Sejak zaman dulu sudah banyak orang memilih usaha ternak sebagai sumber pendapatan tambahan.

Tapi saat ini sebagian dari mereka sudah menjadikannya sebagai pekerjaan tetap karena memiliki prospek yang sangat bagus untuk di kembangkan.

Meski kadangkala mengalami pasang surut, tapi hasil yang di dapat memang sangat di butuhkan oleh pasar.

Hampir setiap hari masyarakat selalu butuh akan daging, telur atau susu untuk di olah kembali menjadi makanan. Maka dari itu, tidak heran jika peluang usaha ternak ini selalu mendatangkan keuntungan besar.

Syarat menjalankan usaha ternak

Akan tetapi sebelum menjalankan, kami sarankan untuk membuat perencanaan terlebih dahulu, sehingga potensi kerugiannya dapat Anda kurangi.

peluang bisnis online - usaha rumahan

Baca Juga: Peluang usaha rumahan dengan untung besar

Seperti bidang bisnis serupa, meski memiliki prospek yang baik, namun usaha ternak tetap memiliki resiko tidak kalah besar.

Apalagi bagi peternak pemula yang belum punya pengalaman serta kurang memahami seluk persaingan bisnis.

1. Modal dan perintisan

Modal memang selalu menjadi kendala utama dalam berbisnis tetapi sebenarnya bukan sesuatu yang bersifat mutlak.

Modal dapat kita cari melalui kerjasama dengan investor. Namun khusus untuk pemula, sebaiknya memilih jenis peluang usaha ternak yang kebutuhan modalnya tidak terlalu tinggi. Jadi skala usahanya juga kecil.

Yang di maksud dengan kecil di sini bukan berarti apabila hewan yang di ternak adalah hewan berukuran kecil pula. Boleh saja beternak sapi atau hewan besar lain, tapi cukup beberapa ekor dulu saja.

Sembari seperti itu, Anda tentu juga dapat mengetahui secara lebih mendalam teknik pemasaran dan tingkat persaingannya.

2. Perawatan hewan ternak

Dari urusan modal, lanjut kepada teknis perawatan. Usaha ternak memiliki peluang yang sangat bagus. Tetapi jika ingin berhasil, Anda harus memiliki ilmu yang cukup tentang segala urusan, berkaitan dengan teknik perawatan hewan ternak tersebut.

Perawatan meliputi pembenihan, mencari bibit unggul, pembesaran hingga masa panen termasuk metode penanggulangan serangan penyakit atau hama.

Selanjutnya dari sekian banyak jenis binatang ternak, ada yang mudah perawatannya namun ada pula yang butuh penanganan khusus.

Dari sini kemudian dapat kita ambil sebuah kesimpulan, bahwa pelaku usaha harus bisa mencari serta menentukan jenis hewan yang paling mudah di rawat dan pelihara.

Jangan memilih binatang dengan perawatan khusus dan rumit kecuali telah menguasai segala teknis yang berkaitan.

3. Peralatan dan sarana budidaya

Kondisi lain yang harus di cermati oleh pelaku usaha ternak adalah ketersediaan peralatan dan sarana untuk budidaya.

Peralatan tersebut antara lain adalah perabot untuk membuat kandang dan kelengkapannya. Sedangkan untuk prasarananya meliputi ketersediaan stok pakan, obat-obatan dan sebagainya.

Meski gampang di pelihara, namun bagaimana jadinya jika alat atau perabot yang Anda gunakan untuk membuat kandang tidak bisa di beli karena tidak ada toko yang menjualnya?

Apalagi untuk kandang hewan yang tidak dapat kita buat sendiri. Demikian pula dengan pakan dan obat-obatan yang di perlukan, saat terserang penyakit.

Hal-hal seperti itu harus di perhitungkan dengan cermat. Lakukanlah pengecekan lebih dulu agar tidak menimbulkan masalah atau kerugian.

4. Pangsa pasar

Tidak akan ada artinya sama sekali jika usaha yang di jalankan bisa menghasilkan panen berlimpah dan berkualitas namun tidak laku terjual. Usaha ternak tersebut hanya akan mendatangkan penyesalan belaka.

Dalam urusan ini, riset pasar harus di lakukan sebelum beroperasi. Misalnya, Anda harus lebih dulu mengetahui jenis apa saja yang di butuhkan dan selalu di cari oleh masyarakat.

Selain itu untuk masalah pemasaran, ada situasi di mana teknisnya butuh kerjasama yang baik antara peternak atau pelaku usaha, serta agen penjual hasil ternak.

Karena itu keberadaan relasi dan mitra kerjasama bidang pemasaran adalah suatu kebutuhan yang mutlak harus ada.

5. Laba atau keuntungan

Apapun jenis kegiatan bisnis yang di lakukan, kita pasti selalu ingin mendapat laba atau keuntungan yang lebih besar.

Begitu pula dengan dunia peternakan, setiap pelaku harus bisa menentukan varian mana yang mampu mendatangkan laba paling tinggi.

Hanya saja perlu di garis bawahi, besarnya keuntungan atau laba ini bukan di tentukan dari nilai yang Anda terima, kemudian di bandingkan dengan modal yang telah keluar saja.

Waktu yang di butuhkan untuk merawat hewan ternak juga harus di hitung dengan teliti.

Jadi, pilihlah peluang usaha ternak dengan kebutuhan modal lebih kecil namun bisa di panen dalam waktu lebih cepat dan dapat di pasarkan dengan harga tinggi.

Termasuk tenaga, pikiran yang tercurah untuk memelihara, harus kita hitung juga. Demikian pula dengan resiko kerugiannya.

Contoh, antara ternak kelinci atau kambing, tentu ternak kelinci membutuhkan waktu lebih singkat dalam masa pembiakkannya.

Tetapi untuk kambing, hasil pembesarannya lebih mudah di jual dengan harga tinggi.

Pemeliharaannya juga lebih mudah di lakukan bahkan tidak butuh penanganan khusus seperti kelinci.

Usaha ternak paling prospektif dan menjanjikan

Di Indonesia terdapat banyak sekali jenis binatang ternak yang bisa di kembangbiakkan.

Selain itu ada pula varian yang perawatannya tidak membutuhkan modal besar dan sangat mudah di pasarkan sekaligus memiliki nilai jual tinggi.

Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Ikan lele

Lele merupakan ikan yang sangat di gemari masyarakat. Lebih daripada itu, banyak rumah makan atau restoran yang menyediakan masakan ikan lele sebagai menu utama. Untuk urusan pemasaran, sampai saat ini pula, budidaya ikan tersebut hanya sedikit yang menemui kendala.

Baca juga: Cara mudah budidaya ikan lele di kolam tanah

Modal untuk membeli bibit pun sangat kecil, termasuk biaya untuk membuat kolam.

Pakan juga mudah di dapat, bahkan bisa Anda buat sendiri agar bisa menghemat ongkos pengeluaran.

Kelebihan lain, masa panen tergolong cepat dan hanya perlu waktu beberapa bulan saja. Pembesarannya cukup mudah, apalagi lele merupakan jenis ikan yang tidak gampang terkena serangan penyakit.

2. Ayam petelur dan pedaging

Baik petelur maupun pedaging, ayam juga dapat menjadi ladang bisnis yang prospektif. Harga jualnya memang fluktuatif, namun tetap saja mampu memberi keuntungan besar bagi peternak.

Di bandingkan ikan lele, ternak ayam pedaging dan petelur memang sedikit lebih sulit. Untuk pemula, sebaiknya mendalami dulu cara pembiakkan tepat karena ayam termasuk hewan yang mudah stres, apalagi jika Anda pelihara pada lingkungan yang tidak cocok.

Namun tidak perlu takut, sebab informasi seputar pemeliharaannya sangat mudah di dapat.

3. Bebek

Daging bebek memang kurang begitu populer di banding ayam. Namun, hasilnya lebih menguntungkan karena daging bebek memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Selain itu hewan ini lebih tangguh dan bisa hidup pada daerah dengan kondisi apapun. Untuk modal pembelian benih atau anakan juga lebih murah.

Hasil panen biasanya tidak di pasarkan ke masyarakat secara langsung, tetapi justru pangsanya adalah restoran atau rumah makan.

4. Jangkrik

Meski terlihat sepele, usaha ini telah terbukti mampu membuat peternaknya menuai keuntungan yang tidak sedikit.

Hasil panennya selalu habis di serap oleh pasar, karena selain menjadi pakan burung, jangkrik juga di manfaatkan sebagai bahan kosmetik dan obat-obatan oleh perusahaan besar.

Berbeda dengan ikan lele, ayam atau bebek, usaha ternak jangkrik dapat kita jalankan pada ruang kecil dan tertutup.

Modal juga jauh lebih sedikit. Selain ruang gelap, kebutuhan utama lainnya untuk membuka usaha ternak jangkrik adalah kandang dari kotak kayu dan pakan khusus.

5. Belut

Hewan berkulit licin dan berwarna hitam ini sangat mudah sekali di pelihara dan dapat di tempatkan pada lahan empit atau tong besar sekalipun. Media ternaknya pun sederhana, yakni berupa lumpur di campur dengan jerami.

Meski kurang begitu populer, belut tetap menjadi komoditas yang populer karena punya cita rasa khas dan nikmat. Hasil ternak hewan ini lebih sering di goreng atau buat keripik.

Terlebih di luar negeri, pangsa pasarnya jauh lebih luas terutama di negara Jepang, China dan Timur Tengah.

6. Ternak cacing

Cacing merupakan hewan yang jarang sekali di konsumsi oleh manusia. Meski demikian, tetap menjadi peluang usaha ternak yang sangat menjanjikan terutama jika di pasarkan ke luar negeri.

Di mancanegara, cacing banyak di olah menjadi bahan kosmetik atau obat-obatan. Khusus untuk pasar dalam negeri, biasanya di manfaatkan untuk pakan ternak hewan seperti burung, ikan lele dan bebek (serupa dengan jangkrik).

Modal untuk menjalankannya usahanya juga sangat kecil, hanya butuh sekitar ratusan ribu rupiah saja. Pemeliharaan dan perawatan juga tidak sulit, bahkan bisa di lakukan oleh siapa saja asal tidak merasa geli dan jijik.

Dari pembibitan sampai masa panen hanya butuh waktu 3 hingga 4 bulan.

7. Ternak kroto

Kebutuhan dan permintaan kroto selalu mengalami peningkatan karena sekarang, sudah mulai sulit di temukan pada alam liar (hutan dan perkebunan) alias langka.

Baca juga: Tips budidaya kroto menggunakan pipa paralon

Jadi tidak ada pilihan lagi selain membeli dari para peternak. Bisa kami katakan, peluang usaha ternak kroto memiliki prospek pasar menjanjikan, karena nilai jualnya tergolong tinggi.

Kroto adalah telur dan anakan hasil dari semut rang-rang. Teknik budidaya hewan tersebut tidak sulit dan hanya memerlukan waktu selama beberapa puluh hari saja untuk tiba saat panen.

Segmen utama pemasarannya adalah pemilik dan penjual burung peliharaan, hingga orang-orang tertentu yang hobi memancing.

8. Bekicot

Banyak yang percaya bahwa bekicot memiliki manfaat dalam menyembuhkan beberapa jenis penyakit, terutama luka-luka tubuh. Namun pangsa utama hasil peluang usaha ternak ini adalah pelaku usaha lain yang membudidaya bebek atau ikan lele.

Tidak ada modal yang perlu kita keluarkan, kecuali lahan tertutup. Untuk pakannya pun bisa di hasilkan sendiri karena bekicot hanya memakan daun dan sayuran saja.

9. Burung puyuh

Seperti halnya bebek atau belut, hanya golongan masyarakat tertentu saja yang suka mengkonsumsi daging burung puyuh. Tetapi tetap saja, menjadi primadona dalam dunia usaha ternak karena selalu memberi keuntungan yang sangat besar.

Perawatan maupun dan pembesarannya mirip dengan ayam, butuh kesabaran dan ketelatenan. Namun kami jamin, kerja keras tersebut akan terbayar lunas setelah memasuki masa panen sebab harga jual burung puyuh sangat tinggi.

Apalagi mengingat bahwa hasil panen yang di dapat ada 2 sekaligus, yakni berupa telur dan daging. Proses pembesarannya butuh waktu lebih singkat daripada ayam atau bebek.

10. Pembesaran kambing dan domba

Jumlah konsumsi daging kambing atau domba di Indonesia memang tidak setinggi ayam dan sapi.

Tapi jangan berpikir jika kambing tidak mampu menghasilkan laba besar. Terlebih lagi mengingat bahwa setiap tahun terjadi peningkatan permintaan luar biasa, terutama pada hari raya Idul Adha.

Sektor usaha ini butuh modal lebih besar, namun tetap saja banyak yang tertarik memilihnya karena mudah sekali di pasarkan terutama pada kota-kota besar.

Untuk seorang pemula, apabila belum memahami teknik pemasarannya dapat menggunakan hitungan khusus agar kambing dapat memenuhi syarat untuk di sembelih pada hari raya.

11. Pembesaran sapi

Modalnya memang lumayan tinggi tapi bisa Anda rintis dengan cara memelihara sapi dalam jumlah beberapa ekor seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya.

Pembesaran hanya butuh waktu sekitar 6 hingga 9 bulan saja. Bahkan jika dapat memilih bibit unggul berkualitas, masa penggemukannya akan lebih singkat, kurang lebih 4 atau 5 bulan.

Selain itu setelah berkembang, saat sapi telah bertambah banyak, kotoran yang di hasilkan juga dapat kita olah menjadi pupuk organik.