Jakarta-Wakil menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona (SARS-CoV-2) di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Kamis (14/1). Merek vaksin Covid-19 yang digunakan adalah CoronaVac buatan perusahaan asal China, Sinovac.

Dante menerima suntikan vaksin pertama pada sekitar pukul 08.40 WIB pagi ini. Kegiatan tersebut sekaligus untuk mengawali vaksinasi serentak untuk tenaga kesehatan di Tanah Air.

Rampung divaksin, Dante pun berharap dirinya tidak mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Para dokter yang menyuntik dan vaksinator sudah dilatih dan merupakan dokter yang ahli di bidangnya. Jadi tidak ada rasa apa-apa, mudah-mudahan tidak ada kejadian KIPI yang saya alami,” kata Dante di RSCM Jakarta seperti yang disiarkan melalui Kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Kamis (14/1).

Dalam proses vaksinasi terlihat ada alur empat meja yang harus dipatuhi. Pada meja pertama, Dante harus melakukan pendaftaran dan verifikasi data penerima vaksin. Kemudian meja kedua, ia harus melakoni pemeriksaan fisik sederhana seperti cek tensi, cek suhu, dan klarifikasi hal kesehatan.

Pada meja ketiga Dante menjalani penyuntikan vaksin, dan selanjutnya pada meja keempat terdapat proses pencatatan dan pemberian sertifikat vaksinasi.

Lebih lanjut, Dante pun berharap kegiatan vaksinasi ini dapat berjalan lancar sehingga mampu memenuhi target pemerintah untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan vaksinasi ini, kita bisa memperoleh herd immunity dari vaksinasi 70 persen penduduk,” ujarnya.

Adapun sebelumnya, Presiden Joko Widodo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Faqih, Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Idham Azis, pemuka agama hingga selebritas Raffi Ahmad menjalani penyuntikan vaksin virus corona Sinovac di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/1) kemarin.

Penyuntikan dilakukan usai dua hari sebelumnya izin penggunaan darurat (EUA) vaksin Covid-19 Sinovac dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan penerbitan izin dilakukan setelah evaluasi lembaganya menunjukkan  efikasi atau tingkat kemanjuran vaksin Sinovac 65,3 persen. Selain izin penggunaan darurat dari BPOM, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menyatakan vaksin Sinovac halal dan suci baik dari segi bahan maupun proses produksi.

Sumber Berita : CNN

Sumber Foto : CNN