JAKARTA – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menyatakan, pihaknya akan melakukan 3 upaya transformasi¬† meningkatkan kekuatan koperasi dan UMKM pasca pandemi Covid-19. “Dengan adanya transformasi tersebut menjadi formulasi yang tepat bagi koperasi dan UMKM.

Transformasi pertama adalah transformasi UMKM dari informal ke formal, yang dimana saat ini masih banyak koperasi dan UMKM yang belum berbadan hukum,” ujarnya mengutip siaran resminya, Senin (14/12/2020). Menurut Teten, dari badan hukum, banyak muncul usaha mikro baru akibat dampak dari pemutusan kerja saat Covid-19 dan memilih untuk menjadi usaha mikro. Untuk itu, dia menilai, potensi ke depan munculnya usaha mikro makin banyak.

“Strategi kami di kementerian, bagaimana usaha mikro dan kecil ini tumbuh ke atas. Ditambah, masalah izin pendirian koperasi ini di Undang-Undang Cipta Kerja makin dimudahkan, sekaligus mendorong kesempatan UMKM naik kelas,” jelasnya.

Kedua, lanjut dia, adalah transformasi digital. Teten menjelaskan marketing pemasaran nanti lebih efisien bisnisnya lewat proses digital, termasuk dari sisi payment digital.

“Ini penting disiapkan UMKM untuk dihubungkan ke ekosistem digital,” ucapnya. Ia bersyukur, saat ini UMKM juga sudah dibantu oleh program Pasar Digital (PaDi), hasil kerja sama dengan 9 BUMN. Ketiga adalah transformasi teknologi produksi yang mendorong UMKM memiliki daya saing. Teten pun mengeluhkan banyaknya market dalam negeri yang diserbu produk impor lewat e-commerce.

“Kalau UMKM mau bersaing, maka harus ada standarisasi global. Ini sedang terus kita rancang,” tambahnya.

Kemenkop UKM juga mendorong inisiatif dengan membangun rumah produksi bersama. Tujuannya agar UMKM bisa terus produksi secara bersama-sama meski tak memiliki pabrik sendiri. “Kita juga ingin transformasi UMKM rantai pasok. Karena kebanyakan usaha UMKM ini kecil-kecil, dibantu supaya bisa tembus ke pasar lebih besar secara nasional,” sebut dia.