Jakarta – Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.172 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (9/11) pagi. Mata uang Garuda menguat 0,26 persen bila dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp14.210 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia menguat 0,29 persen, bath Thailand menguat 0,25 persen, won Korea Selatan menguat 0,33 persen, dan peso Filipina menguat 0,18 persen.

Kemudian, rupee India menguat 0,25 persen, yen Jepang menguat 0,03 persen, dolar Singapura menguat 0,21 persen, dan yuan China menguat 0,25 persen.

Sementara itu, mata uang di negara maju juga bergerak menguat terhadap dolar AS. Tercatat, poundsterling Inggris menguat 0,2 persen dan dolar Australia menguat 0,33 persen, dan dolar Kanada menguat 0,24 persen. Namun, franc Swiss melemah 0,07 persen.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan kemenangan Joe Biden disambut positif oleh pasar. Karenanya, mata uang berbagai negara menguat terhadap dolar AS.

“Pasar berekspektasi kebijakan Biden akan lebih ramah terhadap negara-negara lainnya dibandingkan dengan pendahulunya,” ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Kebijakan Biden, sambung Ariston, akan mendorong pertumbuhan ekonomi di negara emerging market. Ia memproyeksi rupiah hari ini bergerak menguat dengan kisaran Rp14.150-Rp14.300 per dolar AS.