Indonetwork.co.id (Jakarta) – Indonesia memiliki potensi dalam menumbuh kembangkan kewirausahaan. Pada tahun 2030, Indonesia diperkirakan memiliki usia produktif di atas 60%, dan 27% di antaranya adalah penduduk berusia muda, yang berpotensi untuk menjadi wirausaha.

Perkembangan gaya hidup digital juga berpotensi dapat mendorong berkembangnya start-up teknologi dan mempermudah akses pasar produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Baca juga:  Wujudkan Iklim Usaha Kondusif, Pemerintah Tetapkan STRANAS

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2016, internet telah menjangkau lebih dari 51,8% populasi Indonesia.  Sementara pada tahun 2030, diperkirakan 135 juta penduduk Indonesia akan memiliki penghasilan bersih (net income) di atas USD3.600. Tren permintaan produk-produk digital di pasar global juga dipastikan akan meningkat.

“Untuk itu diperlukan pendampingan dan dukungan semua pihak agar calon entrepreneur muda Indonesia memiliki daya saing, inovasi, dan kreativitas yang tinggi, serta kesempatan berkembang yang lebih besar,” ungkap Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, M Rudy Salahuddin.

Menurutnya, salah satu hal yang mesti dilakukan adalah melalui perluasan akses sumber-sumber pembiayaan.

Rudy menjelaskan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah mengeluarkan beberapa Paket Kebijakan Ekonomi dalam upaya memperbaiki iklim usaha di Indonesia. Salah satunya Paket Kebijakan Ekonomi ke-14 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional.

Penguatan Pelaku Usaha Lokal
Pemerintah Indonesia juga memiliki visi menjadikan Indonesia sebagai negara digital ekonomi terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020, dengan fokus pada kepentingan nasional, berbasis penguatan pelaku usaha lokal, termasuk wirausaha (UMKM dan start-up lokal).

“Dengan demikian, intervensi pemerintah perlu dilakukan untuk memberikan kepastian dan perlindungan hukum tanpa mematikan inovasi, dan diperlukan gerakan inklusif yang melibatkan semua pihak dan seluruh lapisan masyarakat,” lanjut Rudy.

Dirinya juga menyampaikan perlunya semangat kewirausahaan, kreativitas, dan inovasi dalam proses menjadi wirausaha.

Selain itu, pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan komunitas juga harus bersama-sama mendukung penciptaan wirausaha baru dan pengembangan UMKM untuk mewujudkan wirausaha unggulan dan berdaya saing.

Dedy Mulyadi