Bagi Anda yang bekerja dibidang arsitektur atau konstruksi bangunan pasti sudah mengenal kawat bronjong. Gabion atau bronjong merupakan perpaduan antara keranjang kawat yang dibentuk menjadi sebuah pola dan diisi dengan batu yang ditumpung satu sama lain. Kekuatan dari bronjong sendiri terletak pada jenis kawat yang digunakan dan tergantung lilitan ganda pada lubang hexagonal anyaman.

Setiap konstruksi bangunan pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya dibanding alternatif bahan bangunan lainnya, berikut yang perlu Anda ketahui sebelum memasang kawat bronjong pada area properti anda.

Kelebihan Kawat Bronjong

Dibandingkan dengan konstruksi penahan tanah dan air yang terbuat dari beton,  kawat ini memiliki keunggulan lebih seperti:

Kelebihan Kawat Bronjong
Sumber: FreePIk

1. Fleksible dengan Drainase yang Baik

Penggunaan kawat jenis ini diklaim lebih fleksibel dan praktis untuk digunakan karena sistem bronjong dapat mengikuti perubahan cuaca, dibanding dengan konstruksi penahan tanah lainnya. Hal ini dibuktikan oleh kawat bronjong yang bisa mengikuti pergerakan tanah di bawahnya tanpa harus merusak konstruksi dasar. 

Selain itu tumpukan batu-batu di dalam bronjong yang telah disususn memungkinkan air untuk mengalir di sela-selanya, sehingga tekanan tanah akan berkurang dan mengurangi resiko erosi tanah. Umumnya pemasangan ini dilakukan pada sekitar tebing atau tekstur tanah yang lebih tinggi.

Jika konstruksi penahan tanah dibuat dengan beton, umumnya akan mudah hancur karena beton hanya dapat menahan tekstur padat seperti tanah bukan volume air yang bisa saja sewaktu-waktu menghantam pondasi penahan dan membuatnya ikut hanyut.

Baca juga: Keunggulan Besi Beton SNI Untuk Konstruksi Bangunan

2. Daya Tahan Tinggi

Tidak seperti tanggul beton yang lebih mudah retak oleh keadaan cuaca yang sering berubah, karena memiliki kekuatan tarik yang rendah. Kawat bronjong memiliki kekuatan tarikan yang besar dan sudah memenuhi standar SNI, sehingga kemungkinan pondasi akan rusak dan bergeser sangat minim apalagi jika Anda menggunakan batu kali yang berukuran cukup besar dengan kualitas yang baik.

3. Harga Murah

Harga yang murah dipengaruhi oleh teknik pembuatan dan biaya pengiriman bronjong. Konstruksi bronjong yang sederhana dan simple memungkinkan perakitan kawat bronjong tidak perlu menggunakan tenaga ahli, sehingga dapat dikerjakan dalam waktu singkat. Selain itu Kawat dan batuan pengisi juga mudah untuk didapatkan di toko material. 

Umumnya harga bronjong jauh lebih ekonomis dibanding penahan dari tanggul beton, karena teknik pembuatannya mudah dan tidak memerlukan alat ataupun tenaga khusus dari orang yang handal ditambah biaya pengiriman kawat yang ringan. Hal ini dapat meminimalisir budget Anda yang terbatas.

4. Bentuk yang Minimalis

Bentuk dari kawat ini lebih sederhana dan peralatannya juga tanpa menggunakan mesin berteknologi tinggi. Kawat ini mudah dibentuk lurus atau melingkar, tidak masalah Anda hanya memerlukan alat pertukangan sederhana seperti tang dan keahlian tangan para tukang. 

Bobot dari kawat pun terbilang ringan, sehingga mudah untuk diterapkan dalam segala bentuk  ukuran yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan atau kawat ini juga bisa Anda dibawa kemana-mana termasuk daerah yang masih sulit dengan akses kendaraan. 

5. Ramah Lingkungan

Kawat bronjong sangat ramah lingkungan, karena diisi oleh batuan alam yang digunakan sebagai penahan utamanya. Bagi pembangunan di daerah pedesaan, batuan ini biasanya dapat Anda temukan dengan mudah di sungai.

Akan tetapi material yang digunakan harus batu yang keras dan tahan lama dengan ukuran antara 15 cm – 25 cm dan minimal 85 persen batuan harus berukuran sama atau lebih besar dari ukuran tersebut. Batuan yang berukuran kecil biasanya akan mudah bergeser dan fungsi bronjong tidak bekerja secara maksimal.

Sumber: Pinterest

Kekurangan Kawat Bronjong

Tidak hanya kelebihan, bronjong juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu Anda perhatikan sebelum diaplikasikan pada area tertentu, seperti:

1. Tidak Cocok Untuk Kawasan Tepi Laut

Kawat bronjong terbuat dari baja berlapis galvanis yang umumnya tidak cocok digunakan terhadap terpaan kondisi air dengan kadar garam dan kadar asam yang tinggi seperti air laut. Hal ini dapat mengakibatkan kawat berkarat dan ketahanan bronjong terhadap terpaan air dan tanah akan menurun

2. Harus Dibuat Pada Lahan yang Luas

Bronjong dengan isi bebatuan, terkadang memerlukan lahan yang luas dan lebar. Jika bronjong dibuat dalam ukuran kecil seringkali fungsi utama sebagai penahan longsor atau erosi tidak bekerja dengan baik, hal ini mengakibatkan bronjong mudah rusak terbawa oleh arus air dan tanah yang bergeser. Tidak disarankan bronjong digunakan pada area sungai atau penahan tebing yang sempit

Fungsi Kawat Bronjong Terbaru

Awalnya bronjong dikenal sebagai pencegah longsor dan erosi. Namun saat ini implementasi bronjong digunakan sebagai elemen estetika yang sedang trend dan menjadi dekorasi eksterior yang lebih kreatif. Anda dapat menemukannya baik di area perumahan, taman atau cafe sebagai meja, kursi, pagar, tembok pembatas bahkan pot.

Umumnya kawat bronjong untuk dekorasi dibuat lebih halus dan rapi untuk mengimbangi pengaplikasiannya. Selain itu, isi bronjong yang tersusun dari batuan kali warna-warni dengan bentuk yang unik membuat tampilannya properti Anda terkesan lebih rustik dan menarik.

Baca juga: Perhatikan hal ini saat memilih besi beton

Bronjong umumnya harus diperiksa secara teratur, apa lagi setelah ada peristiwa badai besar seperti longsor dan hujan. Semua perawatan dan perbaikan bronjong harus dilakukan secepatnya sesuai dengan standar yang berlaku, agar kualitas bronjong tidak semakin parah.

Setelah Anda mengetahui kelebihan dan kekurangan kawat bronjong, dan fungsi terbarunya. Apakah anda mulai tertarik untuk menggunakannya di area properti Anda? Dua Putra Petir merupakan supplier besi berkualitas di Surabaya yang dapat memenuhi kebutuhan Anda dengan penawaran harga yang ekonomis.


Author

%d bloggers like this: