Indonetwork.co.id (Jakarta) – Bekerjasama dengan Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) dan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI), Reed Panorama Exhibitions kembali hadirkan ratusan perusahaan yang bergerak di industri bahan bangunan, keramik dan pelaku jasa konstruksi dari dalam dan luar negeri, di ajang “INDONESIA BUILDING & CONSTRUCTION WEEK”

“INDONESIA BUILDING & CONSTRUCTION WEEK” merupakan rangkaian 3 event besar industry bahan bangunan, keramik dan konstruksi dalam satu tempat yaitu MEGABUILD INDONESIA, KERAMIKA dan CONTRUCTION FUN DAY 2019.

Gelaran tersebut akan berlangsung mulai tanggal 14-17 Maret 2019, di Jakarta Convention Center dan Area Gelora Bung Karno, mulai pukul 10.00-20.00 WIB, dan terbuka untuk umum.

Kebutuhan akan bahan bangunan dan elemen pendukungnya meningkat seiring dengan pertumbuhan sektor properti di Indonesia. Hal ini membuka lebar Peluang bisnis bahan bangunan, keramik dan konstruksi tanah air.

Pertumbuhan smart home di Indonesia mendorong industri property untuk menawarkan otomasi sebagai keunggulan dan pemanfaatan teknologi sebagai solusi bagi masyarakat modern yang membutuhkan privasi, kenyamanan dan keamanan yang lebih.

Selain itu, pemanfaatan teknologi baru pun dirasakan oleh penyedia jasa konstruksi dan konsultan arsitektur, dimana mereka dituntut untuk memberikan rancangan bangunan yang aman, berkualitas namun tetap ramah lingkungan. Pembangunan proyekpun semakin mudah dan singkat berkat berbagai inovasi misalnya di bidang konstruksi yakni penggunaan beton pra cetak (pre-cast) dan wiring yang sangat efisien.

Steven Chwee, General Manager Reed Panorama Exhibitions mengatakan bahwa, penyelenggaraan tahun ini, kami menyambut baik kerjasama dan dukungan dari pihak Gapensi yang akan menyelenggarakan perayaan HUT Gapensi Ke-60 bersamaan dengan penyelenggaraan pameran kami “Megabuild Indonesia & Keramika 2019.”

“Beragam acara telah kami persiapkan guna memeriahkan perhelatan akbar kali ini, mulai dari ruang pamer, program edukasi, fun day program dan aneka pentas hiburan,” ucap Steven.

Megabuild Indonesia dan Keramika 2019 menempati area seluas 30.000m2 meliputi Main lobby, Hall A, Hall B dan Cendrawasih, di Jakarta Convetion Center.

“Gelaran kali ini, kami menghadirkan ratusan pelaku usaha bahan bangunan dan produsen keramik serta industri pendukung lainnya dari 14 negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Jepang, China, Italia, India, Spanyol dan masih banyak lagi,” paparnya.

“Dengan paduan ruang pamer dan program edukasi yang telah kami persiapkan. Besar harapan kami, acara ini mampu menarik lebih dari 40.000 kunjungan selama 4 hari,” tambah Steven.

Ajak Pelaku Usaha Properti dan Kontraktor Cintai Produk Indonesia
Sejak awal diselenggarakannya keramika, misi utama dari ASAKI adalah memperkenalkan keramik Indonesia dengan mengedepankan berbagai desain dan teknologi sehingga mampu mengantarkan Indonesia sebagai produsen Lima terbesar di dunia.

Hingga kini, semangat ASAKI dan Reed Panorama Exhibitions (RPE) untuk terus mendorong industri keramik dalam negeri pun masih sangat besar meski menghadapi berbagai tantangan diantaranya harga gas yang tinggi, bahan baku, suku cadang dan fluktuasi nilai dolar terhadap rupiah serta maraknya arus impor dari Tiongkok, Vietnam dan India .

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka Assosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) bersama Reed Panorama Exhibitions (RPE) mempertegas eksistensinya dengan mendekatkan industri keramik kepada masyarakat dan mengajak seluruh pelaku usaha property dan konstruksi untuk mencintai dan memakai produk keramik Indonesia melalui KERAMIKA.

Edy Suyanto, Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) mengatakan bahwa, KERAMIKA berperan penting dalam menunjang pertumbuhan industri keramik Indonesia.

“KERAMIKA merupakan panggung utama bagi seluruh produsen keramik di Indonesia untuk mempromosikan produk terbaik mereka ke pasar dalam dan luar negeri, menampilkan perkembangan design dan teknologi terkini. Dengan demikian, para pelaku usaha dapat melihat potensi,” ungkapnya.

“Pameran ini diharapkan menjadi ajang sekaligus peluang bisnis bagi produsen, merupakan wadah terbaik untuk bertukar informasi mengenai perkembangan industri keramik,” papar Edy.

“Adanya kebijakan safeguard dan harga bahan baku yang terjangkau, tentu diharapkan mampu mendorong industri keramik Indonesia menjadi produsen keramik No 1 di Asia Tenggara. Kami berharap, para pelaku usaha properti dan konstruksi bisa memilih keramik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan proyek yang mereka kerjakan,” imbuhnya.

Untuk memeriahkan ajang ini, pihak penyelenggaraan rencananya akan menyuguhkan Seminar Nasional dan Ceramic Tech Lab, membahas beragam topik menarik tentang perkembangan industri keramik dan peningkatan daya saing Industry keramik Indonesia.

Dedy Mulyadi