Indonetwork.co.id (Bandung)Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menjembatani pelaku ekonomi kreatif (ekraf) subsektor musik bertemu dengan perbankan.

Langkah tersebut untuk menginformasikan nature business dan kebutuhan pembiayaan mereka pada Bekraf Financial Club (BFC) Subsektor Musik. Diharapkan, BFC dapat meningkatkan pemahaman perbankan terkait model bisnis dan pembiayaan, sesuai pelaku ekraf subsektor musik. 50 orang dari perbankan konvensional dan syariah hadir pada acara ini.

Baca juga: Bekraf Kembali Hadirkan Indonesia Shari’a Economic Festival di Surabaya

Narasumber subsektor musik yang hadir diantaranya Ketua Bandung Music Council (BMC), Erlan Effendi dan sejumlah pelaku lainnya.

Dari pihak perbankan yang menjadi narasumber yaitu Wenni Sri Winastri dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah, Evi Romdiyanawati dari Bank Negara Indonesia (BNI), Dimas Al Ichsan dari Bank Syariah Mandiri, dan Agung Kristianto dari BRI.

“Tugas kami di Bekraf membangun ekosistem ekraf. Berusaha bahu membahu antar kedeputian. Kami juga menjembatani kebutuhan permodalan pelaku ekraf dengan perbankan,” ungkap Direktur Akses Perbankan Bekraf, Restog K. Kusuma.

Ketua BMC Erlan Effendi menambahkan, BFC membantu pelaku ekraf subsektor musik mendapatkan akses pembiayaan yang sesuai kebutuhan musisi.

Dalam meminimalisir resiko perbankan dalam menyalurkan pembiayaan ke pelaku ekraf subsektor musik menurut talent scouting, Soehendar Suryana, yaitu kontrak sebagai garansi.

Talent management, Luthfi, menekankan managemen yang memiliki institusi legal dan Herry Cahyo Purnomo menambahkan fanbase yang bisa dijadikan acuan sebagai analisa perbankan dalam menyalurkan pembiayaan.

Perbankan menyambut baik informasi nature business, model bisnis, sekaligus model pembiayaan yang dibutuhkan pelaku ekraf subsektor musik pada BFC ini.

Perbankan Siap Bantu Berikan Pinjaman
Perwakilan BRI Syariah, Wenni Sri Winastri, mengungkapkan perbankan bisa mengevaluasi dan membentuk pola pembiayaan yang dibutuhkan pelaku ekraf. “Kami akan mempelajari nasabah kami. Kita sesuaikan, tujuan sesuai kebutuhan,” ucap Wenni.

Perwakilan BNI, Evi Romdiyanawati menambahkan, administrasi yang lengkap membantu perbankan memberikan pinjaman. Hal penting lainnya yaitu fisible yaitu kelayakan pengembalian pinjaman bank.

Dimas Al Ichsan dari Bank Syariah Mandiri menjelaskan bahwa, bank bersifat fleksibel. Sedangkan  Agung Kristianto dari BRI menekankan pentingnya keterbukaan antara pelaku ekraf yang mengakses pembiayaan ke perbankan.

“Apa yang diinginkan disampaikan ke orang bank. Dari situ kita akan formulasikan jenis kredit yang sesuai,” pungkas Agung.

Dedy Mulyadi