Indonetwork.co.id (Surabaya) – Surabaya menjadi kota kedua pelaksanaan Bekraf Festival (Bekfest) setelah Bandung di tahun lalu. Acara yang berlokasi di Grand City Surabaya ini ditarget mampu menghadirkan lebih dari 50.000 pengunjung.

Bekfest 2017 bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Creative Hub, Kota Bandung menghadirkan 39 program unggulan dan dikunjungi hampir 40.000 orang.

Menyusul kesuksesan tahun lalu, Bekfest tahun ini digelar di Kota Pahlawan dengan menyajikan 45 program unggulan Bekraf pekan lalu. Jumlah kunjungan tahun ini pun menargetkan 50.000 orang.

Baca juga: Surabaya Buktikan Jadi Kota Produktif Untuk Sektor Industri

Bekfest merupakan festival kinerja atau ajang bagi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk menyampaikan hasil capaian kinerjanya kepada masyarakat luas dalam membentuk ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) nasional. Selain itu, juga sebagai bentuk dukungan serta apresiasi kepada pelaku ekraf yang telah ikut berkontribusi terhadap kemajuan ekraf Indonesia.

“Bekraf Festival diharapkan dapat meningkatkan awareness masyarakat terhadap potensi ekraf yang dimiliki. Memberikan gambaran apa saja yang telah dilakukan Bekraf dalam mewujudkan Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi kreatif dunia ke depan,” ungkap Kepala Bekraf, Triawan Munaf.

Capaian kinerja Bekraf, disajikan secara menarik dan terukur melalui data riset yang telah dilakukan selama ini. Memasuki tahun keempat, Bekraf tetap konsisten melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai lembaga yang bertanggung jawab memajukan ekraf Tanah Air.

Baca juga: Indonetwork Bantu Bank Danamon Tawarkan Solusi UKM

Melalui program-program pengembangan kapasitas yang disinergikan dengan nomenklatur enam kedeputian, Bekraf terus berupaya melibatkan pelaku ekraf secara langsung. Hal ini diharapkan dampak dari program kerja dapat langsung dirasakan.

Festival ini mengekspos seluruh kedeputian yang terbagi dalam empat konsep acara utama yaitu gelar wicara (talkshow), lokakarya (workshop), pertunjukan (performance), dan pameran (exhibition). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam berbagai area seperti main stage, ruang serbaguna besar dan kecil, area talkshow, ruang pertemuan dan Oktagon.

Acara yang digelar tiga hari ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, dalam hal ini Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia. Beberapa site menarik dihadirkan, diantaranya IKKON, Kreatifood, BIIMA, Hello Dangdut, Deureuham, Coding Mum, ORBIT, BISMA, FoodStartUpIndo, CREATE, Retas dan Kreatiorial, Archipelageek, Akatara, Docs by The Sea, Identities, Pameran Ekraf Produk Lokal, WCCE dan lainnya.

Acara tahunan ini dilaksanakan dengan konsep keliling di beberapa kota di Indonesia. Penentuan tempat pelaksanaan Bekfest merupakan penghargaan kepada daerah yang mendukung sepenuhnya kemajuan ekonomi kreatif.

Pemilihan Surabaya sebagai lokasi pelaksanaan Bekfest karena berdasarkan survey Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016 menunjukkan Surabaya mempunyai jumlah usaha ekonomi kreatif dengan jaringan usaha tunggal terbesar di Indonesia dengan persentase mencapai 6,41%.

Hasil pemetaan perusahaan ekonomi kreatif untuk 99 kota di Indonesia menunjukkan Surabaya menduduki urutan teratas dari lima besar kota dengan potensi usaha ekonomi kreatif.

Pelaksanaan Bekfest kali ini bersamaan dengan Startup Nations Summit (SNS) 2018 yang dilaksanakan pada 14-18 November di lokasi yang sama. Acara yang diikuti 170 negara dinilai akan memberi dampak positif terhadap pelaksanaan Bekfest 2018 dan penguatan ekosistem ekraf nasional.

“Diselenggarakannya Bekraf Festival di Surabaya, kami berharap masyarakat dapat lebih paham dan peduli terhadap perkembangan ekonomi kreatif di daerahnya dan terus konsisten dalam berkontribusi memajukan ekonomi kreatif di Indonesia,” papar Triawan.

“Bekraf berharap, penyelenggaraan Bekfest 2018 membawa dampak positif bagi ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia, akademisi, sektor bisnis, pemangku kepentingan ekonomi kreatif dan masyarakat luas bahkan menyentuh level pelajar dan mahasiswa,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Bekraf juga melakukan tanda tangan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Pemkot Surabaya. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Bekraf, Triawan Munaf dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. MoU ini sebagai landasan pelaksanaan berbagai program Bekraf dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kota Surabaya.