Indonetwork, BisnisDalam dunia bisnis, refund barang merupakan suatu hal yang bisa terbilang unik karena memberikan efek positif dan sekaligus juga negatif, tergantung dari kacamata para pelanggan. 

Di satu sisi, ada pemilik usaha yang memiliki kebijakan refund yang baik. Tetapi disisi lain, jika saja transaksi membutuhkan refund, berarti bukankah terjadi suatu masalah dalam transaksi tersebut?

Meski bisa dipandang positif sekaligus negatif, pandangan publik terhadap refund sebenarnya lebih banyak yang mengarah pada arah yang positifnya, karena tidak jarang terjadi juga masalah yang akan menyebabkan munculnya refund yang berasal dari pemilik usaha, maka mereka wajib bertanggung jawab. 

Sebenarnya, apa maksud dari refund itu sendiri dan bagaimana kebijakan yang baiknya?

Pengertian Refund

ketentuan refund barang
Sumber: Unsplash

Menurut Collins Dictionary, refund adalah proses pengembalian dana kepada pelanggan. Ada banyak sekali alasan mengapa dana tersebut harus dikembalikan. Misalnya, pelanggan membayar terlalu banyak atau juga produk dikembalikan oleh pelanggan dikarenakan terdapat kecacatan pada produk tersebut atau produk tidak sesuai dengan ekspektasi pelanggan.

Saat pelanggan mengembalikan barang kepada penjual, pasti mereka akan meminta pengembalian dana. Maka itulah yang dimaksud dengan refund barang. 

Untuk menghindari refund biasanya penjual menetapkan aturan sepihak dengan menyatakan “Tidak menerima refund barang”. Namun, praktik demikian terbilang tidak adil bagi pelanggan. Di sisi lain, pembeli akan enggan untuk melanjutkan transaksi dengan adanya pernyataan seperti itu.

Aturan mengenai refund biasanya berada dalam e-commerce, karena umumnya transaksi dilakukan secara jarak jauh. Pembeli tidak bisa memantau produk yang akan dibeli. 

Selain itu ada juga risiko barang rusak pada saat proses pengiriman. Tetapi biasanya untuk barang di toko sulit untuk melakukan refund. Pembeli tidak bisa refund barang jika hanya karena berubah pikiran atau juga ukuran yang salah, sebab sebelumnya mereka bisa mencoba dan melihat barangs secara langsung sebelum membelinya.

BACA JUGA: Apa Saja Perbedaan E-Commerce Dengan Marketplace?

Syarat dan Ketentuan Refund Barang

ketentuan refund barang
Sumber: Pexels

Untuk mengajukan proses pengembalian atau penukaran barang, berikut syarat & ketentuan umum pengembalian barang atau refund.

  1. Barang yang ingin Anda kembalikan harus dalam kondisi yang sama seperti pada saat diantarkan.
  2. Produk tidak boleh dalam keadaan rusak, kotor, atau telah dicuci/dicorat-coret.
  3. Label harga/merek barang masih dalam keadaan utuh (jika ada label harga/merek).
  4. Untuk produk-produk yang menggunakan kemasan, harus dikembalikan beserta kemasan aslinya.
  5. Ongkos kirim ditanggung oleh pembeli kecuali retur karena cacat.
  6. Sebelum mengembalikan barang harap untuk konfirmasi terlebih dahulu melalui form retur yang terdapat pada halaman website kami.
  7. Kami tidak menerima permintaan barang dikembalikan dengan alasan customer tidak jadi order, customer tidak jadi bayar, dan alasan tidak jelas lainnya
  8. Jika ditemukan salah barang / sobek silahkan konfirmasikan untuk meminta retur.
  9. Refund Dana barang reject hanya diberikan jika stok sudah habis, jika stock masih ada akan ditukar dengan barang yang sama.
  10. Permintaan retur diterima maks 2 hari setelah barang sampai (berdasarkan data online di ekspedisi yang dipilih saat proses order)
  11. Lakukan permintaan retur / komplain dengan sopan dan baik, semua komplain kasar akan diabaikan.
  12. Pembeli yang tidak mematuhi aturan ini dan memaksakan kehendaknya tanpa alasan yang jelas akan diabaikan dan dimasukan ke daftar blacklist pembeli.

Tips Untuk Membuat Kebijakan Refund Barang

refund barang
Sumber: Pexels

Jika sudah tahu apa itu refund, Anda juga perlu mengetahui jika refund barang saja tidaklah cukup. Anda juga harus menetapkan kebijakan refund barang di e-commerce yang disesuaikan dengan kebijakan perusahaan. Hal tersebut untuk menjaga kepercayaan pelanggan untuk produk Anda. 

Selain itu juga dengan menetapkan kebijakan refund barang yang adil, Anda juga sudah melindungi bisnis Anda. Cara untuk membuat kebijakan refund barang agar melindungi kedua belah pihak antara lain dengan menggunakan bahasa yang sederhana, tempatkan pernyataan refund barang di bagian yang gampang untuk dilihat, jelaskan apa yang pelanggan harapkan dari toko Anda, dan jangan membuat pelanggan menjadi bingung dengan menyediakan customer service yang selalu siap membantu pelanggan.


Itulah informasi terkait refund, semoga dapat membantu bisnis yang sedang Anda kelola dan menambah pengetahuan Anda. Jika Anda sedang mencari tempat untuk memasarkan produk Anda, Anda dapat menggunakan platform B2B marketplace seperti Indonetwork.

Sebagai pelopor B2B marketplace yang sudah terkenal di Indonesia, Indonetwork akan membuat produk dan perusahaan Anda lebih dikenal lebih luas karena setiap bulannya, ada ratusan ribu orang yang mengunjungi website Indonetwork. Segera daftarkan diri Anda menjadi member Indonetwork dan rasakan keuntungannya!

Penulis: Najmia Chaerunnisa

Editor: Nafila Chaerunnisa


%d bloggers like this: