Indonetwork.co.id (Bogor) – Bagi pemilik brand tertentu, kemasan menjadi salah satu identitas produk. Kehadirannya pun jadi sesuatu yang tak bisa dipisahkan dari dunia bisnis.

Selain pelindung sebuah produk, fungsinya dapat pula digunakan sebagai estetika. Karena itu, kemasan jadi nilai jual sebuah produk untuk tetap terlihat menarik.

Berkembangnya sektor industri yang kian menggeliat, ternyata membawa berkah bagi produsen kemasan, khususnya makanan ringan. Bahkan, produk kemasan jadi ceruk bisnis yang menjanjikan buat perusahaan satu ini.

“Perusahaan kami mulai beroperasi sejak tahun 2007, sebelumnya CV. Vacpack Plastindo kini berganti menjadi PT. Vacpack Indonesia,” ungkap Ridwan, Owner PT. Vacpack Indonesia.

  • Vackpack-Indonesia

“Awalnya kami hanya menawarkan jasa pembuatan kemasan untuk industri, kemasan plastik untuk mainan, showcase, termasuk kemasan makanan. Seiring berjalannya waktu, sejak tahun 2013 perusahaan ini mulai membuat bahan dasar dan memproduksi kemasan,” jelasnya.

Lebih lanjut Ridwan mengatakan, karena kebutuhan kemasan makan ringan terus meningkat, pihaknya kini memproduksi beragam mika plastik berupa blister packaging, tray makanan, tray biskuit, tray buah, termasuk tray elektronik.

“Kami merupakan perusahaan indutri plastik Pet Manufacturing. Produk yang tersedia dari tray dan mika plastik untuk makanan, buah, telur, dan elektronik sesuai permintaan,” urainya.

Kemasan berbahan plastik digunakan sebagai wadah makanan agar tersusun rapi. Untuk tray biskuit misalnya, dibungkus dalam kemasan kaleng dan jenisnya memiliki bermacam bentuk serta ukuran yang disesuaikan dengan packaging. Dimensinya menyesuaikan biskuit yang diinginkan.

Pihaknya juga memproduksi vaccum forming tray, wadah pembungkus produk elektronik, aksesories handphone, memory dan lainnya. Selain itu menyediakan pula mika pembungkus makanan (food cake box), dilindungi oleh kunci yang kuat sehingga kue ataupun bolu jadi terlindungi dari semut dan udara.

Tawarkan Customize Produk
Material yang gunakan adalah PET, PVC PP, dan PET, bahan plastik yang aman dijadikan kemasan makanan. Untuk mensupply kebutuhan pasar kemasan, pabriknya dilengkapi perangkat high speed vaccum forming machine dan sanggup melayani kebutuhan dengan jumlah jutaan unit.

“Kapasitas produksi perbulan pabrik yang kami miliki mampu memproduksi kemasan mencapai 1.000 ton. Kami berusaha memenuhi kebutuhan pasar berupa kemasan plastik yang digunakan sebagai wadah makanan ringan,” jelas Ridwan.

Pihaknya juga menawarkan customize produk kemasan. Jumlahnya tergantung si pemesan, sekali order minimal 500pieces. Bahkan dengan jumlah yang lebih banyak pun pihaknya siap melayani.

“Beberapa perusahaan besar yang memproduksi makan ringan seperti biskuit memilih kami sebagai penyedia kemasannya. Bahkan sekelas perusahaan elektronik pun produk kemasan mereka kami yang buatkan,” ucapnya tersenyum.

Menurutnya, pangsa pasar terbesar PT. Vacpack Indonesia masih berada di segmen menengah, paling potensial di sektor industri. Untuk segmen kelas menengah, pihaknya menggunakan material vip, kalau segmen kelas atas berbahan vplast, bahannya pun lebih tebal.

Pihaknya juga senantiasa melakukan inovasi dalam hal pengembangan produk kemasan. Setiap bulannya, pasti ada satu produk yang diciptakan dan dipasarkan.

“Ada kalanya kami membentuk pasar, ada saatnya juga kami mencoba mengikuti tren yang sedang booming. Terutama untuk produk yang cukup diminati segmen UKM. Kami melihat bisnis kuliner bertumbuh cepat. Karena itu, kami berusaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” papar Ridwan.

“Kami memiliki beragam pilihan molding, mereka tinggal memilih menyesuaikan bentuk. Menyediakan pula jasa pembuatan molding customize. Harganya pun relatif terjangkau tergantung jenis bahan dan besarnya,” pungkasnya.

Material Aman Digunakan
Untuk satu jenis produk massal, Ridwan menjual perbox dengan isi 200pcs, 500pcs dan 5.000pcs tergantung dimensi. Biasanya Ridwan menjual kemasan itu ke agen yang mendistribusikan produknya ke toko-toko kemasan.

“Bahan baku yang kami produksi berasal dari biji plastik produk dalam negeri. Kemasan seperti ini menggunakan plastik daur ulang. Material tersebut tentunya telah memenuhi standar Badan Pengawas Obat dan Makanan dan aman buat kesehatan,” imbuhnya.

Menurut Ridwan, jangkauan pemasaran produk kemasan makanan ringan ini telah tersebar dari Medan, Surabaya, Bali, dan kota besar lainnya yang tersebar di Indonesia.

“Untuk dapat menjangkau pasar yang lebih luas, kami memiliki agen pemasaran berbagai wilayah dan kota di Indonesia. Merekalah yang mendistribusikan semua produk kemasan yang kami buat,” ucapnya.

Biasanya kata Ridwan, agen yang berada di kota Surabaya memasarkan Blister Packaging atau kemasan yang terbuat dari mika ke wilayah Indonesia bagian Timur, sebaliknya dengan agen yang ada kota-kota lain.

Dengan penerapan jaringan bisnis seperti ini, peningkatan penjualan produk kemasan yang diproduksinya pun terus mengalami permintaan. Meski terbilang baru, Ridwan optimis kemasan yang diproduksinya itu akan terus membuahkan hasil yang maksimal.

Untuk bisa mencapai kapasitas produksi hingga 1.000 ton, pihaknya memiliki karyawan mencapai 200 pekerja. Karyawan tersebut terbagi di dua tempat pabrik di Jakarta dan Bogor.

Pihaknya juga memiliki enam armada kendaraan yang siap mendistribusikan kemasan plastic ke berbagai wilayah Jabodetabek.

Lebih lanjut Ridwan memaparkan, jenis produk kemasan yang mendominasi pasar adalah kemasan mini yang biasa digunakan sebagai wadah makan ringan (jajanan pasar). Kemasan multi fungsi yang diproduksi secara massal dan terbilang murah.

“Dalam sebulan produk tersebut mampu terjual hingga 5.000 dus. Kalau satu dus berisi 2.000pcs berarti kami sudah menjual 10.000.000pcs hanya satu jenis kemasan,” ujarnya.

“Kami yakin, dengan bertumbuhnya sektor industri khususnya makanan ringan, produk kemasan yang kami buat ini akan terus dapat diterima oleh masyarakat Indonesia. Karena produk kemasan tidak bisa dipisahkan dari semua sektor bisnis, dan bidang usaha ini jadi ceruk bisnis yang menjanjikan,” ucap Ridwan.