Tag

industri manufaktur

Browsing

Perkuat Struktur Perekonomian Nasional, Industri Manufaktur Jadi Andalan

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Pemerintah terus berupaya menggenjot nilai ekspor untuk memperbaiki neraca perdagangan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. Dalam hal ini, industri manufaktur akan menjadi sektor yang diandalkan guna berkontribusi lebih memperkuat struktur perekonomian nasional. “Saat ini, ekspor produk industri manufakur memberikan kontribusi mencapai 72,28 persen dari total ekspor nasional,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta. Ini sekaligus menunjukkan industri manufaktur nasional sanggup berdaya saing di kancah global. Baca juga: Sektor Industri Manufaktur Diyakini Masih Mencorong di Tahun 2019 Kementerian Perindustrian mencatat, nilai ekspor produk manufaktur terus meningkat setiap tahun. Hingga Desember 2018, mampu menembus USD130,74 miliar atau naik 4,51 persen dibanding capaian tahun 2017 sebesar USD125,10 miliar. Tahun 2016 sekitar USD110,50 miliar dan tahun 2015 di angka USD108,60 miliar. Menurut Menperin, dalam upaya mendorong peningkatan ekspor dari industri manufaktur, diperlukan langkah untuk memacu investasi atau ekspansi. “Supaya bisa menggenjot kapasitas industri, dibutuhkan tambahan investasi untuk perluasan usaha,” jelasnya.…

Sektor Industri Manufaktur Diyakini Masih Mencorong di Tahun 2019

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Kementerian Perindustrian memproyeksi, sejumlah sektor industri manufaktur akan mengalami kenaikan pertumbuhan di tahun 2019. Beberapa investor bahkan tetap yakin menanamkan modalnya, dengan kondisi politik dan ekonomi di Indonesia yang tetap stabil. “Kita sudah berpengalaman sebelum dan pasca-reformasi. Khusus dalam 20 tahun ini, sudah empat kali Pemilu dan hampir setiap dua tahun ada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), yang seluruhnya berjalan lancar dan demokratis,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (26/12). Baca juga: Indonesia Genjot Sektor Industri Manufaktur ke Australia Menperin meyakini, pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang digelar serentak pada 17 April 2019, akan berjalan aman dan damai sehingga mendukung roda perekonomian guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. “Jadi, kita harus lebih optimistis, termasuk kepada para pelaku industri,” tegasnya. Airlangga menyebutkan, salah satu katalis kuat yang mampu mendongkrak pertumbuhan industri tahun depan, terutama adalah melonjaknya konsumsi makanan dan minuman (mamin) serta tekstil dan produk tekstil (TPT).…

Wow, Investasi Jerman di Manufaktur Indonesia Tembus USD79 Juta

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Memasuki era teknologi industri generasi keempat (revolusi industri 4.0), sejumlah sektor membenahi diri menghadapi persaingan yang serba digital. Menurut Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, terkait industri manufaktur yang gencar dilakukan, revolusi industri 4.0 ini bukan untuk menggantikan tenaga kerja, tetapi pergantian pekerjaan. Baca juga: Kemenperin Kembangkan Sentra IKM di Lintau Buo Sumatera Barat “Contohnya, yang terjadi di Tanah Air, pada era digital ini bermunculan jasa transportasi berbasis online seperti Go-Jek dan Grab. Selain itu, ditandai juga dengan tumbuhnya e-commerce dan lainnya, yang mampu menyerap lapangan pekerjaan,” ucapnya. Lebih lanjut Airlangga mengatakan, revolusi industri 4.0 adalah tantangan dan peluang yang sangat baik bagi Indonesia. “Dengan Industri 4.0, sektor manufaktur kita akan menjadi lebih efisien, produktif dan dapat bersaing di dunia,” paparnya. Apalagi kata Airlangga, Siemens AG akan meluncurkan sebuah platform digital terbaru bernama Siemens Industrial Edge. Platform ini befungsi untuk membantu perangkat automasi dengan cara menyediakan pemrosesan data di tingkat…

Kemenperin Ajak Siemens Tingkatkan Investasi dan Vokasi

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Untuk mendongkrak sektor industri di Indonesia, Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian mengajak kemitraannya yaitu para pelaku industri menanamkan investasi. Dalam hal ini, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mendorong perusahaan manufaktur besar berasal dari Jerman, Siemens AG untuk terus meningkatkan investasinya di Indonesia. Baca juga: Sepanjang Kuartal Satu 2018, Industri Manufaktur Capai Rp62 Triliun Menurutnya, Siemens AG telah bergerak di sektor industri teknik listrik, elektronik, peralatan energi, transportasi, telekomunikasi, teknologi informasi, lampu, dan peralatan medis. “Kami meminta mereka agar semakin memperkuat kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan vokasi. Upaya ini sekaligus untuk memantapkan implementasi industri 4.0 di Tanah Air,” kata Menperin usai melakukan pertemuan dengan Board of Managing Directors (BOD) Siemens AG Cedrik Neike di Berlin, Jerman. Menurut Menperin, dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, pemerintah telah menetapkan industri elektronik sebagai salah satu dari lima sektor prioritas yang akan menjadi percontohan pada penerapan teknologi industri generasi keempat. Baca juga: Capaian Meningkat…

Sepanjang Kuartal Satu 2018, Industri Manufaktur Capai Rp62 Triliun

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Geliat industri manufaktur telah membentuk Indonesia menjadi tujuan investasi. Selama dua tahun terakhir, Indonesia mengalami peningkatan Ease of Doing Business (EODB) terbesar, dibandingkan dengan negara-negara ASEAN. Airlangga mengungkapkan, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara tujuan utama untuk investasi. Pasalnya, dalam 15 tahun ke depan atau mulai sekitar tahun 2030, Indonesia akan memasuki masa bonus demografi, di mana penduduknya akan didominasi oleh usia produktif. Baca juga: Capaian Meningkat Industri Manufaktur Indonesia Kembali Menggeliat “Berkaca dari Jepang, China, Singapura dan Thailand, setelah memasuki masa bonus demografi, pertumbuhan ekonominya sangat tinggi,” ucapnya. Berdasarkan data yang dirilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi sektor industri manufaktur sepanjang kuartal I/2018 mencapai Rp62,7 triliun. Realisasi tersebut terdiri dari penanaman modal dalam negeri senilai Rp21,4 triliun dan penanaman modal asing sebesar USD3,1 miliar. Sektor industri logam, mesin, dan elektronik menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp22,7 triliun. Peningkatan produktivitas Untuk mendongkrak produktivitas dan…

Capaian Meningkat Industri Manufaktur Indonesia Kembali Menggeliat

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Kinerja industri nasional kembali menunjukkan agresivitasnya, seiring dengan peningkatan permintaan pasar domestik dan adanya perluasan usaha. Capaian ini berdasarkan laporan indeks manajer pembelian (purchasing manager index/PMI) yang dirilis oleh Nikkei. “Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, perkembangan industri manufaktur terus mengalami tren yang positif. Hal ini dilihat dari upaya pemerintah menciptakan iklim investasi yang kondusif, memberikan kemudahan perizinan dalam berusaha,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga  Hartarto. Baca juga: Pertumbuhan Industri Manufaktur Triwulan II 2017 Naik 4 Persen Nikkei mencatat, pada April 2018, PMI manufaktur Indonesia berada di angka 51,6 atau naik dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 50,7. PMI di atas 50 menandakan manufaktur tengah ekspansif. Indeks pada bulan keempat tahun ini menempati posisi terbaik sejak 22 bulan lalu atau Juni 2016. Pergerakan indeks PMI tersebut didukung oleh arus pekerjaan baru yang semakin besar, terutama tingkat ekspansi yang paling tajam sejak pertengahan Juni 2016. Selain itu, dipengaruhi kenaikan permintaan…

Pertumbuhan Industri Manufaktur Triwulan II 2017 Naik 4 Persen

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Menurut data Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS), sejumlah industri manufaktur berskala besar maupun sedang mengalami pertumbuhan positif. Analisa BPS mengurai, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan II tahun 2017 naik sebesar 4,00 persen (dalam setahun) terhadap triwulan II tahun 2016. Baca juga: Berdayakan Industri Logam Pemerintah Sarankan Penggunaan Produk Lokal “Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh naiknya produksi industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya, naik 10,86 persen, industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional, naik 9,21 persen,” ucap Kepala BPS, Suhariyanto. Sedangkan untuk industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia menurutnya, naik 8,98 persen. Sementara itu, jenis-jenis industri yang mengalami penurunan produksi adalah industri pengolahan lainnya, turun 10,53 persen, industri minuman, turun 8,26 persen, dan jasa reparasi, pemasangan mesin juga peralatan, turun 7,57 persen. Lebih lanjut Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan II tahun 2017 naik sebesar 2,57…