Kategori

Bisnis

Kategori

Peluang Bisnis Warnet Masih Relevan Untuk Tahun 2017

Orang-orang mungkin bertanya-tanya, apakah peluang bisnis warnet masih relevan untuk sekarang ini, di mana semua orang sudah memiliki gawai dan modem untuk mengakses internet sendiri.

Era kesuksesan usaha tersebut mungkin sudah redup sekarang, namun bukan berarti sudah tidak lagi menjanjikan. Nyatanya hingga sekarang, tetap saja ada warnet yang bertahan dan beroperasi.

10 Tips Meningkatkan Kepribadian Diri Secara Profesional

Indonetwork, Bisnis – Terkadang entah bagaimana caranya, kita tiba-tiba di ingatkan tentang nilai-nilai kehidupan. Sehingga hal itu memaksa kita untuk memikirkan kembali tentang baik buruknya ketika menjalani, soal apa yang perlu di pertahankan, dan apa yang perlu di tanggalkan untuk mencapai sebuah tujuan yang sudah di tetapkan sebelumnya.

Perhelatan e2eCommerce Indonesia 2016 Berlangsung Sukses

Pameran perdana yang berfokus untuk mendukung kekuatan ekosistem eCommerce di Indonesia di buka hari ini di Hotel Mulia Senayan, Jakarta – Indonesia sampai dengan 3 November.

Hadir dengan nama “e2eCommerce Indonesia”, pameran B2B yang hadir dengan tema “Build, Grow, Fulfil – Indonesia’s eCommerce Future” di harapkan akan mampu menarik 1.500 trade visitor dan 300 delegasi lainnya.

Peringkat Kemudahan Berbisnis Di Indonesia Naik, Singapura Menurun

Indonetwork, Bisnis – Tahun lalu, Bank Dunia mencatat Singapura sebagai negara yang berada di peringkat terbaik dari setiap indeks bisnis, mulai dari tingkat kebahagiaan hidup hingga kemudahan berbisnis. Peringkat ini tidak pernah terlepas dari tangan Singapura selama 10 tahun belakangan.

Namun di tahun ini, negara kecil tersebut mengalami penurunan. Berdasarkan struktur peringkat Ease of Doing Business yang baru di terbitkan Bank Dunia, Selandia Baru berhasil mengambil alih posisi Singapura dan di daulat sebagai negara yang paling mengakomodir kebutuhan bisnis, baik bagi warga lokal maupun ekspatriat.

Jaringan 5G Untuk Bisnis Bukan Hanya Soal Komunikasi

Indonetwork, Bisnis – Satu dasawarsa silam, percakapan video lewat ponsel di anggap sebagai hal yang membuang tenaga dan banyak memakan pulsa. Maklum, kecepatan internet saat itu jauh lebih lamban dan mahal. Sehingga aplikasi yang menawarkan layanan seperti ini tidak terlalu laku di pasaran.

Sekarang? Snapchat, sebuah aplikasi percakapan video yang di gagas oleh seorang mahasiswa dropout ini malah akan membuat penawaran saham perdananya (IPO) dengan nilai taksiran $25 miliar (324 triliun rupiah).

Enable Notifications OK No thanks