penyerahan piagam dihadiri wakil dari berbagai perusahaan public relations, konsultasi komunikasi, media massa kawasan, serta undangan lainnya, dan dipandu pembawa berita dari Bloomberg TV, Yvonne Man dan Alvin Lee.

Peran Indonesia di Kancah Perdagangan Internasional
Dalam “judges’ citation” tertulis bahwa, Iman harus mengelola perundingan pada beberapa tataran secara simultan. Pertama, pada tataran nasional untuk mendapatkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Kedua, pada lingkup ASEAN yang melibatkan 10 negara anggotanya yang tidak selalu memiliki posisi yang sama untuk setiap isu runding.

Ketiga, memimpin perundingan di antara 16 negara peserta RCEP (ASEAN, Australia, India, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, dan RRT) yang memiliki ambisi yang sangat berbeda dengan karakter perunding yang berbeda pula. Dan keempat, konsultasi dengan pemangku kepentingan baik wakil dunia usaha maupun wakil-wakil dari organisasi masyarakat madani.

“Piagam ini merupakan pengakuan atas peranan Indonesia dan Kementerian Perdagangan dalam kancah perundingan perdagangan internasional, khususnya di kawasan Asia Timur,” ucap Iman.

Menurutnya, kawasan Asia Timur sangat dinamis dan semakin memainkan peran kunci sebagai penggerak perdagangan kawasan dan dunia di tengah menguatnya sentimen antiglobalisasi bahkan anti-perdagangan di berbagai negara maju.

Dedy Mulyadi