Tag

pengusaha ritel

Browsing

Ciptakan Peluang Bisnis, IFBC 2017 Hadirkan Segudang Bidang Usaha

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Kini, semua orang bisa jadi pengusaha. Ya, konsep franchise dan peluang usaha beberapa tahun terakhir kian menjamur dan kerap diminati. Kenyataan itu seiring tumbuh kembangnya perekonomian masyarakat Indonesia. Anda yang berkeinginan merintis bidang usaha berkonsep franchise, cara termudah adalah dengan meneruskan kesuksesan yang telah dibangun oleh franchisor. Baca juga: Butuh Souvenir Berkualitas Terbaik, Vin’c Merchandise Solusinya Kesempatan terbaik ini, bisa Anda temukan di event akbar Info Franchise & Business Concept yang diselenggarakan 17-19 November 2017 di Kartika Expo Center, Balai Kartini Jakarta. Saatnya ciptakan peluang Anda menjadi pengusaha, miliki beragam bisnis ternama dengan proyeksi keuntungan yang menggiurkan pada pameran franchise dan peluang usaha nasional. Menurut penyelenggara, IFBC 2017 merupakan ajang rutin yang telah memasuki tahun ke 13 dan kali ke 141. Pameran nasional tersebut menawarkan puluhan usaha terkini dengan investasi terjangkau mulai Rp1juta. Event akbar yang selalu dinantikan ini, rencananya bakal menghadirkan setidaknya 90 lebih usaha franchise dan…

Wujudkan Ekonomi Merata, Mendag Minta Pelaku Usaha Berkolaborasi

Indonetwork.co.id (Tangerang) – Guna membentuk sinergi yang kuat antara pelaku usaha ritel berbasis online dan konvensional, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta seluruh toko modern berkolaborasi dengan warung-warung dan pasar rakyat. Salah satu bentuk kolaborasi itu adalah pendistribusian barang ke warung-warung dan pasar rakyat dengan harga yang sama. Baca juga:  Wujudkan Iklim Usaha Kondusif, Pemerintah Tetapkan STRANAS Hal ini untuk menciptakan pembangunan ekonomi berkeadilan dan merata. Demikian disampaikan Mendag usai mengunjungi Sentra Distribusi PT. Matahari Putra Prima yang merupakan bagian dari Lippo Group, di Tangerang, Selasa (19/9). “Untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang merata, kami meminta toko modern dapat mendistribusikan barang ke warung-warung dan pasar rakyat dengan harga yang sama. Hal ini bisa dilakukan dengan memperpendek mata rantai dan menjadikannya lebih efisien,” tegas Enggar. Jika terwujud katanya, maka warung dan pasar rakyat akan terbantu dengan akses barang yang lebih mudah dan harga lebih murah. Selama ini, lanjut Enggar, warung dan pasar rakyat…

Supaya Omzet Melesat, Pengusaha Harus Mampu Kelola Data Konsumen

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Sebagai pengusaha ritel berskala kecil maupun besar sekalipun yang konsen membesarkannya dengan sistem online, data konsumen merupakan sesuatu paling berharga untuk keberlangsungan usaha. Dari dari tersebut, seharusnya pebisnis bisa mengolah dan memanfaatkannya dengan baik. Hal terpenting adalah memanfaatkannya untuk meningkatkan omzet. Dalam berbagi kesuksesan, TJ Tham, Head of GrabBike Indonesia mengatakan, banyak pengusaha yang tidak menggunakan data dan selalu memiliki alasan tidak adanya traffic penjualan. Baca juga: Pelaku Bisnis Ajak UMKM Manfaatkan Strategi Marketing di Era Digital “Karena minim data konsumen, jangan berharap banyak bahwa capaian transaksi usaha Anda akan melejit sesuai harapan,” ucapnya. “Bagi kami, untuk mendongkrak penjualan data sangatlah penting. Oleh sebab itu, harusnya data tersebut dapat dirawat dengan baik. Jika mereka (pengusaha) memiliki data, meski leads kurang banyak, mereka tidak akan kesulitan mendapat klien,” papat TJ. Cara lain untuk meningkatkan omzet tanpa menambah klien bisa dengan cara memperbanyak repeat order. Termudah adalah melakukan tracking data, kebutuhan…

Anjloknya Daya Beli Disebabkan Peritel Atau Regulasi Pemerintah?

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Menurunnya daya beli masyarakat mengakibatkan susutnya transaksi penjualan di sejumlah pusat perbelanjaan. Melihat kondisi itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta Pemerintah untuk membebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi masyarakat yang berbelanja. Pusat perbelanjaan belum mengalami perbaikan signifikan dari perlambatan daya beli. Pengusaha meyakini, kondisi ini hanya bisa dipulihkan oleh kebijakan Pemerintah dengan menghapus beban pajak yang ditanggung konsumen, “Cara ini untuk mendongkrak daya beli dan mendorong konsumsi rumah tangga. Misalnya saja kebijakan pembebasan PPN untuk orang yang makan dan belanja selama 1-2 minggu,” terang Rosan P. Roeslani. Baca juga: Ingin Kembangkan Usaha Terbentur Modal, Ajukan KUR BRI Rosan mengaku telah menyarankan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati untuk memberikan stimulus perpajakan, seperti menurunkan Pajak Penghasilan (PPh) Badan maupun pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi masyarakat. Keringanan pajak dinilainya mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk kembali membelanjakan uangnya. Dengan begitu, konsumsi rumah tangga akan tumbuh dan mampu…

Trik Ini Datangkan Keuntungan Dan Rekomendasi Positif Dari Pembeli

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Bisnis satu ini terbilang menjanjikan. Bagaimana tidak, pangsa pasar yang dibidik adalah kebutuhan pokok. Ya, rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia terpenting. Untuk menyasar segmen itu, banyak hal yang dapat dilakukan, apalagi buat Anda yang ingin memulai langkah bisnis dengan menjual material bangunan. Selain jeli melihat peluang pasar, Anda wajib mengetahui kualitas barang yang hendak dijual. Berikut ini beberapa faktor yang bisa dicermati untuk memulai bisnis tersebut. Baca juga: Perusahaan Asing Asal Italia Investasi Rp50 Miliar di Kota Batam Langkah pertama untuk menjalankan bisnis bahan bangunan adalah dengan memilih lokasi usaha. Sebaiknya, pilih tempat yang strategis. Selain dapat menjaring konsumen lebih banyak, memudahkan pula saat pengiriman barang. Pilih lokasi dekat pemukiman, perumahan ataupun proyek pembangunan. Dengan lokasi yang strategis, calon pembeli Anda akan dengan mudah mendapatkan material yang diinginkannya. Langkah lain yang mesti dicermati adalah dengan melakukan promo. Tujuannya, selain memudahkan mendapatkan konsumen baru, cara ini…

Mendag Sejajarkan Merek Lokal Dengan Produk Asing di HBDI

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan antusiasmenya di Hari Ulang Tahun ke-72 Republik Indonesia. Terlebih ketika hadir membuka semarak diskon digelaran Happy Birth Day Indonesia (HBDI) Festival dan Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI). Menurut Enggar, kedua HBDI yang digagas Himpunan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (HIPPINDO) tersebut merupakan kesempatan emas menyandingkan berbagai merek lokal dengan merek internasional. Baca juga: Kemenkop Dukung kemandirian Industri Otomotif Nasional “Saat ini adalah momentum yang paling tepat bagi merek-merek lokal untuk bangkit dan sejajar dengan merek-merek asing. Melalui HBDI ini, merek lokal dapat lebih dikenal di dalam dan luar negeri, sehingga memacu pelaku usaha pemilik merek tersebut meningkatkan daya saingnya. Hal tersebut penting untuk menggerakkan industri dalam negeri,” tegas Mendag Enggar. Happy Birth Day Indonesia (HBDI) Festival diselenggarakan selama 13 hari pada 15-27 Agustus 2017 di JIExpo Kemayoran. Sementara itu, Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) akan berlangsung pada 17-20 Agustus 2017 di seluruh ritel…