Indonetwork.co.id (Malang) – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menggelar Bekraf Financial Club (BFC), gelaran kali ini dilakukan di kota Malang, Jawa Timur.

Tahun 2018 ini, BFC mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan sumber permodalan perbankan dan non perbankan.

BFC 2018 digelar pertama kali di Malang, menghadirkan pelaku ekonomi kreatif subsektor aplikasi untuk menjelaskan skema pembiayaan subsektor aplikasi, yaitu CEO iGrow, Andreas Sanjaya; CEO Inagata Technosmith, M. Miftahul Huda; dan pelaku ekonomi kreatif subsektor aplikasi Malang.

Baca juga: Pickpack, Pioneer Aggregator Perusahaan Ekspedisi di Indonesia

“Pelaku ekonomi kreatif memiliki sifat intangible. Sumber pembiayaan perbankan membutuhkan informasi karakter subsektor aplikasi untuk menentukan produk pembiayaan yang sesuai. Begitu juga, dengan investor yang perlu mengetahui keunggulan dan resiko berinvestasi pada subsektor aplikasi,” ungkap Direktur Akses Perbankan Bekraf, Restog K. Kusuma.

BFC merupakan sharing session pelaku ekonomi kreatif ke perbankan. Tahun ini, Bekraf melebarkan ke sumber pembiayaan non perbankan. Kota yang dijadikan tujuan penyelenggaraan adalah kota yang ekonomi kreatifnya kuat, termasuk Malang.

Baca juga: Indonetwork Akomodasi Kebutuhan Promosi Pelaku Usaha di Jateng

Kepala Subbagian Direktorat Akses Perbankan Bekraf, Eka Pan Lestari memberikan laporan panitia pada awal acara. 60 perbankan konvensional dan syariah serta sumber pembiayaan non perbankan menghadiri acara ini.

Perbankan dan non perbankan yang hadir bisa mempelajari nature of business pelaku ekonomi kreatif subsektor aplikasi. Aplikasi bukan hanya dilihat dari produknya, tetapi juga efek ekonomi dari aplikasi tersebut.

Pelaku ekonomi kreatif Malang; CEO iGrow, Andreas Sanjaya; dan CEO Inagata Technosmith, M. Miftahul Huda didampingi Kasubdit Perbankan Syariah Bekraf, Yuku Sri Rahayu menyampaikan nature of business pelaku ekonomi kreatif subsektor aplikasi.

Baca juga: Indonetwork Siap Bantu Entrepreneur Muda Kota Medan Go Online

Perwakilan perbankan yaitu Assistant Vice President Bisnis Program dan Kemitraan BRI, Syarif Saleh dan Product & Support Department Head BRI Syariah, Wenni Sri Winastri menanggapi paparan narasumber yang diundang Bekraf dari subsektor aplikasi.

“Komunikasi dua arah dari pelaku ekonomi kreatif yang membutuhkan pembiayaan dengan sumber pembiayaan memiliki pemahaman yang sama. Diharapkan, pelaku ekonomi kreatif subsektor aplikasi mampu mengakses lebih banyak pembiayaan dari perbankan dan non perbankan,” pungkas Wenni Sri Winastri.

Selain menghadirkan sejumlah pelaku ekonomi kreatif subsektor aplikasi dan narasumber lain. Pihak Bekraf Kasubdit Perbankan Konvensional Bekraf, Dedy Andriansyah juga memaparkan pembiayaan konvensional, sekaligus menutup gelaran BFC Malang kali ini.

Dedy Mulyadi