Indonetwork.co.id (Jakarta) – Guna memberikan akses transaksi keuangan masyarakat, Bank Tabungan Negara (BTN) memudahkannya melalui program Laku Pandai.

Melalui program ini, para nasabah tidak harus bertransaksi melalui jaringan kantor. Cukup melalui pihak lain, perorangan atau agen, yang telah bekerjasama dengan BTN. Pihak lain yang dimaksud adalah agen Laku Pandai.

Agen Laku Pandai yang tersebar di daerah-daerah dengan akses perbangkan kurang inilah yang nantinya akan membantu para nasabahnya untuk membantu segala transaksi yang diperlukan.

Baca juga: Gandeng Komunitas Belanja Online, BTN Ingin Membentuk Ekosistem Digital

Tidak hanya para nasabah yang untung karena kemudahan transaksinya. Para agen Laku Pandai juga akan mendapatkan keuntungan dari BTN.

Keuntungan menjadi Agen Laku Pandai antara lain adalah memperoleh pendapatan dari setiap transaksi setoran tunai, penarikan tunai, pemindah bukuan serta transfer antar bank.

Program Laku Pandai merekrut masyarakat untuk menjadi agen bank di daerahnya. Bank menawarkan kepada siapa saja yang berminat menjadi agen mereka dengan cara membuat bank di rumah atau tempat usahanya.

Agen Laku Pandai bisa dalam bentuk perorangan atau badan hukum yang bekerjasama dengan bank penyelenggara sehingga bisa menjadi kepanjangan tangan bank untuk melayani perbankan dan layanan keuangan lainnya dalam rangka keuangan inklusif.

“Ini merupakan hasil sinergi BUMN sekaligus dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang hampir tidak terakses layanan perbankan,” kata Direktur Utama Bank BTN, Maryono.

Sekarang kata Maryono, produk tersebut sudah berbasis digital banking. Cukup dengan handphone, nasabah dapat mengakses fasilitas yang yang sudah disiapkan.

17 Bank Mendaftarkan Layanan Branchless Banking
“Masyarakat tidak perlu lagi datang langsung ke bank untuk melakukan transaksi. Dengan adanya agen Laku Pandai di tengah masyarakat, diharapkan minat masyarakat untuk melakukan transaksi perbankan menjadi semakin tinggi,” paparnya.

Nantinya kata Maryono, layanan perbankan lebih mudah diakses dan bank lebih mudah memberikan edukasi masyarakat terhadap transaksi non tunai.

Kemudahan bertransaksi tanpa harus datang ke kantor bank membuat minat masyarakat semakin besar untuk ikut serta dalam program Laku Pandai ini. Sejak diluncurkan sudah ada 17 bank yang mendaftarkan izin membuka layanan yang kerap disebut branchless banking ke OJK.

Tahap awal, OJK menyebutkan ada 4 bank besar yang ikut program. Ke-4 bank besar tersebut Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Central Asia (BCA) dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) yang sudah mempunyai izin dan sudah memulai layanan.

Dedy Mulyadi