Indonetwork.co.id (Jakarta) – Tak hanya industri manufaktur berskala besar maupun sedang yang mengalami pertumbuhan positif, produksi industri manufaktur berskala mikro dan kecil pun mengalami pertumbuhan yang sama.

Memasuki triwulan II tahun 2017 produksi industri tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,50 persen terhadap triwulan II tahun 2016.

Baca juga: Secara Kumulatif, Nilai Ekspor Indonesia Hingga Agustus 2017 Melesat

Pertumbuhannya disebabkan oleh naiknya produksi industri komputer, barang elektronika dan optik sebesar 35,43 persen, industri kertas dan barang dari kertas sebesar 23,37 persen, serta industri mesin dan perlengkapan yang tidak termasuk dalam lainnya sebesar 22,26 persen.

Selain mengalami kenaikan, beberapa jenis industri justru mengalami penurunan produksi diantaranya adalah industri pengolahan tembakau turun 14,32 persen, jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan  turun 7,96 persen, serta industri peralatan listrik turun 7,21 persen.

Menurut data analisa Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS). Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan II tahun 2017 naik sebesar 1,64 persen terhadap triwulan I tahun 2017.

Industri Kertas Naik 15,87 Persen
“Jenis-jenis industri yang mengalami kenaikan produksi adalah industri kertas dan barang dari kertas naik 15,87 persen, industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia naik 9,72 persen, serta industri pakaian jadi naik sebesar 8,82 persen,” ungkap Kepala BPS, Suhariyanto.

Dari analisanya, jenis-jenis industri yang mengalami penurunan terbesar adalah industri kendaraan bermotor, trailer, dan semi trailer turun 5,33 persen, industri kayu, barang dari kayu dan gabus (kecuali furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan, dan sejenisnya turun 5,13 persen, serta industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya turun 3,67 persen.

Lebih lanjut Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan II tahun 2017 pada tingkat provinsi  yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Kalimantan Utara naik 34,51 persen, Provinsi Nusa Tenggara Timur naik 29,89 persen, dan Provinsi Papua naik 25,68 persen.

Sedangkan provinsi-provinsi yang mengalami penurunan terbesar adalah Provinsi Kalimantan Timur turun 12,89 persen, Provinsi Nusa Tenggara Barat turun 12,72 persen, dan Provinsi  Sulawesi Selatan  turun 11,23 persen.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan II tahun 2017 pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Aceh naik 20,87 persen, Provinsi Papua naik 13,13 persen, dan Provinsi Riau naik 11,05 persen.

Provinsi-provinsi yang mengalami penurunan  terbesar adalah Provinsi Sulawesi Selatan turun 11,94 persen, Provinsi Sulawesi Barat turun 10,09 persen, dan Provinsi Kalimantan Timur  turun 9,13 persen.

Dedy Mulyadi