Indonetwork.co.id (Jakarta) – Memetik kesuksesan di tahun pertama, RailwayTech Indonesia 2018 kembali digelar dengan skala dua kali lipat lebih besar dari tahun sebelumnya. Event tersebut bekerjasama dengan MASKA (Masyarakat Perkeretaapian Indonesia).

Pameran ini telah menjadi ajang bagi pelaku lokal dan mancanegara untuk memamerkan inovasi terbaru di bidang perkeratapian serta dapat memajukan perkembangan transportasi di Indonesia.

Baca juga: Pameran Transportasi Terbesar SeAsia Tenggara Kembali Digelar

“RailwayTech Indonesia 2018 merupakan ajang potensial tempat sharing, matching dan cooperating dengan CEO dan owner perusahaan kereta api paling berpengaruh di dunia,” ungkap Baki Lee, Direktur PT Global Expo Management (GEM Indonesia).

Tahun ini, pihak penyelenggara juga bakal menggelar conference, mengupas beberapa hal penting di bidang perkeretaapian, seperti regulasi, kebijakan dan investasi, strategi dan perkembangan.

Tak hanya itu, conference kali ini juga membahas studi kasus mengenai LRT, MRT dan juga teknologi. Termasuk inovasi dan sistem kontrol perkeretaapian. Pembahasan ini akan dibawakan oleh para profesional di masing-masing bidang.

“Indonesia Railway Conference akan membantu pemerintah Indonesia dalam meningkatkan edukasi dibidang perkeretaapian. Kami berharap, ajang ini dapat diimplementasikan di dalam perkembangan infrastruktur yang sedang berjalan,” kupas Lee.

Bus and Truck Indonesia (IIBT) 2018
Untuk melengkapi pameran transportasi terbesar di Asia, pihak penyelenggara (GEM Indonesia) menyuguhkan industri transportasi lainnya yaitu Bis, Truk serta komponen pendukungnya.

“Bus and Truck Indonesia 2018 dapat dijadikan salah satu sarana untuk mendukung peningkatan penggunaan kendaraan niaga. Untuk ajang ini,  kami bekerjasama dengan ASKARINDO (Asosiasi Karoseri Indonesia),” papar Lee.

Menurutnya, pameran tersebut akan dijadikan sebagai jembatan untuk mempertemukan pelaku bisnis Bis, Truk, Logistik dan Infrastruktur agar terjadi penyaluran informasi mengenai perkembangan inovasi dan teknologi dari dalam negeri maupun luar negeri.

Bus and Truck Indonesia (IIBT) diselenggarakan bersamaan dengan Forklift Indonesia 2018 dan CON-MINE 2018, yang berfokus pada  forklift, material handling, logistik, mining dan konstruksi.

Tidak hanya itu, di tahun 2019 GEM Indonesia akan bekerjasama dengan Busworld Kortrijk untuk mengadakan Busworld SouthEast Asia 2019. Penandatangan kerjasama telah ditelah dilakukan dan dimulai sejak pertengahan tahun 2017 silam.

Busworld merupakan pameran bus terbesar di dunia  dan Busworld melihat Indonesia berpotensi menjadi pusat pengembangan transportasi yang besar di Kawasan Asia Tenggara.

“Harapan kami, pameran ini dapat membantu kemajuan transportasi bis di Indonesia,” pungkas Lee.

Lebih lanjut Lee mengatakan, pameran Bus and Truck Indonesia (IIBT) dan Busworld akan diadakan bergantian tiap tahunnya, Bus and Truck Indonesia di tahun genap dan Busworld di tahun ganjil.

Keterkaitan antara ketiga pameran diatas (INAPA, RailwayTech Indonesia dan Bus and Truck Indonesia 2018) diharapkan dapat membantu perkembangan pembangunan infrastruktur yang sedang massive di kerjakan oleh Pemerintah.

“Ajang ini akan menjadi wadah berkumpulnya para profesional di bidang otomotif, perkeretaapian, kendaraan niaga untuk berbagi pengetahuan mengenai inovasi dan perkembangan terkini,” imbuh Baki Lee.

Dedy Mulyadi