Indonetwork, Mesin Alat Berat – Saat memilih atau menggunakan overhead crane, memahami setiap komponennya menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Setiap bagian memiliki fungsi berbeda yang saling mendukung proses pengangkatan beban secara aman dan efisien. Dengan mengenali komponen overhead crane, proses pengoperasian, perawatan, hingga pemilihan spesifikasi crane yang sesuai dengan kebutuhan industri pun dapat dilakukan dengan lebih tepat.

Overhead crane atau bridge crane merupakan alat angkat yang digunakan untuk memindahkan beban berat secara horizontal maupun vertikal di area kerja, seperti pabrik, gudang, dan fasilitas industri lainnya. Alat ini bergerak di atas jalur (runway) sehingga mampu menjangkau area kerja yang luas dengan efisien.

Secara umum, overhead crane bekerja dengan prinsip mengangkat, memindahkan, dan menurunkan beban menggunakan sistem mekanis dan elektrikal yang saling terintegrasi.

Agar lebih mudah dipahami, berikut 11 komponen overhead crane beserta fungsi masing-masing.

1. Girder (Jembatan Crane)

Girder merupakan struktur utama pada overhead crane yang berfungsi sebagai penopang seluruh beban. Komponen ini berbentuk balok melintang yang menjadi tempat bergeraknya trolley dan hoist.

Girder sendiri dibedakan menjadi dua jenis, yaitu single girder dan double girder. Pemilihannya disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas angkat serta skala operasional di lapangan.

2. Hoist (Pengangkat)

Hoist adalah komponen yang bertugas mengangkat dan menurunkan beban secara vertikal. Sistem ini bekerja dengan bantuan motor, drum, dan wire rope untuk mengontrol beban yang bergerak.

Hoist sangat penting pada overhead crane. Sebab, komponen ini menentukan efisiensi dan keamanan saat proses lifting berlangsung.

3. Trolley

Trolley merupakan komponen overhead crane yang berfungsi membawa hoist dan bergerak sepanjang girder.

Dengan adanya trolley, beban tidak hanya bisa diangkat, tapi juga dipindahkan ke sisi kiri dan kanan sesuai kebutuhan.

4. End Carriage

Komponen overhead crane lainnya yaitu end carriage yang terletak di kedua ujung girder dan dilengkapi roda sebagai penopang utama.

End carriage memungkinkan criane bergerak maju dan mundur di atas rel (runway) sekaligus menjaga kestabilan saat mengangkut beban berat.

5. Runway Beam dan Rail (Lintasan)

Runway beam adalah struktur balok penopang, sedangkan rail merupakan jalur lintasan roda crane. Kedua komponen ini bekerja bersama untuk memastikan gerak crane tetap stabil dan terarah di sepanjang area operasional.

Baca Juga: Apa Itu Crawler Crane? Mengenal Fungsi, Cara Kerja, dan Keunggulannya

6. Control Panel (Panel Kontrol)

Control panel merupakan pusat pengendali seluruh sistem overhead crane, terutama yang berkaitan dengan kelistrikan.
Melalui panel ini, Anda dapat mengatur pergerakan hoist, trolley, hingga crane secara menyeluruh dengan lebih presisi dan aman.

7. Festoon System

Sementara itu, festoon system merupakan komponen overhead crane yang berfungsi sebagai pengatur kabel listrik dan kabel kontrol yang digunakan oleh crane gar tetap rapi, tidak kusut, serta mampu mengikuti pergerakan crane selama beroperasi.

Festoon system memastikan kedua kabel tersebut rapi, tidak kusut, dan tetap tersuplai listrik meskipun crane bergerak secara cross travel (gerakan troli/hoist ke kiri dan kanan)

8. Sistem Long Travel Electrical

Sekilas, sistem long travel electrical memang terlihat mirip dengan festoon system. Namun, komponen ini lebih berperan sebagai penyuplai daya listrik di sepanjang jalur pergerakan crane secara menyeluruh.

Dengan sistem ini, operasional crane dapat berjalan tanpa gangguan meskipun berpindah posisi dalam area kerja yang luas.

9. Wire Rope (Tali Baja)

Wire rope adalah tali baja yang digunakan sebagai media pengangkat beban. Komponen overhead crane satu ini dirancang kuat dan fleksibel agar mampu menahan beban berat, sekaligus menjaga pergerakan vertikal tetap stabil.

10. Hook (Pengait)

Hook merupakan komponen overhead crane yang berfungsi mengaitkan beban yang akan diangkat. Bentuknya dirancang khusus agar mampu menahan beban dengan aman selama proses pengangkatan dan pemindahan barang berlangsung.

11. Drum dan Pulley

Terakhir, ada komponen drum dan pulley yang bekerja dalam satu sistem untuk kelancaran proses pengangkatan beban pada crane.

Drum berfungsi menggulung wire rope, sedangkan pulley membantu mengatur arah gerakan sekaligus mendistribusikan beban agar proses pengangkatan berlangsung lebih efisien.

Itulah bagian-bagian overvead crane dan fungsinya. Mulai dari girder sebagai struktur utama, hoist sebagai pengangkat, hingga sistem kelistrikan seperti festoon dan control panel, semuanya saling terintegrasi dalam satu sistem kerja.

Baca Juga: Apa Itu Hoist Crane? Fungsi dan Contoh Penggunaannya di Industri

Dengan memahami semua itu, risiko kerusakan alat maupun kecelakaan kerja bisa diminimalisir, sekaligus meningkatkan produktivitas di lapangan.

Jika sedang mencari overhead crane untuk kebutuhan industri, Anda dapat menemukan berbagai pilihan produk dari perusahaan overhead crane Indonesia yang tersedia di Indonetwork. Dengan begitu, proses menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan operasional menjadi lebih mudah.

Editor: Citra Irhamna

Penulis

Enable Notifications OK No thanks