Indonetwork.co.id (Jakarta) – Standar pengelolaan laundry rumah sakit dan fasilitas yankes yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) No. 1204 tahun 2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, mendapat tinjauan ulang dan disempurnakan mengikuti standar yang diterima secara internasional.

Dalam hal ini, Asosiasi Profesi Laundry Indonesia (APLI) menyampaikan permohonan percepatan revisi kepada Menteri Kesehatan RI bagi Kepmenkes No. 1204/ Menkes /SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, khususnya pada bagian pengelolaan laundry rumah sakit dan fasilitas yankes agar mengacu kepada standar yang diterima internasional.

APLI mengajukan standar Amerika sebagai referensi, dimana linen dan seragam tenaga medis setelah keluar dari proses laundry tidak mengandung kuman dengan nilai atau lebih tinggi dari 20 CFU per 100 sentimeter persegi.

Sebelumnya, dalam Kepmenkes No 1204 tahun 2004, disebutkan bahwa, standar kuman bagi linen bersih setelah keluar dari proses laundry tidak mengandung 6 x 103 spora spesies Bacillus per inci persegi.

Revisi ini merupakan indikator positif dari pemerintah dalam upaya memperbaiki tingkat keselamatan pasien dan mutu yankes yang ada di Indonesia.

Minimnya informasi dan ketersediaan teknologi serta pengetahuan dari pihak pengelola laundry di rumah sakit dan fasilitas yankes lainnya merupakan salah satu faktor dan kendala bagi sektor pelayanan kesehatan dalam mencapai mutu juga standar yang diakui secara global.

Bagaimana implementasinya, apakah sudah dilaksanakan pada seluruh tingkatan rumah sakit? Dimana hal ini penting untuk menjamin si pasien sebagai bagian dari pelayanan kesehatan, maupun pendamping, pengunjung termasuk para perawat dan pegawai rumah sakit itu sendiri yang langsung maupun tidak langsung dapat berdampak pada kesehatannya.

APLI melalui divisi Laundry Rumah Sakit terus mengupayakan edukasi dan program yang membantu sektor pelayanan kesehatan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan laundry.

Hadirkan Teknologi dan Jasa Terkait Pengelolaan Laundry
Bersamaan dengan kegiatan Expo Clean and Expo Laundry 2018, berbagai penyedia teknologi, jasa yang terkait dengan pengelolaan laundry dan sanitasi dalam fasilitas yankes akan menghadirkan produk dan informasi terbaru untuk mendukung peningkatan kualitas pengelolaan laundry di rumah sakit dan fasilitas yankes di Indonesia.

Ajang ini merupakan pameran dagang yang menampilkan berbagai produk serta jasa dalam industri cleaning dan laundry. Dalam penyelenggaraannya diharapkan mampu memberikan sorotan khusus bagi peningkatan mutu pengelolaan laundry rumah sakit dan fasilitas yankes lainnya.

“Sebagai salah satu organisasi pendukung Expo Clean and Expo Laundry 2018, APLI berharap kegiatan ini menjadi wadah bagi industri laundry nasional khususnya rumah sakit dalam mendapatkan informasi dan pengetahuan agar dapat mencapai standar internasional,” kata Teddy Tjoegito, Ketua Divisi Laundry Rumah Sakit dari Asosiasi Profesi Laundry Indonesia – APLI.

“Setiap tahunnya, Expo Clean and Expo Laundry selalu berupaya memberikan fokus khusus pada aspek kebersihan dari berbagai perspektif, termasuk pengelolaan laundry rumah sakit juga fasilitas yankes,” tegas Teddy.

Menurutnya, upaya tersebut merupakan salah satu contoh kedinamisan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup melalui cleaning dan laundry.

“Kami berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan, menemukan inovasi dan teknologi terkini dalam sektor cleaning dan laundry,” terang Teddy Halim, Director PT Media Artha Sentosa, penyelenggara dari Expo Clean and Expo Laundry 2018.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 27 hingga 29 Maret 2018 ini bertempat di Jakarta International Expo, Kemayoran. Lebih dari 200 peserta pameran dari 25 negara dan kawasan di dunia dipastikan hadir dan menampilkan produk dan jasa terbarunya.

Beberapa asosiasi yang juga turut mendukung penyelenggaraan EXPO CLEAN & EXPO LAUNDRY 2018 diantaranya APEKSI, APKLINDO, APLI, ASLI, ASPPHAMI, ATI, GAPMMI, GBCI, HIPLI, IHKA, IHGMA, JHA, LSP Klining Servis, LSP Laundry, PKLSI dan SULI.

Dedy Mulyadi