Pengujian kualitas air minum secara teratur, sangat penting untuk memastikan air aman untuk dikonsumsi dan menghindari potensi kontaminan berbahaya. Kontaminasi air adalah permasalahan utama dalam kesehatan masyarakat, karena banyak orang yang menggunakan air terkontaminasi dengan tingkat kontaminan fisik, kimia, atau biologis yang berbahaya.

Air minum yang sudah terkontaminasi memberikan beberapa dampak negatif seperti paparan penyakit, masalah pencernaan, masalah reproduksi, kerusakan organ, hingga penyakit kronis. Oleh karena itu, uji kualitas air sangat diperlukan untuk membantu menghindari tingkat kontaminan yang berbahaya dan mengurangi risiko kesehatan.

Parameter Uji Kualitas Air

Kualitas Air
Sumber: Pexels

Berbagai karakteristik air diuji untuk memiliki pemahaman kualitas air yang lebih andal dan holistik. Terdapat tiga kategori parameter yang diuji saat menguji kualitas air, yakni parameter fisik, kimia, dan biologi air. Setiap parameter memiliki karakteristik air yang berbeda. Semua parameter juga harus dievaluasi secara rutin untuk menjaga kualitas air yang optimal.

Parameter Fisik

Terdapat 6 parameter fisik utama yang diuji untuk menentukan kualitas air, yaitu kekeruhan, suhu, warna, rasa dan bau, padatan, dan konduktivitas listrik. Kekeruhan diukur dengan cara mengukur jumlah cahaya yang dapat melewati air. Air yang keruh dapat menjadi tempat persembunyian mikroba berbahaya dan memiliki peluang untuk menyerap logam berat.

Suhu air termasuk dalam parameter penting, karena suhu dapat mempengaruhi palatabilitas, bau, kelarutan, dan reaksi kimia. Warna, rasa dan bau adalah parameter yang biasanya terlihat saat berada pada tingkat yang sangat tidak aman. Rasa dan bau air minum dapat berasal dari berbagai sumber seperti bahan organik, limpasan industri, dan gas terlarut. Sementara konduktivitas listrik air diukur dengan kemampuan air untuk membawa arus listrik. Penting untuk mengukur air ketika air sedang digunakan untuk irigasi atau tujuan pemadam kebakaran.

Parameter Kimia

Parameter kimia biasanya dirujuk saat membahas kualitas air dan pengujian yang mencakup pengukuran keberadaan berbagai bahan kimia. Ukuran ini meliputi pengujian kadar mineral terlarut di dalam air, pengujian pH, alkalinitas, klorida, residu klorin, keasaman sulfat, nitrogen, fluoride, besi mangan, tembaga, seng, oksigen terlarut, kebutuhan oksigen, zat anorganik dan organik beracun, dan zat radioaktif. UNICEF merekomendasikan untuk memprioritaskan pengujian pada fluoride, arsenik, dan nitrat untuk pemantauan kima.

Parameter Biologis

Dalam parameter biologis, terdapat 4 hal utama yang terlibat dalam pengujian, yakni bakteri, virus, alga, dan protozoa. Tantangan terbesar pada parameter ini adalah ketika limbah dari orang dengan penyakit menular memasuki sistem air minum, yang kemudian dapat meningkatkan kemungkinan orang lain tertular penyakit.

Baca juga: Mengenal Moisture Meter, Alat Penguji Kadar Air

Cara Menguji Kualitas Air

Kualitas Air
Sumber: Pexels

Ada sejumlah cara untuk melakukan uji kualitas air. Apalagi jika Anda ingin menguji kualitas air di rumah Anda. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menguji kualitas air.

Strip Tes

Alat uji strip tes, dapat mendeteksi keberadaan bahan kimia tertentu dan bekerja dengan mengubah warna. Kemudian Anda bisa membandingkan strip dengan grafik yang akan membantu menunjukkan konsentrasi bahan kimia tertentu. Strip tes sering digunakan untuk menentukan pH atau jumlah klorin dalam air. Alat uji ini bisa Anda dapatkan dengan harga terjangkau, namun kelemahannya adalah hasil pengujian tidak seakurat alat uji lainnya.

Kit Disk Warna

Kit disk warna, bekerja dengan cara memasukkan sampel air ke dalam tabung plastik. Kemudian Anda perlu untuk menambahkan bubuk atau beberapa tetes reagen cair ke dalam tabung. Air akan berubah warna tergantung pada unsur-unsur yang ditemukan di dalam air. Tes ini sedikit lebih rumit jika dibandingkan dengan alat uji strip tes, namun alat ini dapat memberikan banyak informasi tentang bahan kimia serta elemen mikrobiologi.

Baca juga: Pentingnya Salinitas Air Laut

Instrumen Digital

Alat uji instrumen digital merupakan alat genggam yang biasanya digunakan oleh seorang profesional. Alat ini lebih mahal dibandingkan dengan dua alat sebelumnya, namun memberikan hasil yang akurat.

Tes Lab Profesional

Tes lab professional, sesekali diperlukan untuk menganalisis secara menyeluruh. Sejumlah tes yang dilakukan biasanya adalah pemindaian standar untuk melihat bagaimana keadaan air, hingga pemindaian komprehensif dan kesehatan yang akan membantu menentukan apakah Anda memerlukan penyaringan tambahan untuk air minum atau tidak. Pengujian lab professional juga dapat mengukur kontaminan yang terkandung dalam air dan pada tingkat apa dengan menggunakan peralatan-peralatan yang memadai. Peralatan yang digunakan seperti alat uji fotometrik, spektrofotometer, dan lain sebagainya.

Baca juga: Pentingnya pH Air Minum untuk Tubuh

Distributor Bante Alat Kualitas Air

Pengujian terhadap lingkungan, khususnya air perlu pengujian secara berkala. Mengingat ketergantungan manusia terhadap air yang tinggi untuk keperluan sehari-hari. Selain itu, air juga termasuk salah satu hal yang penting untuk ekosistem dan makhluk hidup lain di sekitar kita. Oleh karena itu, proses uji kualitas air membutuhkan peralatan yang berkualitas dan akurat. Peralatan uji kualitas air, bisa Anda dapatkan di PT. Mitra Katiga Sejahtera.

PT. Mitra Katiga Sejahtera merupakan distributor produk Bante alat laboratorium kualitas air dengan kualitas terbaik dan beraneka ragam. Mereka menyediakan beberapa produk Bante seperti pH meter, ORP meter, ion meter, water hardness meters, conductivity meter, TDS meter, salinity meter, dissolved oxygen meter, turbidity meter, multiparameter, dan masih banyak lagi. Jadi tunggu apalagi? Kunjungi websitenya dan buat penawaran sekarang juga!


Author

%d bloggers like this: