Indonetwork, Peralatan Industri – Coupling merupakan bagian yang sangat penting dalam sistem kerja mesin. Perangkat ini mampu menghubungkan dua unit poros yang dibuat secara terpisah, seperti poros motor dengan roda atau poros generator dengan mesin. Karena fungsi pentingnya tersebut, peralatan ini banyak dibutuhkan namun tidak perlu khawatir kehabisan karena Anda bisa mendapatkannya di toko atau supplier jual coupling industri.

Coupling transfluid juga dikenal luas dengan istilah kopling fluida. Transmisi torsi pada kopling fluida diberikan dari energi kinetik tanpa koneksi mekanis dan keausan mekanis pada kopling tersebut, sehingga cocok untuk berbagai jenis mesin. Reducer coupling dapat menghubungkan dua pipa yang memiliki ukuran berbeda. Fungsi dari komponen ini, yaitu untuk “reducing” atau mengurangi volume fluida yang dialirkan.

Material Reducer Coupling

Coupling Industri
Sumber: Fractory.com

Biasanya, komponen ini dibuat dari material yang sama dengan pipa yang disambungkan. Material yang paling umum digunakan adalah carbon steel dan stainless steel. Carbon steel merupakan logam campuran (alloy steel) yang mengandung besi dan carbon. Jika besi dijadikan sebagai material pembuat reducer coupling tanpa dicampur dengan senyawa lain, maka besi tersebut akan lebih mudah untuk teroksidasi hingga menimbulkan karat. Oleh karena itu, material carbon ditambahkan ke dalam campuran tersebut sehingga menghasilkan baja yang tahan karat dan kokoh untuk berbagai macam industri.

Selain carbon steel, ada juga pilihan material lainnya, yaitu stainless steel. Selain menambahkan sedikit carbon, material stainless steel reducer coupling industri juga mengandung kromium, nikel, dan senyawa lainnya, seperti molybdenum untuk memperkuat fitur anti karat. Dengan demikian, jenis coupling ini menjadi lebih tahan lama dan mampu diinstalasi dengan mudah.

Fungsi dan Kebutuhan 

Dalam power transmission, kopling adalah elemen mekanis yang digunakan untuk menghubungkan dua elemen penggerak bersama-sama untuk meneruskan torsi dari satu elemen ke elemen lain. Kopling menyambungkan dua elemen, biasanya poros, yang sedang berotasi, sambil tetap mengizinkan ketidakrataan, pergerakan ujung, atau keduanya, hingga derajat tertentu.

Kopling bisa berbentuk rigid maupun fleksibel. Rigid coupling lebih sering digunakan saat dua poros memiliki sumbu yang sama, atau terletak pada sumbu yang sama satu dengan yang lain. Kopling fleksibel digunakan saat kemungkinan untuk memiliki sumbu yang sama adalah kecil atau saat ada kemungkinan besar timbul beban kejut saat torsi disalurkan.

Pada sistem perpipaan, terdapat beberapa komponen yang memiliki peran dan fungsi yang berbeda-beda. Salah satu komponen yang memiliki peranan penting, yaitu coupling. Coupling adalah pipa atau tabung berukuran pendek yang memiliki soket atau ulir pipa female di salah satu atau kedua ujungnya. Coupling berfungsi untuk menghubungkan beberapa bagian pipa agar kualitas pipa dapat bekerja dengan baik. Berbeda dengan fitting, coupling menjaga antar sambungan komponen agar tidak akan mengganggu aliran dan adaptor yang terpasang.

Ada beberapa jenis coupling yang digunakan di industri, yaitu full coupling, half coupling, dan reducer coupling. Untuk Anda yang masih awam dengan komponen-komponen perpipaan, berikut artikel ini akan membagikan sederet informasi seputar reducer coupling. Dalam mesin-mesin industri, kopling melayani kepentingan berikut ini:

  • Menyambungkan poros dari dua unit yang diproduksi secara terpisah, misalnya, sebuah motor dan sebuah generator.
  • Memungkinkan pemutusan poros untuk pemeliharaan, perbaikan, atau penggantian suku cadang
  • Menyambungkan bagian penggerak dengan bagian yang digerakkan
  • Mengizinkan ketidakrataan poros dan mengurangi beban kejut di titik temu kedua poros

Baca Juga: 5 JENIS COUPLING UNTUK INDUSTRI BISNIS

Spesifikasi Coupling Industri

Anda juga perlu mengetahui spesifikasi dari jenis coupling yang banyak dipakai. Beberapa contohnya ada spesifikasi ASTM SA/A105N, ASTM SA/A234 WPB, ASTM SA/A182 F304/304L, dan ASTM SA/A403 WP316/316L. Keempat spesifikasi tersebut cocok untuk segala jenis industri dan sudah teruji dengan baik untuk ketahanannya.

Berbicara tentang mesin penggerak, tentu tidak lepas dengan kopling. Kopling merupakan salah satu komponen mesin yang digunakan untuk menghubungkan dua poros pada kedua ujungnya dengan tujuan untuk mentransmisikan daya. Secara sederhana, kopling berfungsi sebagai power transmission. Cara kerjanya pun sederhana, ujung kedua shaft mesin disambungkan dengan kopling. Saat shaft penggerak mulai bekerja atau berputar, akan terjadi hentakan di kopling dan dalam proses ini lah dibutuhkan peredam pada kopling yang terbuat dari karet atau plastik.

Dilihat dari cara kerjanya, bisa dikatakan hampir semua mesin memerlukan kopling, baik itu mesin otomotif atau mesin industrial. Jadi dapat disimpulkan, banyak sekali jenis kopling dengan berbagai ukuran sesuai kebutuhan mesin. Rasanya tidak akan cukup beberapa halaman untuk membahas perihal kopling. Maka dari itu, kali ini, kita akan ulas beberapa jenis kopling yang umum dipakai untuk keperluan mesin industri, diantaranya;

  • Coupling FCL

Kopling jenis FCL merupakan salah satu dari kopling tetap yang menggunakan baut untuk menghubungkan kedua porosnya yang dilengkapi dengan karet. Kopling jenis ini pun banyak digunakan untuk kebutuhan industri karena desainnya yang ringkas serta pemasangan dan perawatannya yang mudah. Biasa digunakan untuk mesin diesel.

  • Coupling FL

Cara kerja Kopling FL tidak berbeda jauh dari Kopling FCL. Kopling FL dapat digunakan pula untuk kebutuhan mesin hidrolik. Ukurannya yang kecil tidak menjadikan transmisi nya pun kecil. Perakitannya sangat mudah dan kualitasnya juga awet, sehingga sangat efisien dipakai untuk kebutuhan mesin industri. Kopling ini bisa bertahan dalam suhu hingga 120 derajat celcius.

  • Coupling L

Untuk mengakomodasi ketidaksejajaran poros sudut dan paralel, itulah fungsi dari Kopling L. Bila elamoster “spider” mesin gagal, Kopling L tetap akan berfungsi. Kopling L pun tahan terhadap minyak, kotoran, pasir dan kelembaban. Itu lah alasan mengapa Kopling satu ini banyak digunakan untuk kebutuhan industri.

  • Coupling MH

Kopling tipe MH bekerja menggunakan tenaga geser melalui karet elastis. Kopling MH mampu mengkompensasi semua jenis ketidakselarasan poros karena terdiri dari dua flens dan cincin fleksibel yang terbuat dari karet sintetis yang kuat. Hal ini berfungsi untuk meningkatkan kekuatan dan kecepatan operasi maksimal dari Kopling.

  • Coupling NM

Kopling NM merupakan kopling yang memiliki lubang kunci terbesar di industri. Koling NM sangat efisien karena tidak memerlukan pelumas dan mempunyai kualitas yang sangat handal. Mesin industri yang umum memakai kopling NM adalah pompa, kompresor, blower, mixer, conveyor dan lain-lain.

Baca Juga: KERJA MOTOR ELEKTRIK HINGGA DISTRIBUTOR ELECTRIC MOTOR TECO

Rekomendasi Supplier Jual Coupling Industri

Lima jenis kopling tersebut adalah sebagian kecil dari banyaknya jenis kopling lain khususnya untuk keperluan industri. Bila Anda ingin menemukan supplier jual coupling industri yang sudah kita bahas, Anda akan mendapatkannya di PT. Motoren Teknik Indonesia (Gear Box & Gear Motor Division). Perusahaan tersebut menyediakan berbagai jenis kopling untuk keperluan mesin industri.

DAPATKAN PERALATAN INDUSTRI TERBAIK HANYA DI INDONETWORK.CO.ID


Author

%d bloggers like this: