Indonetwork, BisnisMembangun sebuah bisnis tentu saja harus mengetahui apa itu proses produksi agar nantinya tidak terjadi kesalahan. Mengenal adanya proses produksi mampu mengubah bahkan meningkatkan nilai barang atau jasa dalam jangka waktu tertentu.

Terdapat tiga jenis produksi, yakni produksi massal, kustomisasi massal, dan kustomisasi. Ada pula beberapa karakteristik proses produksi yang dibedakan berdasarkan proses, sifat, dan jangka waktu proses produksi itu sendiri.

Lantas, apa saja yang perbedaannya dan apa saja yang perlu diketahui tentang proses produksi? Berikut semua hal yang perlu diketahui tentang proses produksi.

Pengertian Proses Produksi

proses produksi
Sumber: Unsplash

Proses produksi adalah kegiatan produksi yang menggabungkan dari satu bagian ke bagian yang lain. Artinya, dalam setiap bagian terdapat tahapan yang perlu dilalui baik itu berupa proses menjadi barang atau berbentuk jasa. 

Seperti yang Anda tau, barang merupakan sesuatu yang mudah dipegang secara fisik dan ada jangka waktu. Sedangkan jasa, sebaliknya. Tidak dapat dipegang secara fisik dan tidak memiliki jangka waktu.

Proses produksi akan menghasilkan suatu barang atau jasa untuk kemudian dijual kepada pelanggan.

Tujuan Proses Produksi

Tentu saja proses produksi memiliki tujuannya sendiri dalam sebuah bisnis. Berikut tujuan dari proses produksi yang umum pada sebuah bisnis:

  • Memberikan value terhadap barang atau jasa,
  • Mengganti barang atau jasa yang tidak dapat digunakan (rusak) atau kadaluarsa,
  • Memenuhi kebutuhan customer,
  • Memperoleh keuntungan besar, dan
  • Memberikan nilai tambah pada suatu produk.

BACA JUGA: Mengenal Kualitas Produk: Fungsi Dan Cara Menerapkannya

Jenis Produksi

proses produksi
Sumber: Unsplash

Setelah mengetahui tujuan produksi, selanjutnya mari bahas jenis produksi. Proses produksi ini dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:

1. Produksi Jangka Pendek

Jenis produksi yang satu ini merupakan jenis kegiatan produksi yang cepat dan bisa langsung menghasilkan produk (barang/ jasa) bagi konsumen. Contohnya adalah makanan siap saji.

2. Produksi Jangka Panjang

Berbeda dengan produksi jangka pendek, produksi jangka panjang merupakan produksi yang membutuhkan waktu yang cukup lama dan membutuhkan beberapa tahap untuk menciptakan satu produk.

3. Produksi Terus Menerus

Jenis produksi terus menerus merupakan kegiatan produksi yang dilakukan dengan berbagai bahan baku secara bertahap hingga menjadi suatu barang jadi. Dimana prosesnya berlangsung secara terus menerus. Contohnya adalah obat, makanan kemasan, minuman, pakaian, dan lain sebagainya.

4. Proses Produksi Berselingan/ Intermitten

Proses produksi jenis ini biasanya dilakukan untuk mengolah bahan-bahan dengan cara menggabungkannya menjadi barang jadi. Seperti misalnya, proses pembuatan mobil dimana setiap bagiannya dibuat terpisah seperti kaca, pintu, dan bagian dalam. Lalu rangka-rangka tersebut akan disatukan menjadi produk mobil.

Tahapan Proses Produksi

produksi minuman
Sumber: Unsplash

Selanjutnya adalah tahapan proses produksi. Tahapan produksi meliputi proses perencanaan, penentuan alur, hingga pengiriman produk dan follow up-nya. 

Berikut tahapan proses produksi yang harus Anda ketahui.

1. Perencanaan 

Perencanaan merupakan suatu tahapan awal dan sangat penting dari semua proses produksi. Tahap ini membantu Anda untuk menentukan tujuan dan bagaimana tujuan produksi dapat dicapai dengan baik.

2. Penjadwalan

Penjadwalan atau Scheduling berarti membuat jadwal waktu proses produksi. Misalnya seberapa banyak waktu yang harus dilakukan dalam setiap tahap produksi dan berapa lama setiap orang harus bekerja pada alur kerja tertentu.

3. Pengiriman/ Delivery

Tahap ini merupakan awal produksi yang sebenarnya. Tahap pengiriman ini melibatkan penyediaan barang-barang yang diperlukan, pemeliharaan catatan, pemantauan alur kerja seperti yang direncanakan, dan lain-lain.

BACA JUGA: Pentingnya Quality Control Untuk Menjaga Kualitas Barang

4. Penentuan Alur

Penentuan alur merupakan tahap kedua dalam proses produksi. Tahap ini meliputi dimana bahan baku mentah dapat diperoleh, diproses, diselesaikan, diperiksa kualitasnya, dan kemudian didistribusikan. 

5. Follow-up

Tahap follow up merupakan tahapan terakhir dalam melakukan proses produksi. Tahapan ini mengukur produksi aktual versus produksi yang diharapkan. Follow up juga dapat membantu mendeteksi masalah dan menghilangkannya untuk membantu kelancaran proses produksi.

Karakteristik Proses Produksi

produksi bahan
Sumber: Pixabay

Apa saja karakteristik yang ada pada proses produksi? Inilah penjelasan rinci tentang karakteristik proses produksi.

A. Berdasarkan Proses

1. Produksi Langsung

Proses ini meliputi produksi primer dan sekunder. Produksi primer merupakan kegiatan produksi yang diambil langsung dari alam, misalnya seperti pertanian, pertambangan, dan sebagainya.

2. Produksi Tidak Langsung

kegiatan produksi dengan memberikan hasil dari keahlian atau jasa. Misalnya, jasa montir, jasa kesehatan, dan lain-lain.

b. Berdasarkan Sifat Proses Produksi

1. Proses Ekstraktif

Yaitu kegiatan produksi dengan mengambil produk secara langsung dari alam.

2. Proses Analitik

Yaitu kegiatan produksi yang melakukan pemisahan suatu produk menjadi lebih banyak.

3. Proses Fabrikasi

Yaitu kegiatan mengubah suatu bahan baku menjadi suatu produk yang baru.

4. Proses Sintetik

Yaitu kegiatan menggabungkan beberapa bahan menjadi suatu bentuk produk. Proses ini disebut juga dengan perakitan.

BACA JUGA: Apa Saja Perbedaan E-Commerce Dengan Marketplace?

Berdasarkan Jangka Waktu Produksi

1. Produksi Terus Menerus

Adalah produksi yang memakai berbagai fasilitas untuk menciptakan produk secara terus menerus namun tidak berpengaruh pada waktu dan musim.

2. Produksi Terputus-Putus

Adalah produksi yang kegiatannya berjalan dilakukan tidak setiap saat, tergantung musim, pesanan, dan faktor lainnya.


Itulah informasi mengenai tentang proses produksi, semoga dapat menambah pengetahuan Anda dan membantu bisnis Anda.

Jika Anda sudah memiliki bisnis dan ingin mencari tempat untuk menjajakan produk Anda, maka segeralah bergabung dengan Indonetwork. Sebagai B2B marketplace terbesar di Indonesia, Indonetwork memiliki lebih dari 3.000 member dan dikunjungi oleh ribuan orang setiap harinya. Maka, produk Anda pun akan semakin dikenal dan dapat menjangkau masyarakat luas di seluruh Indonesia.

Penulis: Wardah Aliya Rahmah

Editor: Nafila Chaerunnisa


%d bloggers like this: