Indonetwork.co.id (Jakarta) – PT. Myexpo Kreasi Indonesia kembali menggelar pameran dan konferensi terbesar sektor energi pembangkit listrik, manufaktur dan otomatisasi bersama Oil, Gas, Mining dan Renewable Energy bertajuk Industrial Energy Powermax 2018.

Ajang yang bakal digelar mulai 28-30 November 2018 di JIExpo kemayoran ini rencananya akan menyajikan beragam sektor energi menghubungkan para pemasok dengan Pemerintah, swasta dan lebih dari 8.000 buyers lokal dan luar negeri.

Iravernia, Direktur Penyelenggara Industrial Energy Powermax 2018 mengatakan, ajang tahunan ini merupakan upaya mendukung program Pemerintah dalam meningkatkan industri Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) serta kegiatan ekspor di sektor industri energi dan kemandirian daya saing nasional.

“Ajang ini sekaligus sebagai wadah informasi terkait peran sektor industri dalam bentuk pameran dan konferensi “Industrial Energy 2018.” Termasuk industri pembangkit listrik, migas, pertambangan dan sektor lain sebagai pendukungnya,” papar Iravernia.

Menurutnya, Pemerintah berencana untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan untuk listrik pada tahun 2025. Begitu pula dengan RUPTL 2017-2026 yang telah disepakati. Penyerapan energi terbarukan akan meningkat dari 19,6 persen menjadi 22, 6 persen pada tahun 2025.

“Kami berharap, ajang Industrial Energy Powermax 2018 kali ini dapat membantu Pemerintah untuk mewujudkan rencana kedepan, untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan negeri ini,” kupas Iravernia.

Pada kesempatan tersebut, PT. Myexpo Kreasi Indonesia selaku penyelenggara juga bekerjasama dengan sejumlah asosiasi seperti Indonesia Welding Engineering Society (IWES), Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Masyarakat Ketenagalistikan Indonesia (MKI), Indonesia Boiler Turbine Association (IBTA), Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia serta The Electrical and Electronics Association of Malaysia (TEEAM).

Tak hanya itu, ajang ini juga bakal menghadirkan para eksportir produsen bidang energi, migas, pertambangan, dan industri pendukungnya. Menghadirkan pula project owner dalam negeri PT. PLN (Persero) dan PT. Pertamina serta investor dalam dan luar negeri. Dalam hal ini, pihak penyelenggara bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Perdagangan.

“Harapan kami, Powermax 2018 dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh pengusaha, pemangku kepentingan di sektor energi, baik peserta pameran maupun pengunjung (buyers) lokal maupun luar negeri,” imbuh Iravernia.

Dedy Mulyadi