Chemical Electroplating Karya Anak Bangsa Siap Bersaing di Pasar Global

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Perusahaan satu ini merupakan bidang usaha yang bergerak di sektor manufakturing dan trading untuk chemical electroplating. Tumbuh kembangnya sektor industri terutama automotive, diiringi pula berbagai penyedia elemen sebagai pelengkap, termasuk juga perusahaan berikut ini. “Kami mulai beroperasi sejak tahun 2010, sebagai penyedia chemical plating (pre treatment, additive and brightener plating, chromating and passivation),” ungkap Indra Priyana, Direktur PT. Alkan Chemical Indonesia (ACI). Menurut Indra, pangsa pasar terbesar unit usahanya di Indonesia lebih mendominasi di industri otomotif. “Kami menjual cairan kimia yang dapat digunakan sebagai pelapis elemen atau komponen otomotif, tentunya yang berbahan metal,” jelasnya. “Kami menyediakan cairan kimia yang mampu melapisi komponen tersebut, seperti besi agar tidak mudah berkarat. Proses pelapisannya biasa di kenal dengan electroplating. Tak hanya menjual, kami juga menawarkan jasa electrocoating,” papar Indra. Proses plating memiliki fungsi untuk memperkuat lapisan seperti hard chrome misalnya. Fungsi lainnya adalah mempercantik tampilan sehingga bentuknya dapat terlihat mengkilap.…

Perusahaan Manufaktur Indonesia Siap Transformasi Menuju Industri 4.0

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Kementerian Perindustrian gencar melakukan sosialiasi kepada para pelaku industri manufaktur di Indonesia mengenai indikator penilaian penerapan teknologi Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0). Langkah ini merupakan bagian dari tahap implementasi. “Melalui peta jalan Making Indonesia 4.0, kita menyatakan siap memasuki era industri 4.0. Artinya, Indonesia sudah punya strategi dan arah yang jelas dalam merevitalisasi manufaktur nasional agar lebih berdaya saing global,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara pada Workshop Self Assessment dengan tools INDI 4.0 di Jakarta. Baca juga: Moka Pay, Permudahkan Sistem Pembayaran Pelaku Usaha Kemenperin menyelenggarakan lokakarya mengundang 112 perusahaan industri, diwakili lima sektor manufaktur yang sedang mendapat prioritas pengembangan industri 4.0. Kelima sektor itu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektronika. “INDI 4.0 merupakan sebuah indeks acuan yang digunakan oleh industri dan pemerintah untuk mengukur tingkat kesiapan perusahaan menuju industri 4.0,” jelas Ngakan. Bagi…