Ketika lulus dari bangku perkuliahan, biasanya banyak dari fresh graduates akan menunggu lama dalam ketidakpastian sampai akhirnya terjun ke dunia kerja dan menghadapi kenyataan.

Sayangnya, tidak semua bisa mengatur waktu dengan disiplin, sampai-sampai pekerjaannya banyak yang keteteran. Nah sebelum terlambat, ada baiknya Anda menyadari hal ini sedini mungkin.

Untungnya saat ini terdapat banyak sekali alat bantu atau aplikasi yang dapat menyelesaikan masalah-masalah seperti di atas dan meningkatkan produktivitas Anda. Mulai dari Asana untuk memudahkan kolaborasi kerja hingga ZipSchedules untuk mengatur waktu sendiri.

Aplikasi semacam ini tidak hanya berlaku untuk pekerja kantoran, namun juga bagi Anda yang baru merintis usaha. Kami telah mengumpulkan daftar aplikasi produktivitas yang rutin di pakai oleh beberapa tokoh terkemuka di bidang teknologi berikut ini:

Andres Moran

Moran adalah salah satu dari pendiri (co-founder) Fundera, sebuah startup yang bergerak di bidang pinjaman bisnis berskala kecil. Ia juga merupakan pendiri Vestable, sebuah pasar online bagi bisnis UKM.

Ia banyak berkomunikasi dengan pemilik bisnis lainnya, dan karenanya, banyak mengandalkan aplikasi yang berhubungan dengan email.

Menurut penelitian, pekerja kantoran menghabiskan waktu kurang lebih 6 jam setiap harinya hanya untuk mengecek email lalu merespon beban pekerjaan yang di alamatkan ke dalam email tersebut.

Angka tersebut tentu dapat di minimalisir berkat bantuan aplikasi andalan Andres Moran berikut ini:

  • Yesware. Ekstensi email yang satu ini memungkinkan Anda untuk mengetahui kapan seseorang membuka email yang Anda kirim. Yesware juga memberitahukan lokasi dan perangkat yang mereka gunakan untuk membukanya. Selain itu, Yesware juga menyediakan ruang untuk menyimpan kerangka email dan penjadwalan khusus.
  • Rapportive. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk melihat profil jejaring sosial dari si penerima email. Hal yang paling menarik dari aplikasi ini adalah Anda akan di beritahukan mengenai variasi email yang di miliki oleh si penerima sehingga Anda bisa mengirim pesan secara sekaligus.

Preston Pesek

Pesek memulau karirnya di bidang real estate pada kawasan New York. Kemudian, ia banting setir dengan mendirikan Spacious, penyedia layanan ruang bekerja gabungan (co-working) bergaya santai yang di hitung berdasarkan jam.

Pesek mengakui ia banyak menghabiskan waktu mengatur karyawannya yang bekerja dari rumah (remote) dan merespon email.

Menurut survei ada 49 persen pekerja generasi millenial mendukung adanya alat percakapan sosial untuk berkolaborasi di ruang kerja. Sedangkan 86 persen eksekutif kantoran mengakui kurangnya komunikasi dapat menggagalkan pekerjaan mereka.

Oleh karenanya, Pesek selalu berkomunikasi setiap saat dengan para eksekutif dan anggota timnya demi mengembangkan organisasi yang sehat. Berikut adalah aplikasi andalannya.

  • Slack. Aplikasi ini adalah layanan perpesanan untuk memudahkan kolaborasi tanpa harus bertemu secara fisik. Slack memiliki fitur yang dapat menggantikan layanan konferensi video, berbagi berkas, dan panggilan suara secara sekaligus.
  • Apple Mail. Meski aplikasi manajemen email gratis maupun berbayar sudah tak terhitung lagi jumlahnya, namun Pesek merasa Apple Mail tetap menjadi yang paling ringkas dan efisien. Pengiriman email Pesek pun tidak pernah menemui kegagalan.

Jay Baer

Baer adalah pendiri Convince & Convert, biro konsultan pemasaran digital bagi perusahaan-perusahaan kelas kakap yang biasa masuk dalam daftar Fortune 500.

Sejak mendirikan biro konsultasinya pada 2008 silam, reputasi Baer sebagai konsultan pemasaran digital kian menanjak. Ini karena Baer banyak mengadakan perjalanan bisnis dan berbicara di hadapan khalayak ramai.

Penelitian di Amerika Serikat mencatat, sekitar 213 miliar dollar (1 persen dari total PDB AS) terbuang percuma gara-gara perjalanan bisnis yang seharusnya tidak perlu.

Dengan mengatur perjalanan dan pertemuan bisnis secara padu, Anda dapat menghemat lebih banyak dana dan mengurangi stres. Berikut ini adalah aplikasi andalan Baer:

  • Tripit. “(Aplikasi) ini menyimpan semua rencana perjalanan dan dokumen saya dalam satu tempat, dan dapat dengan mudah di akses melalui laptop, ponsel, maupun tablet. Saya bepergian hampir 180 hari setiap tahunnya dan tidak akan berhasil tanpa bantuan Tripit. Saya akan kesulitan bahkan untuk mencari hotel,” kata Baer.
  • Amy.io. Aplikasi ajaib yang bekerja layaknya robot manusiawi dalam mengatur pertemuan dan panggilan konferensi secara otomatis. Kecerdasan buatan yang tertanam dalam aplikasi ini sangat bagus dan bahkan bisa di pasang pada kalender dan kotak masuk email Anda. “Penghemat waktu yang luar biasa,” ujar Baer.

Joseph Warwick

Warwick adalah konsultan pemasaran berbasis konten yang pernah bekerja sebagai direktur pemasaran di Xerox dan kini menjalankan perannya di biro konsultan Blast Analytics. Ia di kenal sebagai salah satu pakar pemasaran yang sangat terobsesi dengan kumpulan data dan pelacakan waktu.

Kebanyakan pekerja terutama di Indonesia, menghabiskan waktu secara percuma di sela-sela kerja hingga terakumulasi selama berjam-jam.

Oleh karena itu, pertimbangkan untuk memakai aplikasi manajemen waktu seperti yang di lakukan oleh Joseph Warwick berikut.

  • SproutSocial. “Merespon pesan dan komentar di jejaring sosial sangat menyita waktu dan sulit di lakukan secara cepat, apalagi jika Anda punya lima akun jejaring sosial yang berbeda,” aku Warwick. Sprout dapat mengkonsolidasi semua kegiatan jejaring sosial dalam satu tempat dan berinteraksi dengan pengguna dari aplikasinya.
  • Harvest. “Harvest adalah alat pencatat waktu yang telah banyak membantu pekerjaan dan menolong saya untuk mengetahui apakah waktu yang telah di habiskan untuk setiap proyeknya sudah berjalan secara efektif. Saya juga dapat mengukur apakah saya tetap mendapat untung dari setiap waktu yang saya habiskan,” kata Warwick.