Indonetwork, Bahan Bangunan – Dalam membangun sebuah konstruksi, banyak pilihan bahan material yang bisa dipilih dan digunakan sesuai dengan fungsinya. Salah satu material bahan bangunan yang paling penting adalah bata yang digunakan sebagai pondasi untuk membuat tembok, pembatas, dan lainnya. Ada berbagai jenis bata yang bisa digunakan, salah satunya adalah bata tahan api.

Pada dasarnya, bata digunakan sebagai bahan untuk membuat sebuah ruangan yang stabil dan menjaga suhu di dalam ruangan. Bata tidak hanya digunakan untuk bahan bangunan rumah saja. Tetapi juga dapat digunakan untuk bangunan lain seperti fasilitas umum, gedung perkantoran, dan lain-lain.

Penggunaan bata tahan api pada fasilitas umum dapat meminimalisir hal yang tidak diinginkan. Sesuai dengan namanya, bata ini bisa menahan api menyebar luas saat ada kebakaran atau hal yang tidak diinginkan lainnya.

Mengenal Bata Tahan Api

penggunaan bata

Bata api adalah jenis bata khusus yang dibuat dengan menggunakan tanah liat tahan api yang memiliki ketahanan yang baik terhadap suhu tinggi yang digunakan dalam kiln (oven untuk suhu tinggi), tungku pelapis, perapian dan korek api. Warna dari bahan bangunan ini biasanya berwarna putih, atau putih kekuningan, dan memiliki bobot 3 kg dengan titik fusi yang tinggi.

Batu bata ini dibuat dengan cara yang mirip dengan batu bata biasa, kecuali selama proses pembakarannya, batu bata tahan api ini dikenai oleh suhu yang sangat tinggi. Tanah liat yang digunakan untuk membuat bata ini dapat menahan suhu tinggi tanpa mengalami perubahan yang berarti dalam sifat struktural seperti pelelehan atau pelunakan. 

BACA JUGA: MENGENAL PENTINGNYA BATA TAHAN API UNTUK BANGUNAN UMUM

Komposisi Tanah Liat Api

Tanah liat api digunakan untuk membuat batu bata api dan umumnya ditemukan di bawah lapisan batubara. Tanah liat api mengandung dua komposisi utama, yaitu silika dan alumina, di mana persentase silika bervariasi dari 60 hingga 70% dan alumina bervariasi dari 25 hingga 35%.

Beberapa komposisi lain seperti oksida kalsium, magnesium, besi, kalium dan titanium juga ditemukan dalam tanah liat api, tetapi persentasenya tidak lebih dari 5%. Komposisi utama dari bata ini, yaitu:

  1. Silika: Silika (SiO2) menjadi lunak pada suhu sekitar 1300℃ dan akhirnya melebur dan menjadi zat seperti kaca pada suhu sekitar 1760℃. Mencair sekitar 1815℃. Titik pelunakan dan lebur yang tinggi ini membuat silika sangat cocok sebagai bahan utama untuk produksi batu bata tahan api.
  2. Alumina: Alumina (Al2O3) memiliki suhu pelunakan dan peleburan yang lebih tinggi daripada silika. Mencair sekitar 2000℃. Oleh karena itu, bahan ini dikombinasikan dengan silika dalam membuat bata tahan api.
  3. Kapur, Magnesia, Besi oksida dan Alkali: Kehadiran komponen yang merugikan ini bertindak sebagai fluks untuk menurunkan suhu pelunakan dan fusi. Jumlahnya tidak lebih dari 5% dari total keseluruhan komposisi.

Proses Pembuatan Bata Tahan Api

bata tahan api

Proses pembuatan batu bata api mirip dengan batu bata biasa. Langkah-langkah yang biasa dilakukan adalah:

  • Penggalian bahan;
  • Pelapukan;
  • Tempering;
  • Pencetakan; dan
  • Pembakaran.

Batu bata api dihasilkan dari tanah liat api. Pembakaran dilakukan dalam tipe kiln yang diatur suhunya dengan hati-hati. Proses pembakaran dan pendinginan disimpan agak lambat.

BACA JUGA: DAFTAR HARGA JUAL BESI WF, BESI H BEAM, DAN BESI KANAL C

Karakteristik Bata Tahan Api

Beberapa karakteristik dari bata ini yang bisa menjadi pertimbangan Anda dalam memilih bahan ini, yaitu:

  • Berwarna putih kekuningan atau putih;
  • Tersedia dalam berbagai ukuran mulai dari 9 X 4,5 X 2,5 inci hingga 9 X 2,75 X 2,25 inci;
  • Satu bata api umum memiliki berat sekitar 30 sampai 35 N;
  • Kuat tekan bata api berkisar antara 200 sampai 220 Kg/cm2;
  • Persentase penyerapan air bervariasi dari 5 hingga 10%; dan
  • Mereka memiliki ketahanan kimia yang baik.

Batu bata api tanah liat padat biasa menyerap dan menahan panas. Bata api isolasi ringan memiliki konduktivitas termal yang rendah dan tidak menyerap panas dengan baik. Produk ini jauh lebih lembut dan memiliki kantong udara kecil yang menunjukkan sifat isolasi. Bata api isolasi mempertahankan sifat tahan api dan dapat menahan suhu yang sangat tinggi; mereka banyak digunakan dalam kiln berbahan bakar listrik dan gas.

Jenis-jenis

Secara umum, ada 3 jenis bata tahan api yang ada di pasaran, yaitu:

  • Basic fire brick, jenis bata yang cocok digunakan untuk kebutuhan anti korosi dan bahan kimia;
  • Acid fire brick, fungsi utamanya untuk menahan kandungan asam bahan kimia atau cuaca di sekitarnya; dan
  • Netral fire brick, memiliki ketahanan yang baik terhadap asap asam dan korosif.

Kegunaan

kegunaan bata tahan api

Batu bata api dapat digunakan untuk beberapa tujuan berikut:

  • Digunakan sebagai lapisan permukaan bagian dalam kiln (oven tahan suhu tinggi), tungku, cerobong asap, dan bahan sebagainya yang langsung terpapar oleh suhu tinggi;
  • Membangun struktur tahan api sehingga mengurangi kerusakan struktur terhadap kecelakaan kebakaran;
  • Untuk lapisan dalam oven berbahan bakar kayu;
  • Sebagai bahan isolasi untuk tungku, oven karena konduktivitas termal yang lebih rendah; dan
  • Bahan bangunan pada fasilitas publik atau umum untuk meminimalisir risiko penyebaran kebakaran

Rekomendasi Toko Bangunan Jual BAHAN BANGUNAN

Itulah beberapa uraian pada artikel kali ini, semoga memberikan manfaat bagi yang membacanya. Jika Anda sedang membuat bangunan atau berencana membangun bangunan tertentu dan tertarik memilih bata tahan api untuk dijadikan salah satu bahan konstruksi. Anda dapat membelinya di PT Ajitama jual bata tahan api Jakarta dengan harga termurah dan kualitas terbaik.


%d bloggers like this: