Indonetwork.co.id (Surabaya) – Sebagai negara dengan populasi lebih dari 260 juta penduduk, Indonesia menjadi negara yang cukup diperhitungkan di ASEAN terutama dalam kekuatan ekonomi.

Hal ini dapat terlihat dari pendapatan Indonesia yang mencapai IDR36,000 triliun yang didapatkan hanya dari sektor kelautan. Pencapaian ini diperkuat dengan kerjasama antar BUMN yaitu PT DOK & Perkapalan Kodja Bahari, PT PELNI,PT Dok dan Perkapalan Surabaya, PT Industri Kapal Indonesia, PT Barata Indonesia, PT Boma Bisma Indra dan PT PAL Indonesia.

Baca juga: Selain INAPA, GEM Indonesia Gelar RailwayTech dan IIBT di JIExpo

Tidak hanya sektor kelautan, Indonesia juga memiliki industri manufaktur terbesar kedua di Asia Tenggara, setelah Thailand. Berdasarkan data GAIKINDO (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), produksi dan penjualan mobil Indonesia mengalami peningkatan 10% dari tahun lalu, sekitar 995.836 produksi mobil dan penjualan mobil mencapai 856.439 unit.

Jika peningkatan ini dilakukan secara konsisten, Mckinsey Global Institute memprediksikan bahwa, Indonesia akan masuk kelompok 7 negara dengan ekonomi stabil di tahun 2030.

Sektor Energi terbarukan juga tak mau kalah unjuk gigi, Indonesia yang merupakan Negara tropis yang dilewati garis khatulistiwa, menjadi negara yang memiliki sinar matahari sepanjang tahun.

Oleh Karena itu, energi tenaga surya akan menjadi industri besar yang potential di masa mendatang. Indonesia memiliki potensial sinar surya sebesar 4.8kwh/m2 dimana 10 kali lebih besar dibanding negara Jerman dan kota-kota besar lainnya di Eropa. Hal ini merupakan peluang yang sangat besar di industri sinar surya.

Ketua Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (APERLINDO), John Manoppo memperkirakan, LED akan mendominasi kebutuhan lampu di Tanah Air dengan persentase 70 persen.

Hal ini jelas membuktikan bahwa pasar lampu LED di Indonesia masih sangat terbuka untuk para investor dunia yang ingin mengembangkan teknologi terbaru khususnya di industri perlampuan.

Surabaya Green City
Surabaya sendiri merupakan kota terbesar kedua di Indonesia, setelah kota Jakarta dan merupakan ibukota propinsi Jawa Timur. Dengan penduduk melebihi 39 juta dengan luas kota sebesar 48 km2 menjadikan Surabaya sebagai salah satu propinsi yang memiliki pengaruh yang sangat besar bagi kota- kota lain di Indonesia.

Baca juga: Pameran Transportasi Terbesar SeAsia Tenggara Kembali Digelar

Jawa Timur juga menjadi salah satu pintu utama perdagangan di pasar Indonesia Timur. Banyaknya galangan kapal yang berlokasi di Surabaya dan adanya pusat perhatian pemerintah dalam membangun tol-tol laut yang semakin mengukuhkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Selain perkapalan, Industri otomotif di Surabaya pun memiliki kemajuan yang positif dalam angka penjualan. Hal ini dilihat dari kontribusi Jawa Timur yang berada di peringkat ketiga setelah Jawa Barat dan Jakarta, berkisar sekitar 14% dari seluruh penjualan otomotif di Indonesia.

Kontribusi ini mengakibatkan industri otomotif menjadi kunci utama dalam Produk Domestik Regional Bruto Jawa Timur dengan penjualan kendaraan roda empat sebanyak 2,4 juta dan kendaraan roda dua sebanyak 6,3 juta.

Bukan hanya itu saja, Surabaya juga menunjukkan kemajuan di bidang energi terbarukan, Pemerintah mulai memandang potensial Surabaya di bidang energi terbarukan karena adanya perbedaan yang mencapai 30% di tingkat radiasi tenaga surya dibandingkan Indonesia bagian barat.

Fakta ini jelas dimanfaatkan oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, untuk menjadikan Surabaya sebagai kota hijau (Green City) dimana Surabaya telah mendapat pengakuan sebagai kota terbaik dunia kategori “ Global Green City” dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), oleh karena itu Surabaya mengembangkan solar energi untuk menghidupkan kota Surabaya.

Peluang ini menjadi salah satu alasan GEM Indonesia menggelar kembali pameran INAMARINE, INAPA, INALIGHT dan SOLARTECH Surabaya 2018. Pameran ini akan menyajikan perkembangan terbaru di bidang maritim, lepas pantai, otomotif, fastener, lampu dan PV Solar.

Melalui pameran ini, Baki Lee mengharapkan GEM Indonesia tetap dapat memberikan dukungan demi kemajuan industri nasional, khususnya untuk industri maritim, automotif dan solar panel.

“Pameran gabungan yang diselenggarakan pekan lalu di Grandcity Convex, Surabaya, diramaikan oleh 200 peserta dari 10 negara dengan target pengunjung mencapai 8.000,” pungkas Lee.

Dedy Mulyadi