Indonetwork.co.id (Batam) – Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali kedatangan investor asing. Perusahaan asing yang bakal menanamkan investasinya yaitu PT Fagioly Indonesia Corp, asal Italia.

Perusahaan tersebut bergerak di bidang jasa lifting minyak dan gas. Mereka ingin berinvestasi Rp50 miliar dan menyerap sekitar 30 tenaga kerja.

Dipilihnya Batam, karena berdekatan dengan Singapura, sehingga menjadi pilihan bagi penanam modal asing tersebut mengembangkan usahanya.

General Manager PT Fagioly Indonesia Corp, Cavallini Cristiano mengatakan induk perusahaanya berada di Italia, namun saat ini sudah tersebar di 28 negara, termasuk di Singapura. Batam merupakan kantor yang ke 29, sekaligus cabang pertama di Indonesia.

Baca juga: Kadin Indonesia Ajak Pengusaha Tingkatkan Ekspor ke Qatar

“Batam dan Singapura, ditambah lagi sebagai daerah Free Trade Zone (FTZ) memudahkan kami untuk berinvestasi di sini,” kata Cavallini.

Banyaknya proyek minyak dan gas di Batam serta Indonesia, menjadi alasan pihaknya perlu mengembangkan usaha tersebut. Ia mengaku, kedepan tidak menutup kemungkinan akan menambah nilai investasinya jika usaha jasanya servis lifting itu bisa berkembang dengan baik dan dibutuhkan di Batam.

Cavallini menegaskan, Batam sebagai daerah FTZ sangat membantu pihaknya dalam menanamkan investasi. Karena itu, ia sangat bersemangat untuk segera menjalankan usahanya, yang rencananya berkantor di Kawasan Industri Kabil.

“Kemudahan itu sangat membantu kami. kedepan kami harapkan bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan lokal di Batam ataupun Indonesia untuk mengembangkan usaha kami,” katanya yang didampingi Direktur Kabil Citra Nusa, Peter.

Tawarkan Delapan Kemudahan Pelayanan
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Gusmardi Bustami mengatakan melalui program i23J BP Batam, perusahaan tersebut memperoleh kemudahan untuk delapan produk berbeda, yaitu Izin Investasi, Izin Prinsip, API (Angka Pengenal Importir), NPWP, TDP, RPTKA, IMTA, dan NIK (Nomor Induk Kepabeanan) dalam satu pelayanan terpadu milik BP Batam hanya dengan tempo tiga jam.

“Perusahaan induknya dari Italia, tapi masuk ke Batam melalui Singapura. Ini tentunya sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi di Batam,” kata Gusmardi.

Gusmardi menjelaskan PT Fagioly Indonesia Corp bergerak dibidang industri jasa alat kontruksi dengan jumlah investasi mencapai Rp50 miliar, perkiraan kapasitas produksi Rp15 miliar per tahun dan menyerap tenaga kerja 30 orang. Pihaknya menyambut baik dengan harapan kedepan semakin banyak investor yang masuk ke Batam.

Melalui kemudahan-kemudahan pelayanan dan perizinan yang diberikan, akan menjadi magnet bagi para investor untuk berinvestasi. Pihaknya optimistis Batam punya prospek bagus tujuan investasi dibandingkan negara-negara lain, khususnya di kawasan sekitar. Menurut dia, Batam punya modal cukup kuat untuk diperhitungkan.

“Bandara dengan landasan pacu terpanjang, pelabuhan dan fasilitas i23J tersebut sangat kompetitif bagi pengusaha,” katanya.

Untuk itu, Gusmardi mengajak seluruh elemen, baik pemerintah dan masyarakat selalu bersama-sama mendukung peningkatan investasi di Batam dengan menjaga iklim investasi yang kondusif sehingga para investor merasa nyaman mengembangkan usahanya lebih besar lagi.

Dedy Mulyadi