Indonetwork, Peralatan Industri – Secara umum pH meter adalah alat yang digunakan untuk menentukan keasaman atau kebasaan dari suatu larutan mulai dari air bersih, air minum, air sungai, air limbah, air hidroponik dan lain sebagainya. Bahkan alat ini juga bisa digunakan untuk mengukur pH air dan mengetahui tingkat kesuburan tanah. Salah satu komponen yang cukup sering digunakan pada kegiatan industri maupun laboratorium yaitu alat pengukur ph air sehingga biasanya tidak akan bermanfaat jika digunakan hanya untuk kebutuhan rumah harian.

Harga dari pH meter ini mungkin akan bervariasi disesuaikan dengan kebutuhan konsumen dilihat dari merek dan kelengkapan fiturnya, akan tetapi sebelum Anda membeli produk ini sebaiknya perhatikan cara memilih produk pH meter yang tepat dan perawatannya yang baik supaya alat lebih bertahan lama.

Baca juga: PENTINGNYA PH AIR MINUM UNTUK TUBUH

Cara Memilih pH Meter Air yang Tepat

Cara Memilih pH Meter Air yang Tepat
Sumber: Istockphoto

Parameter pH air idealnya harus dilakukan kontrol secara berkala menggunakan alat pengukur ph air apalagi jika dilakukan untuk kebutuhan produksi industri yang menyangkut kepentingan kesehatan banyak orang didalamnya. Berikut tips yang dapat Anda perhatikan sebelum membeli produk pH meter air yang sesuai dengan kebutuhan, karena baik industri produksi khususnya dibidang makanan akan memerlukan alat ini, seperti:

1. Pilih pH Meter Sesuai Tujuan

Pada umumnya terdapat dua jenis pH meter  yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas air, yaitu

  • Tipe compact, yang memiliki body panjang sehingga mudah untuk melakukan pengukuran di mana saja. Akan tetapi alat ini memiliki bagian waterproof maupun tidak sehingga saat menggunakannya Anda perlu berhati-hati dan lebih cermat. Biasanya alat pengukur pH air jenis ini digunakan untuk kebutuhan laboratorium dengan kapasitas sampel.
  • Tipe handy, biasanya dilengkapi dengan kabel yang saling tersambung pada badan alat lalu di bagian ujung kabel terdapat detektor untuk mengukur pH sampel. Kabel yang panjang membuat Anda lebih leluasa saat ingin mengukur pH sampel, seperti kebutuhan pengukuran pH di lapangan seperti di kolam ikan, akuarium, limbah atau tempat-tempat lain yang membutuhkan pengukuran di tempat.

2. Sesuaikan pH Meter Berdasarkan Sampel 

Umumnya untuk pH meter digital, rentang pengukuran antara 0-14 pH. Namun untuk pH meter industri high-end, rentang pengukurannya adalah -2 – 16. Jika Anda ingin mengukur pH sampel secara berkelanjutan, Anda bisa menggunakan pH meter tipe flow yang dilengkapi elektroda. Tipe ini juga bisa mengukur tingkat keasaman bahan-bahan kimia atau minyak. Namun, berhati-hatilah karena sampel seperti ini bisa menyebabkan bagian elektrodanya mudah rusak.

3. Cek Fungsi Tambahan Alat

Setiap alat pengukur pH air pasti memiliki harga, merek dan fungsi tambahan tersendiri antara lain, mengukur temperatur, jumlah zat padat terlarut/TDS, potensial reduksi/ORP, dan sebagainya. Setelah menyesuaikan kebutuhan Anda pastikan sebelum membelinya untuk mencari tahu fitur tambahan yang akan menguntungkan Anda.

4. Pilihlah pH Meter yang Mudah Dikalibrasi

Pastikan alat yang Anda pilih bisa dikalibrasi secara otomatis atau hanya dengan satu sentuhan, karena keakuratan dari pengukuran sampel seringkali menghabiskan waktu Anda.

pH meter pada umumnya memiliki dua jenis yang paling sering dibutuhkan oleh konsumen yaitu pengukur pH air dan pengukur pH tanah. Untuk mengukur pH meter air biasanya meteran akan menunjukkan angka 7, sedangkan jika kurang dari 7 menunjukkan asam dan untuk basa menunjukkan angka lebih dari 7. Air mineral biasanya akan menunjukkan pH yang seimbang. Sedangkan pada jus jeruk serta sebuah air aki mempunyai angka PH antara 0 hingga angka 7, dan air laut berada pada angka 7 hingga 14, angka ini disebut dengan sebutan basa.

Perawatan pH Meter Air

Perawatan pH Meter Air
Sumber: Istockphoto

Jika Anda telah memiliki produk ini jangan lupa untuk selalu menjaga perawatannya dengan baik dan benar supaya tetap berfungsi dalam jangka panjang, dengan tahapan seperti:

  • Lakukan pembersihan elektroda secara berkala minimal 1 minggu sekali dengan menggunakan larutan HCl 0.1 N (encer) dengan cara merendam elektroda selama 30 menit dan kemudian dibersihkan dengan menggunakan air bebas mineral.
  • Apabila alat pH meter ini tidak digunakan, maka elektrodanya terutama bagian gelembung gelasnya harus selalu berada pada keadaan yang lembab, hal ini dapat dilakukan dengan cara merendamnya dengan menggunakan larutan KCl. Penyimpanan elektroda pada posisi kering akan menyebabkan membran gelas pada gelembung elektroda mudah rusak dan mempengaruhi keakuratan dalam proses pembacaan pH.
  • Penyimpanan pH meter tidak boleh disimpan pada suhu ruangan yang terlalu panas karena akan dapat menyebabkan sensor suhu pada pH meter mengalami kerusakan.
  • Setelah alat pH meter ini digunakan, pastikan elektrodanya bersih dari larutan yang telah diperiksa pH nya.
  • Agar terhindar dari kerusakan karena kesalahan pemakaian maka ikuti petunjuk manual apabila akan menggunakan alat pH meter.
  • Selalu pastikan alat pH meter dalam keadaan mati “off” setelah digunakan

Baca juga: CARA MENGGUNAKAN ALAT PENGUKUR PH AIR

Penyedia Distributor pH Meter

Setelah menyimak informasi diatas mengenai tips memilih pH meter yang baik dan cara perawatannya tentu penggunaan alat ini akan lebih awet digunakan secara tepat sasaran. Salah satu aspek lainnya yang tidak kalah penting yaitu pastikan produk yang akan Anda beli memiliki kualitas dan garansi terbaik. Jika Anda masih ragu dengan harga dan fungsinya, namun membutuhkan produk ini dengan cepat silahkan konsultasikan kebutuhan pada CV Berkah Amanah yang berdomisili di Purwokerto.

CV Berkah Amanah merupakan perusahaan yang menyediakan distributor alat pengukuran dan pengujian terlengkap yang berfungsi untuk mengukur suatu benda atau objek baik satuan bidang, jarak, waktu, berat dan satuan lainya. Perusahaan ini biasanya mendistribusikan produk pada konsumen seperti sekolah, laboratorium penguji hingga berbagai jenis produksi industri lainnya.


Author

%d bloggers like this: