Jakarta – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kini sudah mulai masuk dalam ranah platform digital dalam promisikan produknya.

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki sampaikan pelaku UMKM kini sudah sebanyak 10,25 juta usaha yang sudah masuk ke platform digital.

“Saat ini saya kira jumlah UMKM yang telah terhubung ke platform digital telah meningkat sekitar 10,25 juta atau 16 persen pelaku UMKM yang sudah terhubung ke platform digital,” ujar Teten dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis 16 Oktober 2020.

Akses yang diberikan kemintraan antara UMKM dan platform digital e-commerce mampu memberikan ruang terbuka. Karena itu transformasi digitalisasi menjadi agenda Kemenkop UKM.

 

Selain itu teten juga menilai dengan adanya kolaborasi kemintraan ini pelaku UMKM tidak kesulitan mencari dan sewa tempat usaha di lokasi-lokasi yang strategis.

Terlebih saat ini kebanyakan konsumen di Indonesia lebih memilih berbelanja melalui online pada masa pandemi COVID-19.

“Memang mau tidak mau kita harus mempercepat transformasi dari UMKM offline ke daring. Ini juga saya kira akan mendorong UMKM selain dapat mengakses pasar yang lebih besar, akses pembiayaan lebih mudah, namun juga dapat mendorong UMKM untuk berinovasi mengingat di pasar daring persaingan sangat ketat,” kata Teten.

Dalam portal berita antaranews.com terkait artikel “Menkop UKM sebut 10,25 juta UMKM terkoneksi ke platform daring” Menkop UKM melihat platform digital sangat memberikan perkembangan baik tak hanya untuk industri besar tetapi juga untuk tata niaga dari petani dan nelayan kecil ke pasar nasional bahkan global.

“Selain itu juga banyak platform digital yang dalam skala daerah, dan saya kira ini penting karena tidak semua pelaku UMKM bisa berjualan di pasar daring berskala luas, karena kapasitas produksi mereka tidak besar,” kata Teten Masduki.