Category

Panduan

Category

Bekraf Gelar Workshop Penyusunan Proposal Permodalan Pelaku Usaha

Indonetwork.co.id (Padang) – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar Workshop Penyiapan Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif untuk Akses Fasilitas Permodalan Non Perbankan. Kali ini, Bekraf membekali 150 pelaku ekonomi Kota Padang dalam pelatihan penyusunan proposal dan cara presentasi (pitching), untuk mengakses pembiayaan non perbankan. Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo mengungkapkan, permodalan menjadi salah satu kendala pelaku ekonomi kreatif membangun maupun mengembangkan usaha. Baca juga: Bekraf Ajak Perbankan Berikan Skema Permodalan Bisnis Fashion Muslim “Buat pelaku usaha yang bersifat intangible yang kebanyakan belum bankable, tapi sudah visible. Biasanya perbankan belum bisa mendukung pembiayaan saat awal usaha, pembiayaan non perbankan jadi solusi alternatif yang bisa diakses oleh pelaku ekonomi kreatif,” paparnya. Dalam kesempatan itu, Anggota Komisi X DPR RI, Endre Saifoel memberikan sambutan terkait digelarnya workshop di kota Padang. Begitu pula Kadis Koperasi dan UMKM Sumatera Barat, Zirma Yusri yang diagendakan menginformasikan peran pemerintah dalam fasilitasi dan  pengembangan usaha kreatif di Sumatera Barat. Bekraf…

Bekraf Ajak Perbankan Berikan Skema Permodalan Bisnis Fashion Muslim

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan Bekraf Financial Club dengan tema subsektor fashion muslim di Hotel Millenium, Jakarta. 50 perwakilan dari pihak perbankan dan penyedia modal non-perbankan berdiskusi dengan beberapa pelaku ekonomi kreatif (ekraf) subsektor fashion muslim, guna meningkatkan pemahaman mengenai subsektor tersebut dan akses permodalan yang tepat. Baca juga: Fastchem, Your Choice Chemical for Better Solution Pelaku ekonomi kreatif subsektor fashion muslim mempresentasikan the nature of the business dari rantai nilai subsektor fashion muslim, yaitu kreasi, produksi, dan pemasaran. Menurut data Badan Pusat Statistik, Subsektor fashion memberikan kontribusi terbesar kedua Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif 2016 yaitu 18,01% atau Rp166 Triliun. Fashion muslim Indonesia berkembang sejalan dengan tren dunia yaitu halal life style. Namun, permodalan masih menjadi salah satu kendala pelaku ekraf mengembangkan usahanya karena pihak perbankan dan penyedia modal non-perbankan belum mengetahui secara jelas the nature of the business. Kepala Bekraf, Triawan Munaf menuturkan, Sub sektor…

Pertemukan Pelaku Usaha, BFC Kembali Digelar di Kota Malang

Indonetwork.co.id (Malang) – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menggelar Bekraf Financial Club (BFC), gelaran kali ini dilakukan di kota Malang, Jawa Timur. Tahun 2018 ini, BFC mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan sumber permodalan perbankan dan non perbankan. BFC 2018 digelar pertama kali di Malang, menghadirkan pelaku ekonomi kreatif subsektor aplikasi untuk menjelaskan skema pembiayaan subsektor aplikasi, yaitu CEO iGrow, Andreas Sanjaya; CEO Inagata Technosmith, M. Miftahul Huda; dan pelaku ekonomi kreatif subsektor aplikasi Malang. Baca juga: Pickpack, Pioneer Aggregator Perusahaan Ekspedisi di Indonesia “Pelaku ekonomi kreatif memiliki sifat intangible. Sumber pembiayaan perbankan membutuhkan informasi karakter subsektor aplikasi untuk menentukan produk pembiayaan yang sesuai. Begitu juga, dengan investor yang perlu mengetahui keunggulan dan resiko berinvestasi pada subsektor aplikasi,” ungkap Direktur Akses Perbankan Bekraf, Restog K. Kusuma. BFC merupakan sharing session pelaku ekonomi kreatif ke perbankan. Tahun ini, Bekraf melebarkan ke sumber pembiayaan non perbankan. Kota yang dijadikan tujuan penyelenggaraan adalah kota yang…

Jika Ingin Maju, UMKM Harus Cermati Pentingnya Pemasaran Online

Indonetwork.co.id (Yogyakarta) – Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki potensi yang subur akan tumbuh kembangkan UMKM memilih jalur online, sebagai pemasaran paling efektif di era serba digital saat ini. Dari data analisa Dinas Koperasi dan UMKM DIY, hingga kini pelaku UMKM di provinsi Yogyakarta telah mencapai sekitar 174.000. Namun, mereka yang baru ‘tersentuh’ lewat edukasi pemasaran secara online sekitar 3000 UMKM. Untuk itulah, peran media online berpotensi sangat besar dalam mengedukasi para pelaku usaha memperkenalkan wadah promosi secara online. Baca juga: Hipemi Yogya: Pemasaran Digital Sangat Penting Untuk Jaring Konsumen Menurut Kepala Bidang UMKM, Dinas Koperasi dan UMKM DIY Agus Mulyono, memang saat ini dominasi pelaku UMKM di Yogyakarta masih dalam skala mikro. “Mereka masih belum percaya diri dengan produknya padahal produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang luar biasa,” ungkapnya kepada indonetwork.co.id. “Apalagi untuk mempromosikan sekaligus memasarkan produknya secara online. Butuh waktu untuk bisa mengalihkan cara pemasaran mereka ke pasar online,” terang Agus.…

Roadshow E2E Commerce di Yogyakarta Ajak UKM Perluas Pemasaran

Indonetwork.co.id (Yogyakarta) – Sukses menggelar di bandung, Roadshow E2E Commerce Indonesia kembali digelar di Yogyakarta. Bertempat di UGM Club, PT. Omni Ecomm Expo selaku penyelenggara menghadirkan sejumlah pembicara di berbagai sektor bisnis. Antusiasnya cara tersebut dapat terlihat dari jumlah pelaku yang hadir. Tercatat lebih dari 150 pelaku UKM di Yogyakarta mengikuti gelaran tersebut. Baca juga: Indonetwork Akomodasi Kebutuhan Promosi Pelaku Usaha di Jateng Roadshow E2E Commerce Indonesia kali ini, dibuka langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan Kepala Bidang UMKM Yogyakarta, Agus Mulyono ST. MT, sekaligus memberikan kata sambutan yang meriah dalam pembukaan roadshow tersebut. Menurut Hilda Satyadi, Project Director PT. Omni Ecomm Expo, gelaran E2E Commerce Indonesia tahun ini diharapkan dapat mendorong para pelaku UMKM memasarkan tak hanya pasar lokal tapi juga pasar global. “Ajang E2E Commerce Indonesia yang bakal di gelar pada bulan Oktober, para pelaku UMKM diharapkan dapat memanfaatkan momen tersebut menjadi peluang yang potensial,” terang Hilda. Baca juga: Indonetwork…

Indonetwork Akomodasi Kebutuhan Promosi Pelaku Usaha di Jateng

Indonetwork.co.id (Jateng) – Tumbuh suburnya UMKM dan menggeliat sektor bisnis industri di Jawa Tengah (Jateng) sekarang ini, rupanya mampu menarik minat pelaku usaha lainnya untuk ikut serta bersaing di pasar global. Menurut data statistik wilayah Jawa Tengah, di bulan Maret 2018 pertumbuhan UMKM mencapai 4 jutaan lebih. Pelaku usaha terbanyak berada wilayah di Banyumas. Artinya, ekonomi kerakyatan melalui UMKM mampu unjuk gigi di Jateng dengan support pemerintah daerah dan perbankan. Baca juga: Indonetwork Siap Bantu Entrepreneur Muda Kota Medan Go Online Menurut Sas Ariyanto, Agency Manager Indonetwork Perwakilan Jawa Tengah, selain kuliner khas, jenis usaha yang berkembang di Jateng diantaranya kerajinan batik, konveksi, makanan ringan dan produk kebutuhan sehari-hari. “Tak hanya bisnis kuliner, saat ini pengusaha lokal di Jateng juga sedang gencar berekspansi ke bisnis properti, pengembangan kawasan wisata seperti di pulau Bali,” terang Sas. Hanya saja katanya, banyak pengusaha lokal masih belum melek digital untuk memasarkan produknya secara online, mereka…

Indonetwork Siap Bantu Entrepreneur Muda Kota Medan Go Online

Indonetwork.co.id (Medan) – Kota satu ini tercatat sebagai kota ketiga yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia, setelah Jakarta dan Surabaya. Dari data statistik kependudukan Indonesia, jumlah penduduk  Ibukota Provinsi Sumatera Utara mencapai 2.467.183 jiwa.  Tak heran jika semua bidang usaha tumbuh subur. Untuk menjangkau pelaku usaha di kota tersebut, Indonetwork hadir menempatkan perwakilannya di Medan. Selain membantu pelaku usaha memasarkan produknya secara online, strategi ini dilakukan untuk menciptakan interaksi positif. Baca juga: Jangkau Wilayah Jawa Tengah, Indonetwork Hadir di Kota Jogjakarta “Geliat bisnis UMKM di Medan saat ini sangat beragam. Selain kuliner dan produk kerajinan khas Sumatera Utara, geliatnya bisa nampak di sektor komoditas, seperti batik, bordir, rotan, tas, sepatu dan lain-lain,” ucap Anto Juniawan, Agency Manager Indonetwork perwakilan Medan. Menurutnya, Medan telah melahirkan entrepreneur muda yang mencoba mengembangkan bisnis komoditas seperti kopi, kemiri, bawang, dan produk pertanian lain yang pangsa pasarnya menjangkau pelosok nusantara. “Tak hanya hasil bumi,…

Bekraf Tingkatkan Pengetahuan Pelaku Ekraf Tentang Pembiayaan

Indonetwork.co.id (Yogyakarta) – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyambangi Kota Yogyakarta, menggelar kembali Business Matching. Acara ini mempertemukan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) dengan perbankan konvensional sebagai salah satu sumber pembiayaan. Tercatat, 100 pelaku usaha ekraf yang mengikuti acara ini berkesempatan berinteraksi dengan perbankan yang hadir, yaitu Bank Negara Indonesia (BNI). Baca juga: Jangkau Wilayah Jawa Tengah, Indonetwork Hadir di Kota Jogjakarta Anggota Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati menjadi keynote speaker dengan memberikan materi bertema peran legislatif dalam pengembangan ekonomi kreatif. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turut menghadiri acara untuk memberikan sambutan. Direktur Akses Perbankan Bekraf, Restog K. Kusuma menuturkan, “Bekraf tak hanya meningkatkan pengetahuan pelaku ekraf tentang pembiayaan perbankan konvensional, tetapi juga meningkatkan peluang mereka mengaksesnya dengan pelatihan manajemen keuangan.” Baca juga: Wujudkan Ekonomi Kerakyatan, KOMINFO Siap Gandeng Indonetwork Dengan demikian kata Restog K. Kusuma, mereka (pelaku ekraf) bisa mengajukan proposal pengajuan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis…

Bekraf Beri Dukungan Developer Aplikasi Lokal Menuju Pasar Global

Indonetwork.co.id (Makassar) – Kiprah developer tanah air yang sukses menembus pasar internasional baru-baru ini menjadi pembuka jalan bagi developer lainnya. Kiprahnya sekaligus membuktikan bahwa, talenta muda Indonesia mampu bersaing secara global. Agar berkesinambungan dalam menembus pasar dunia, diperlukan upaya untuk memperbanyak developer yang berkualitas di berbagai daerah. Salah satunya, melalui pelaksanaan Bekraf Developer Day (BDD) Makassar, Sabtu (4/8) yang digagas oleh Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Baca juga: Indonesia dan Amerika Sepakat Buka Akses Pasar Produk Tekstil “Salah satu tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi developer di ibu kota Sulawesi Selatan ini,” ungkap Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari. “Industri teknologi aplikasi dan game yang berkembang cukup pesat akan berdampak positif di bidang ekonomi dan sosial budaya. Ada kebutuhan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas developer aplikasi dan game,” tuturnya. Makassar merupakan kota dengan pertumbuhan ekonomi paling tinggi di dunia sebesar 7,9% pada 2017. Bank Indonesia (BI) memprediksi, pertumbuhannya…

Expo Urbanscape And Greenery Sumber Inspirasi Kehidupan

Indonetwork.co.id (Jakarta) – Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat Republik Indonesia yang diwakili oleh Direktur Jenderal Cipta Karya, Ir Sri Hartoyo Dipl. SE, ME secara resmi membuka pameran dan  konferensi industri lanskap dan penghijauan EXPO URBANSCAPE & Greenery 2018 yang  diselenggarakan untuk pertama kalinya di Indonesia. Green Building Council Indonesia menjadi tuan rumah  EXPO URBANSCAPE & Greenery 2018 ini berkolaborasi dengan PT Media Artha Sentosa sebagai penyelenggara. Baca juga: Selain Manufaktur, Indonesia Bakal Perkuat Ekspor Industri Pertanian “EXPO URBANSCAPE & Greenery diharapkan dapat menjadi wadah bagi profesional industri lanskap, pembuat kebijakan, pelaku industri, akademia dan masyarakat luas.  Sehingga mereka bisa berbagi  informasi,  saling   belajar  dan menginspirasi demi kehidupan urban yang lebih sehat, hijau dan  berkelanjutan,” ungkap Teddy Halim, Direktur PT Media Artha Sentosa. Menurutnya, pameran tersebut akan menonjolkan berbagai produk penghijauan, taman dan area hijau. Sementara konferensi, seminar dan berbagai presentasi yang digelar bersamaan akan memberikan peluang belajar bagi  pesertanya. “Green…